{"status_code":200,"message":"Success","generated_at":"2026-06-24T06:30:18+07:00","request_id":"73098c4061a182ba7b916063f55c8a2d","data":{"total_records":45,"records":[{"id":8163,"sourceId":"7cfa35ebb5248a4d31b2207e076db782","url":"https://www.kompas.com/properti/read/2026/01/23/100012621/selain-jakarta-kendal-semarang-demak-jadi-prioritas-pembangunan-giant","title":"Selain Jakarta, Kendal-Semarang-Demak Jadi Prioritas Pembangunan Giant Sea Wall","author":"","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menjadikan kawasan Kendal, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah sebagai salah satu prioritas pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa, selain Teluk Jakarta.Langkah ini dilakukan untuk melindungi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman banjir rob yang kian meningkat.Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kawasan Kendal-Semarang-Demak kerap mengalami banjir sehingga pembangunan proteksi pantai akan dilakukan secara paralel dengan wilayah lain.\"Yang kedua, prioritas yang juga tidak kalah penting adalah kawasan Kendal, Semarang, dan Demak. Satu paket di Jawa Tengah ini juga sering kali mengalami banjir, oleh karena itu nanti secara paralel akan kita bangun bersama-sama,\" kata AHY, Rabu (21/06/2026).AHY menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall merupakan bagian dari amanah Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa.Badan ini secara khusus bertugas mempersiapkan pembangunan proteksi Pantura yang menghadapi ancaman serius akibat kenaikan permukaan air laut.Menurut AHY, banjir rob saat ini mengintai berbagai wilayah di Pantura, mulai dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.Kondisi tersebut diperparah dengan penurunan muka tanah atau land subsidence yang terjadi di banyak kawasan pesisir.\"Oleh karena itu, sudah menjadi urgensi untuk melakukan intervensi dalam bentuk pembangunan tanggul,\" ujar AHY.Kombinasi MangroveIa menuturkan, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa pembangunan tanggul, tetapi juga dikombinasikan dengan solusi berbasis alam, seperti penanaman mangrove dan pembangunan breakwater mangrove.\"Apabila sudah tidak lagi memungkinkan tanggul pantai mencegah banjir rob tadi, maka akan dikombinasikan dengan penanaman mangrove,\" ujarnya.AHY menyampaikan, progres perencanaan pembangunan Giant Sea Wall terus berjalan sejak Badan Otorita ditetapkan.Sejumlah kementerian dan lembaga terlibat dalam proses ini, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan serta TNI Angkatan Laut melalui Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).Pemerintah juga tengah melakukan survei dan pemetaan untuk menentukan kebutuhan infrastruktur secara detail.Di Teluk Jakarta, misalnya, proteksi direncanakan mencakup garis pantai sepanjang kurang lebih 46 kilometer.Butuh Waktu 20 TahunTerkait target realisasi, AHY menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall merupakan proyek besar dan jangka panjang.\"Ini adalah proyek besar dan jangka panjang, jadi tidak melihat satu atau dua tahun, bahkan lima, sepuluh, sampai dengan 20 tahun ke depan,\" ujarnya.Ia menambahkan, proyek ini akan melibatkan sedikitnya 17 kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.Skema pendanaan juga dirancang berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), hingga investasi dalam dan luar negeri.\"Bukan hanya membangun tanggul, tetapi kita harapkan juga mengembangkan kawasan, bahkan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi,\" pungkasnya.","publishedDateTime":"2026-01-23T10:00:12+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T00:00:00+07:00","createdAt":"2026-01-29T12:03:47.499456+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir Rob","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Pantai Utara Jawa","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kendal, Semarang, dan Demak, Jawa Tengah","province":"Jawa Tengah","regency":"Kota Semarang","district":"","village":""},"latitude":-6.9981310296822,"longitude":110.41666606362,"shortDescription":"Banjir rob di kawasan Pantura Jawa, termasuk Kendal, Semarang, dan Demak, disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut dan penurunan muka tanah. Pemerintah berupaya mengatasi masalah ini dengan membangun Giant Sea Wall dan solusi berbasis alam seperti penanaman mangrove.","description":"Pemerintah berencana membangun Giant Sea Wall di kawasan Kendal, Semarang, dan Demak, Jawa Tengah, sebagai upaya mengatasi banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari amanah Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa. Proyek ini akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah, dengan target penyelesaian hingga 20 tahun.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13517,"sourceId":"4bd3cc23b987be91096d5e9996818999","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/133339078/bmkg-juanda-peringatkan-potensi-cuaca-ekstrem-di-jatim-pada-22-24-juni-2026","title":"BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim pada 22-24 Juni 2026","author":"Azwa Safrina, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur (Jatim) yang akan terjadi selama tiga hari ke depan selama memasuki musim kemarau.Potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan akan terjadi pada 22-24 Juni 2026.Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.Namun, dia memperkirakan selama tiga hari ke depan akan ada perubahan cuaca yang dapat berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat.“Potensi cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Jatim mengakibatkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, dan angin kencang,” kata Taufiq, Selasa (23/6/2026).Potensi perubahan cuaca tersebut, menurut dia, merupakan dampak dari gangguan konvergensi lokal yang terjadi di wilayah Jatim.Konvergensi disebut seperti suhu muka laut yang menunjukkan aktivitas penguapan yang cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan cukup lembab di lapisan bawah hingga menengah.“Hal ini yang turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.Tetapi, setelah tiga hari, Taufiq memperkirakan kondisi cuaca kembali normal dan intensitas cuaca ekstrem akan melemah.Hanya saja, dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba.“Terutamanya, untuk wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing yang diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem,” pungkasnya.Potensi cuaca ekstrem itu juga terlihat dari hujan deras dan berkepanjangan yang terjadi sejak Senin, 22 Juni 2026 sampai Rabu hari ini di Surabaya.","publishedDateTime":"2026-06-23T13:33:39+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T13:33:39+07:00","createdAt":"2026-06-23T14:30:13.083654+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"cuaca","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-7.620151101582099,"longitude":112.458446074535,"shortDescription":"Potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur disebabkan oleh gangguan konvergensi lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.","description":"BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur yang diprakirakan terjadi pada 22-24 Juni 2026. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, dan angin kencang akibat gangguan konvergensi lokal. Setelah tiga hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali normal.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13482,"sourceId":"b110f32bac37a240c6f7798650cc9598","url":"https://www.kompas.com/sumatera-utara/read/2026/06/21/064345288/bmkg-peringatkan-cuaca-ekstrem-di-sumut-minggu-21-juni-2026-hujan","title":"BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut Minggu 21 Juni 2026, Hujan Petir hingga Angin Kencang","author":"Wahyu Wachid Anshory ","publisherName":"kompas.com","content":"KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Sumatera Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Minggu, 21 Juni 2026.Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah.Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang dinilai masih cukup labil, sehingga memicu pembentukan awan hujan di beberapa daerah.Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem?Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Sumatera Utara perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di bagian selatan, lereng timur, dan pantai timur.“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara bagian selatan, lereng timur, dan pantai timur yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor,” katanya dikutip dari Antara.Menurut BMKG, potensi hujan tidak merata sepanjang hari, namun dapat terjadi secara bergantian di berbagai wilayah.Bagaimana Prakiraan Cuaca Sehari Penuh di Sumatera Utara?BMKG memetakan kondisi cuaca dalam tiga periode waktu, yaitu pagi, sore hingga malam, dan dini hari.Rinciannya sebagai berikut:Pagi hari: hujan ringan berpotensi terjadi di Nias Selatan dan sekitarnyaSore hingga malam hari: hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera UtaraDini hari: hujan ringan berpotensi terjadi di Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan sekitarnyaKondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan akan berlangsung cukup lama dalam satu hari penuh, meskipun dengan intensitas yang bervariasi.Bagaimana Kondisi Suhu dan Angin di Sumatera Utara?Selain potensi hujan, BMKG juga mencatat kondisi suhu udara di Sumatera Utara pada kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius. Kelembaban udara cukup tinggi, yakni antara 67 hingga 99 persen.Sementara itu, arah angin umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.Kombinasi suhu, kelembaban, dan arah angin ini turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.Apakah Wilayah Perairan Juga Perlu Diwaspadai?Tidak hanya wilayah daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait kondisi perairan di Sumatera Utara. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan, Christen Ordain Novena Marpaung, menyebutkan bahwa potensi gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada periode 21 hingga 24 Juni 2026.Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6 hingga 25 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dengan kecepatan 10 hingga 30 knot.Kondisi ini berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian yang cukup signifikan.Wilayah perairan yang perlu diwaspadai meliputi:Perairan Timur Sumatera UtaraPerairan Barat Sumatera UtaraPerairan Barat dan Timur Kepulauan NiasPerairan Kepulauan BatuSamudra Hindia barat Kepulauan NiasUntuk gelombang:1,25 hingga 2,5 meter: berpotensi terjadi di sebagian besar perairan Sumut dan sekitarnya2,5 hingga 4 meter: berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.","publishedDateTime":"2026-06-21T06:43:45+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T06:43:45+07:00","createdAt":"2026-06-21T07:00:11.94328+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Badai","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"wilayah daratan dan perairan Sumatera Utara","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Sumatera Utara","province":"Sumatera Utara","regency":"","district":"","village":""},"latitude":2.2436881066129,"longitude":98.951070936469,"shortDescription":"Kondisi atmosfer yang labil memicu pembentukan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Utara.","description":"BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Sumatera Utara pada Minggu, 21 Juni 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah selatan, lereng timur, dan pantai timur, berpotensi menyebabkan banjir dan longsor. Prakiraan cuaca sepanjang hari menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang di hampir seluruh wilayah, dengan suhu udara berkisar 14-33 derajat Celsius dan kelembaban tinggi. Selain itu, peringatan juga dikeluarkan untuk wilayah perairan Sumatera Utara terkait potensi gelombang tinggi.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13483,"sourceId":"9957cb9c4e626947afc2de7196b57a3b","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/21/064939178/4-kubangan-pascagempa-sigi-m-67-di-taman-nasional-lore-lindu-berpotensi","title":"4 Kubangan Pascagempa Sigi M 6,7 di Taman Nasional Lore Lindu Berpotensi Picu Banjir Bandang","author":"Wahyu Wachid Anshory ","publisherName":"kompas.com","content":"SIGI, KOMPAS.com - Penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus dilakukan secara intensif oleh pemerintah pusat dan daerah.Salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan penanganan empat kubangan yang terbentuk di wilayah Nokilalaki, yang dinilai berpotensi menimbulkan bencana lanjutan jika tidak segera ditangani.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa kubangan yang terbentuk akibat pergerakan tanah pascagempa berada di kawasan perbukitan yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu.Kondisi tersebut membuat akses alat berat menjadi terbatas, sekaligus meningkatkan risiko kerusakan lingkungan jika penanganan tidak dilakukan dengan hati-hati.Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa lokasi kubangan memiliki potensi bahaya yang serius apabila dibiarkan.\"Jadi alat berat yang susah masuk itu terkait dengan potensi ancaman bencana di atas gunung yang lokasinya masuk dalam kawasan di Taman Nasional Lore Lindu,\" kata Suharyanto saat berada di Nokilalaki, Sigi, Sabtu (20/6/2026) dikutip dari Antara.Ia menambahkan bahwa kubangan tersebut berpotensi memicu banjir bandang di wilayah bawah jika tidak segera diatasi.Bagaimana Metode Penanganan yang Akan Dilakukan?Berbeda dengan penanganan bencana pada umumnya yang menggunakan alat berat, kali ini BNPB memutuskan pendekatan yang lebih ramah lingkungan karena lokasi berada di kawasan konservasi.Penanganan longsoran dan kubangan di atas perbukitan tersebut tidak akan menggunakan ekskavator atau alat berat lainnya. Sebagai gantinya, pemerintah akan menggunakan metode pengaliran air.\"Sudah ada kesepakatan bahwa longsoran di atas gunung itu akan dijebol menggunakan pompa alkon,\" katanya menjelaskan.Metode ini dipilih untuk mengurangi dampak kerusakan terhadap ekosistem Taman Nasional Lore Lindu sekaligus tetap mengurangi risiko bencana lanjutan.Apa Peran Pemerintah Daerah dalam Penanganan Ini?Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan, mengingat lokasi terdampak berada di kawasan konservasi.Ia juga menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan membutuhkan izin khusus dari pihak berwenang karena berada dalam wilayah taman nasional.\"Untuk penanganan ini harus berhati-hati dan memang harus ada izin khusus sebab berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu,\" kata Rizal.Dengan demikian, koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan penanganan di lapangan.Seberapa Besar Dampak Gempa di Kabupaten Sigi?Berdasarkan data BPBD Sigi per 20 Juni, dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut cukup luas, dengan rincian sebagai berikut:2.335 rumah rusak1.955 rusak ringan226 rusak sedang154 rusak beratSelain itu, total warga terdampak mencapai 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, tercatat:17 orang mengalami luka berat108 orang mengalami luka ringan3 orang meninggal dunia.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa yang mengguncang wilayah Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu terjadi pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.Gempa tersebut tercatat sebagai gempa tektonik dengan magnitudo 6,7 yang cukup kuat dan dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.","publishedDateTime":"2026-06-21T06:49:39+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T06:49:39+07:00","createdAt":"2026-06-21T07:30:17.743361+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gempa Bumi","severity":"Tinggi","eventStatus":"selesai","damagedObject":"2.335 rumah","victim":"3 meninggal dunia, 125 terluka","location":{"full_address":"Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah","province":"Sulawesi Tengah","regency":"Sigi","district":"","village":""},"latitude":-1.1367229587465,"longitude":119.91750769146,"shortDescription":"Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 terjadi di Sulawesi Tengah, menyebabkan terbentuknya kubangan yang berpotensi banjir bandang dan kerusakan infrastruktur.","description":"Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Gempa ini menyebabkan 4 kubangan pascagempa terbentuk di wilayah Nokilalaki, Taman Nasional Lore Lindu, yang berpotensi memicu banjir bandang. Selain itu, gempa juga mengakibatkan 2.335 rumah rusak, 8.586 jiwa terdampak, 3 orang meninggal dunia, dan 125 orang luka-luka.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13484,"sourceId":"c16b7a4c0a1afbb1b5a64baed89f0361","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/21/125608378/warganya-terkena-awan-panas-bupati-lumajang-perintahkan-aktivitas-tambang","title":"Warganya Terkena Awan Panas, Bupati Lumajang Perintahkan Aktivitas Tambang Pasir Berakhir Jam 6 Sore","author":"Miftahul Huda, Icha Rastika","publisherName":"kompas.com","content":"LUMAJANG, KOMPAS.com - Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan aktivitas pertambangan pasir berakhir pukul 18.00 WIB.Kebijakan ini diambil menyusul tragedi penambang pasir tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Sungai Besuk Kobokan, Sabtu (20/6/2026) dini hari.\"Aktivitas tambang pasir hendaknya berakhir pukul 18.00 WIB, di atas jam 6 sore tidak boleh lagi ada aktivitas pertambangan,\" kata Indah di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Minggu (21/6/2026).Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33) warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tertimbun material sisa Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, Sabtu (20/6/2026).Veri mendapatkan perawatan intensif di Ruang ICU RSUD dr Haryoto Lumajang.Ia mengalami luka bakar mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya.Indah menyampaikan, sampai saat ini banyak aktivitas tambang pada malam hari meski sudah dilarang oleh pemerintah.Padahal, aktivitas malam di area pertambangan sangat berbahaya karena jarak pandang yang terbatas.Ditambah, kondisi Gunung Semeru yang fluktuatif sewaktu-waktu bisa mengeluarkan APG maupun banjir lahar.\"Di Gunung Semeru masih ada jutaan ton material, ini sangat berisiko apalagi di atas gunung sering hujan, apabila material itu terbawa sangat berbahaya,\" ucap dia. Dalam waktu dekat, Indah berencana melakukan koordinasi dengan para kepala desa yang terdapat aktivitas pertambangan agar memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan di malam hari.Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tengara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.","publishedDateTime":"2026-06-21T12:56:08+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T12:56:08+07:00","createdAt":"2026-06-21T13:30:15.354485+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gunung Meletus","severity":"Tinggi","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Penambang pasir","victim":"1 orang terluka","location":{"full_address":"Sungai Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Lumajang","district":"Candipuro","village":"Sumberwuluh"},"latitude":-7.3339013390066,"longitude":112.38699566881,"shortDescription":"Aktivitas pertambangan pasir di Sungai Besuk Kobokan terdampak oleh awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, menyebabkan seorang penambang tertimbun material dan mengalami luka bakar.","description":"Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33) warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru pada Sabtu (20/6/2026) dini hari saat beraktivitas di Sungai Besuk Kobokan. Korban mengalami luka bakar mencapai 80 persen dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Akibat kejadian ini, Bupati Lumajang memerintahkan aktivitas pertambangan pasir berakhir pukul 18.00 WIB.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13485,"sourceId":"bf0d0492dea2f2dc98697f36ad97d6c9","url":"https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/21/130000865/siklon-tropis-mekkhala-diprediksi-menguat-jadi-kategori-3-ini-dampaknya","title":"Siklon Tropis Mekkhala Diprediksi Menguat Jadi Kategori 3, Ini Dampaknya bagi Indonesia","author":"Fatimah Az Zahra, Inten Esti Pratiwi","publisherName":"kompas.com","content":"KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Siklon Tropis Mekkhala di wilayah Indonesia.Dalam unggahannya di media sosial Instagram, BMKG memprediksi siklon tropis tersebut berpotensi meningkat intensitasnya. \"Siklon Tropis Mekkhala berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W yang mulai memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB,\" demikian pernyataan BMKG melalui unggahan akun resminya, @infobmkg, pada Minggu (21/6/2026).Siklon tropis adalah sistem cuaca berupa pusaran angin besar yang terbentuk di atas perairan laut hangat di wilayah tropis dan subtropis. Siklon tropis berpotensi memicu cuaca ekstrem yang berdampak luas, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.Dalam kondisi terburuk, fenomena ini dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi.Lantas, apa dampak Siklon tropis Mekkhala bagi Indonesia?Siklon Tropis Mekkhala menguat jadi kategori 3Prakirawan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Azhari Putri Cempaka, mengatakan Siklon Tropis Mekkhala saat ini berada di Laut Filipina, utara Papua.\"Saat ini Siklon Tropis Mekkhala berada di Laut Filipina utara Papua. Kecepatan angin maksimum mencapai 50 knot atau 90 km/jam, dengan tekanan pusat 990 hPa,\" ujar Azhari saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/6/2026).Menurut dia, dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Mekkhala diprakirakan terus menguat hingga mencapai kategori 3.\"Dalam 24 jam ke depan diprakirakan mengalami peningkatan intensitas menjadi kategori 3 dan bergerak ke arah barat-barat laut,\" kata Azhari.Pada fase tersebut, kecepatan angin maksimum diperkirakan meningkat menjadi 70 knot atau sekitar 130 km/jam dengan tekanan udara minimum di pusat siklon mencapai 970 hPa.Meski demikian, sistem cuaca tersebut diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.Dampak tidak langsung terhadap IndonesiaAzhari menjelaskan, dampak Siklon Tropis Mekkhala terhadap Indonesia masih bersifat tidak langsung.Dampak tersebut antara lain berupa gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25-2,5 meter) di Samudra Pasifik utara Maluku. \"Dampak terhadap Indonesia masih bersifat tidak langsung, terutama berupa gelombang kategori sedang 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Senin, 22 Juni 2026 pukul 07.00 WIB,\" ujarnya.Azhari mengimbau agar masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah yang berpotensi terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.Hal itu disebabkan adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi","publishedDateTime":"2026-06-21T13:00:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T13:00:00+07:00","createdAt":"2026-06-21T13:30:15.354485+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Badai","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Samudra Pasifik utara Maluku","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Laut Filipina, utara Papua","province":"Papua","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-1.94466747862035,"longitude":136.66493923013002,"shortDescription":"Siklon Tropis Mekkhala diprediksi menguat menjadi Kategori 3 dan berpotensi menyebabkan gelombang tinggi di wilayah Indonesia.","description":"Siklon Tropis Mekkhala, yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W, mulai memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB. Siklon ini diprediksi akan menguat menjadi Kategori 3 dalam 24 jam ke depan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 130 km/jam. Meskipun bergerak menjauhi Indonesia, siklon ini berpotensi menyebabkan dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi sedang (1,25-2,5 meter) di Samudra Pasifik utara Maluku hingga 22 Juni 2026.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13486,"sourceId":"13b485f286e24659c6002ad3c7f8e2fe","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/21/155606878/penambang-yang-tertimbun-apg-semeru-meninggal-dunia-alami-luka-bakar-80","title":"Penambang yang Tertimbun APG Semeru Meninggal Dunia, Alami Luka Bakar 80 Persen","author":"Miftahul Huda, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"LUMAJANG, KOMPAS.com - Penambang pasir yang tertimbun sisa material Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, meninggal dunia pada Minggu (21/6/2026).Sebelumnya, seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tertimbun material sisa Awan Panas Guguran Gunung Semeru pada Sabtu, 20 Juni 2026.Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang, lantaran mengalami luka bakar mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya.Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto, mengatakan bahwa korban meninggal dunia pukul 07.47 WIB, di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang.\"Iya meninggal dunia pukul 07.47 pagi tadi,\" kata Wawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/6/2026).Wawan menjelaskan bahwa penyebab kematian korban adalah luka bakar yang mencapai 80 persen.\"Luka bakar 80 persen jadi penyebab meninggalnya korban,\" ungkapnya.Dia lantas memastikan bahwa RSUD dr. Haryoto Lumajang telah memberikan penanganan terbaik untuk menyelamatkan nyawa korban.Merespons kejadian tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan evaluasi aktivitas pertambangan pasir di aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru agar berakhir pukul 18.00 WIB.\"Aktivitas tambang pasir hendaknya berakhir pukul 18.00 WIB, di atas jam 6 sore tidak boleh lagi ada aktivitas pertambangan,\" kata Indah di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Sabtu.Indah menyebut, sampai saat ini masih banyak aktivitas tambang di malam hari, meski sudah dilarang oleh pemerintah.Larangan dilakukan karena aktivitas malam di area pertambangan sangat berbahaya lantaran jarak pandang yang terbatas.Ditambah lagi, kondisi Gunung Semeru yang fluktuatif sewaktu-waktu bisa mengeluarkan APG maupun banjir lahar.\"Di Gunung Semeru masih ada jutaan ton material, ini sangat berisiko apalagi di atas gunung sering hujan, apabila material itu terbawa sangat berbahaya,\" ujar Indah.Dalam waktu dekat, Indah berencana untuk melakukan koordinasi dengan para kepala desa yang terdapat aktivitas pertambangan agar memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan di malam hari.Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau, warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer (km) dari puncak.","publishedDateTime":"2026-06-21T15:56:06+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T15:56:06+07:00","createdAt":"2026-06-21T16:30:19.675503+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gunung Meletus","severity":"Tinggi","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Penambang pasir","victim":"1 meninggal dunia","location":{"full_address":"Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Lumajang","district":"Candipuro","village":"Sumberwuluh"},"latitude":-7.3339013390066,"longitude":112.38699566881,"shortDescription":"Penambang pasir tertimbun sisa material APG Gunung Semeru dan mengalami luka bakar parah.","description":"Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33) meninggal dunia pada Minggu (21/6/2026) pukul 07.47 WIB di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang setelah tertimbun sisa material Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru pada Sabtu (20/6/2026) dan mengalami luka bakar mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya. Kejadian ini mendorong Bupati Lumajang untuk mengevaluasi aktivitas pertambangan pasir.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13487,"sourceId":"862a9801b3e9e502002b0bdf44fa7f54","url":"https://nasional.kompas.com/read/2026/06/21/18160871/penyintas-bencana-di-pidie-jaya-manfaatkan-dana-stimulan-jadi-modal-usaha","title":"Penyintas Bencana di Pidie Jaya Manfaatkan Dana Stimulan Jadi Modal Usaha","author":"Tsabita Naja, Sri Noviyanti","publisherName":"kompas.com","content":"KOMPAS.com - Bantuan dana stimulan yang disalurkan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya berguna untuk memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan ekonomi keluarga.Di tengah proses pemulihan pascabencana, warga mulai membangun kembali sumber penghidupan melalui usaha-usaha kecil yang tumbuh di kawasan hunian sementara (huntara).Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, menjadi salah satu penerima manfaat yang menggunakan bantuan tersebut untuk memperbaiki rumah yang rusak dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.Namun, proses pemulihan yang dijalaninya tidak mudah karena banjir kembali terjadi ketika rumahnya masih dalam tahap pembersihan.Di tengah keterbatasan tersebut, Milawati memilih untuk bangkit. Bersama keluarganya, ia membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual berbagai makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,\" ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2026).Milawati mengaku bantuan stimulan sebesar Rp 8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp 200.000, sangat membantu proses pemulihan keluarganya.Saat ini, ia tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu orang masih menempuh pendidikan di pesantren.Kisah serupa dialami Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya. Sebagian dana stimulan yang diterimanya dimanfaatkan sebagai modal usaha kecil yang kini dijalankannya di kawasan huntara.\"Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari,\" kata Salwati.Berbagai makanan dan minuman dijualnya untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.Tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan huntara menunjukkan bahwa bantuan dari Satgas PRR tidak hanya berfungsi memulihkan kerusakan fisik akibat bencana, tetapi juga menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi masyarakat.Hal tersebut terlihat dari aktivitas warga yang mulai membangun kembali kemandirian dan optimisme untuk menata kehidupan yang lebih baik.Kisah Milawati dan Salwati menjadi gambaran bahwa terdapat semangat untuk bangkitdi balik bencana.Melalui dukungan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak, masyarakat Pidie Jaya perlahan membangun kembali kehidupan mereka, menjadikan bantuan yang diterima bukan sekadar sarana pemulihan, tetapi juga harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.","publishedDateTime":"2026-06-21T18:16:08+07:00","eventDateTime":"2026-06-21T18:16:08+07:00","createdAt":"2026-06-21T19:00:17.587119+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"rumah warga, kawasan hunian sementara","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kabupaten Pidie Jaya, Aceh","province":"Aceh","regency":"Pidie Jaya","district":"","village":""},"latitude":5.2279938751574,"longitude":96.253221158012,"shortDescription":"Banjir melanda Pidie Jaya, namun warga memanfaatkan dana stimulan untuk pemulihan dan memulai usaha.","description":"Bencana hidrometeorologi berupa banjir melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyebabkan kerusakan rumah warga dan menyisakan lumpur. Meskipun terdampak banjir, warga seperti Milawati dan Salwati memanfaatkan dana stimulan pascabencana untuk memperbaiki rumah dan memulai usaha kecil di kawasan hunian sementara (huntara) guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membangkitkan ekonomi keluarga. Bantuan ini tidak hanya memulihkan kerusakan fisik tetapi juga menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan harapan baru bagi masyarakat.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13488,"sourceId":"470a4c80a1a89a60d0e01acf29732fad","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/071105078/7-bulan-usai-banjir-bandang-ratusan-keluarga-di-padang-masih-krisis-air","title":"7 Bulan Usai Banjir Bandang, Ratusan Keluarga di Padang Masih Krisis Air Bersih","author":"Rahmat Panji , Ihsanuddin","publisherName":"kompas.com","content":"PADANG, KOMPAS.com - Hampir tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, ratusan keluarga di Kecamatan Kuranji masih mengalami krisis air bersih.Hingga Senin (22/6/2026), warga di sejumlah kelurahan masih mengandalkan pasokan air bersih dari armada tangki darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Krisis air bersih ini merupakan dampak lanjutan dari kerusakan saluran irigasi akibat banjir bandang yang terjadi pada November 2025.Rusaknya infrastruktur tersebut tidak hanya mengganggu sektor pertanian, tetapi juga berdampak pada sumber air warga.Selama ini, sumur-sumur galian masyarakat mengandalkan resapan dari saluran irigasi yang melintasi Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Nanggalo.Ketika aliran irigasi terputus, sumber air tanah warga ikut mengering. Kondisi itu diperparah oleh musim kemarau yang menyebabkan pasokan air semakin terbatas.Akibatnya, warga tidak memiliki alternatif sumber air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).Bergantung pada Bantuan Air TangkiNova, warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, mengatakan bantuan air bersih dari pemerintah sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan air.\"Alhamdulillah, semenjak ada bantuan air ini sangat membantu keluarga di sekitar Korong Gadang Kuranji. Sangat meringankan kebutuhan air kami,\" ujar Nova.Meski demikian, ia berharap pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak agar warga tidak terus bergantung pada bantuan darurat.\"Kekeringan ini akibat galado. Ke depan, kami sangat berharap air irigasi yang biasa kami pakai bisa kembali pulih dan normal. Warga sangat berharap pemerintah segera memperbaiki irigasi tersebut,\" katanya.Distribusi Air Capai 93.000 Liter per HariUntuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus mendistribusikan bantuan air bersih setiap hari.Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, petugas bahkan harus bekerja hingga larut malam karena tingginya kebutuhan air di sejumlah wilayah.\"Setiap hari sampai larut malam, petugas terus bergerak memasok air bersih untuk warga,\" ujar Hendri.Berdasarkan data per Juni 2026, armada gabungan BPBD dan Damkar mampu menyalurkan hingga 93.000 liter air bersih per hari menggunakan lima unit mobil tangki.Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Kuranji, Kecamatan Pauh, Kecamatan Koto Tangah, serta kawasan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas bencana.Sejak masa tanggap darurat dimulai pada November 2025 hingga Juni 2026, total air bersih yang telah disalurkan kepada warga mencapai sekitar 20 juta liter.Menurut Hendri, distribusi air akan terus dilakukan hingga pasokan air bersih masyarakat kembali normal.\"Meskipun bencana telah terjadi beberapa bulan yang lalu, namun masih ada sejumlah kawasan yang mengalami kendala pasokan air bersih. Karena itu BPBD bersama Damkar Kota Padang tetap hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,\" ujar Hendri.Ia menambahkan, kelancaran distribusi air bersih juga didukung oleh Perumda Air Minum Kota Padang sebagai pemasok utama air bersih bagi warga terdampak.","publishedDateTime":"2026-06-22T07:11:05+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T07:11:05+07:00","createdAt":"2026-06-22T08:00:20.735+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"saluran irigasi, sumur warga, infrastruktur","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kota Padang, Sumatera Barat","province":"Sumatera Barat","regency":"Kota Padang","district":"","village":""},"latitude":-0.9438311653765701,"longitude":100.37987839152001,"shortDescription":"Banjir bandang pada November 2025 merusak saluran irigasi di Kota Padang, menyebabkan krisis air bersih berkepanjangan bagi ratusan keluarga di Kecamatan Kuranji karena sumur warga mengering.","description":"Hampir tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, pada November 2025, ratusan keluarga di Kecamatan Kuranji masih mengalami krisis air bersih hingga Senin (22/6/2026). Krisis ini merupakan dampak lanjutan dari kerusakan saluran irigasi akibat banjir bandang tersebut, yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering dan mereka bergantung pada pasokan air dari armada tangki darurat. Pemerintah Kota Padang melalui BPBD dan Damkar terus mendistribusikan air bersih, menyalurkan hingga 93.000 liter per hari, untuk memenuhi kebutuhan warga di beberapa kecamatan terdampak dan kawasan hunian sementara.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13489,"sourceId":"62bc58be5719ec5a48e0b1ff99015fec","url":"https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/06/22/122100682/-hoaks-tsunami-di-wilayah-mamboro-pasca-gempa-palu-pada-juni-2026","title":"[HOAKS] Tsunami di Wilayah Mamboro Pasca-Gempa Palu pada Juni 2026","author":"Luqman Sulistiyawan, Bayu Galih","publisherName":"kompas.com","content":"KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan wilayah Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah dilanda tsunami kecil.Unggahan itu muncul usai terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 di wilayah Palu pada Selasa (16/6/2026).Namun, setelah ditelusuri video yang diklaim menampilkan tsunami kecil di wilayah Mamboro, Kota Palu merupakan hoaks.Narasi yang beredarVideo yang mengeklaim tsunami kecil melanda wilayah Mamboro, Palu dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.Video itu menampilkan gelombang air yang menghantam sebuah bangunan. Video diberi keterangan sebagai berikut:oh yang Allah tsunami kecill terjadi di jln mamboro @sorotan Palu, Sulawesi TengahPenelusuran Kompas.comDiberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepala BNPB, Abdul Muhari mengatakan, gempa di Palu pada Selasa (16/6/2026) tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sebab, pusat gempa berada di daratan.\"Ini gempa darat, jadi gempa darat ini karena juga agak jauh di daratan tidak di pinggir laut jadi ini tidak berpotensi tsunami dan tidak ada tsunami yang terjadi kemarin di Palu,\" kata Muhari Rabu (17/6/2026).Sampai saat ini, tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel terjadi tsunami di Palu pasca gempa pada Selasa (16/6/2026). Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri video yang diklaim menampilkan tsunami kecil di wilayah Mamboro menggunakan teknik reverse image search.Hasilnya, diketahui bahwa video itu telah beredar sejak November 2025. Video identik dengan unggahan di akun Instagram ini dan Facebook ini.Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah momen ketika gelombang pasang menerjang sebuah rumah di pesisir Barangay Paltic, Dingalan, Provinsi Aurora, Filipina pada 9 November 2025.Gelombang pasang itu terjadi karena wilayah tersebut dihantam topan super Fung-wong.Dikutip dari DW, topan super Fung-wong menghantam wilayah Filipina pada November 2025.Bencana itu menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan setidaknya lima orang dan membuat sekitar 1,4 juta orang mengungsi.Angin topan Fung-wong terbesar terjadi wilayah pesisir Provinsi Aurora dengan kecepatan angin mencapai 185 kilometer per jam dan hembusan angin hingga 230 kilometer per jam.KesimpulanVideo yang mengeklaim terjadi tsunami di Mamboro pasca-gempa di Palu pada Selasa (16/6/2026) adalah hoaks.Adapun video itu adalah momen ketika terjadi topan super Fung-wong di pesisir Barangay Paltic, Provinsi Aurora, Filipina pada 9 November 2025. BNPB telah menegaskan bahwa gempa di Palu pada Selasa (16/6/2026) tidak berpotensi menimbulkan tsunami.","publishedDateTime":"2026-06-22T12:21:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T12:21:00+07:00","createdAt":"2026-06-22T13:00:19.997558+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gempa Bumi","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"wilayah Mamboro","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Palu, Sulawesi Tengah","province":"Sulawesi Tengah","regency":"Kota Palu","district":"","village":""},"latitude":-0.8922215297839851,"longitude":119.863840180735,"shortDescription":"Video yang diklaim sebagai tsunami di Mamboro, Palu, pasca gempa adalah hoaks. Video tersebut sebenarnya adalah momen gelombang pasang akibat topan super Fung-wong di Filipina pada November 2025.","description":"Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim menampilkan tsunami kecil di wilayah Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa Magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026). Namun, klaim tersebut dipastikan hoaks oleh BNPB karena gempa berpusat di daratan dan tidak berpotensi tsunami. Video yang beredar ternyata berasal dari Filipina pada November 2025 saat topan super Fung-wong menerjang.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13490,"sourceId":"9e6eddf52a77ec39e25aa896729f787a","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/152413778/puluhan-tahun-tak-tersentuh-pln-kisah-warga-desa-tepal-di-sumbawa-bangun","title":"Puluhan Tahun Tak Tersentuh PLN, Kisah Warga Desa Tepal di Sumbawa Bangun PLTMH Mandiri","author":"Susi Gustiana, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SUMBAWA, KOMPAS.com - Hujan baru saja reda di pemukiman warga Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 21 Juni 2026 sore.Salah satu warga, Haris, sedang duduk di depan pelataran rumah sembari menyeruput kopi. Ada juga warga yang berjalan sambil membawa payung.Para perempuan tampak asyik dengan aktivitas masing-masing di rumah panggung ditemani kudapan hangat dengan cahaya lampu listrik yang menyala.Di saat banyak wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan kota besar lainnya mengalami pemadaman listrik, lampu-lampu rumah warga di dataran tinggi wilayah pedalaman pegunungan Batulanteh ini tetap menyala terang.Selama puluhan tahun, desa ini belum terjangkau jaringan listrik negara, namun warganya hidup tenang berkat kemandirian energi terbangun.“Kami masih menggunakan sistem listrik mandiri berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan ada juga yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara mandiri,” ujar Haris Nasution, seorang pemuda warga Desa Tepal.Menurut Haris, pemanfaatan aliran sungai sebagai sumber energi telah dimulai puluhan tahun lalu yang dikelola melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Puncak Ngengas.Desa ini memiliki tiga sumber mata air yang keberadaannya masih terjaga baik, menjadikan Tepal sebagai wilayah yang kaya potensi energi terbarukan dan ramah lingkungan.Sejarah pembangunan sistem PLTMH ini bermula pada tahun 2009. Berawal dari inisiatif warga yang mengajukan permohonan penyediaan listrik, pembangunan PLTMH pertama bertepatan dengan program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.“Alhamdulillah, kami bertahan sampai belasan tahun. Listrik ini sangat membantu, terutama untuk kegiatan warga untuk ibadah dan pendidikan,” ungkap Ahdar, warga desa yang berjuang untuk PLTMH di Desa Tepal pada tahap pengusulan hingga kini.Keberhasilan pembangkit pertama mendorong pembangunan PLTMH kedua pada tahun 2013 dengan dukungan dari Kementerian Koperasi.Dikelola secara mandiri oleh koperasi, sistem ini berjalan cukup stabil. Biaya iuran listrik ditetapkan berdasarkan beban pemakaian, dengan rata-rata berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per bulan.“Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk biaya perawatan, meski jumlahnya sering kali belum mencukupi,” kata Ahdar.Namun, melalui semangat gotong royong, warga tetap berupaya menjaga sistem ini agar terus beroperasi dan menerangi desa mereka.“Kami lebih mudah beraktivitas di malam hari setelah ada listrik,” kata salah satu warga, Nurhayati.Dia mengatakan, energi listrik dari PLTMH biasanya menyala saat malam hari, namun saat pagi dan siang akan bergilir mati lampu.“Kalau malam diupayakan listrik menyala di semua rumah. Jika pagi dan siang, untuk menghemat maka ada rumah yang listriknya mati,” ujar Nurhayati.Kepala Desa Tepal, Sudirman, menegaskan bahwa keberadaan PLTMH sangat terasa manfaatnya bagi keberlangsungan hidup warga. Dia pun mengenang masa-masa sulit sebelum adanya listrik.“Dulu sebelum ada listrik, kami menggunakan dila, lampu sederhana yang terbuat dari sumbu dan minyak tanah,” kenang Sudirman.Dia menyebut, kehadiran listrik mengubah segalanya. Dulu, malam hari terasa sunyi dan gelap sehingga anak-anak sulit belajar, dan aktivitas ekonomi harus berhenti segera setelah matahari terbenam. Kini, penerangan mengubah pola hidup masyarakat.Sudirman juga menyampaikan bahwa pihak PLN telah dua kali melakukan sosialisasi rencana pembangunan gardu dan penyambungan jaringan listrik negara ke desa ini.Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum terealisasi. Padahal, akses jalan menuju Desa Tepal kini sudah beraspal hotmix.“Padahal sekarang jalan ke Tepal sudah bagus, seharusnya PLN sudah bisa masuk ke sini,” ujar Haris.Tantangan Teknis, Usia hingga CuacaMeski mampu bertahan lebih dari satu dekade, sistem energi mandiri ini kini menghadapi tantangan yang cukup berat.Dari dua pembangkit yang dibangun di Desa Tepal, saat ini hanya tersisa satu unit PLTMH yang masih berfungsi normal.“Ada alat dan rakitan turbin yang rusak, sehingga yang beroperasi sekarang hanya satu PLTMH saja,” ungkap Haris.Masalah utama terletak pada komponen inti pembangkit. Bagian paling sering rusak adalah runner atau baling-baling turbin yang kerap patah, serta kerusakan pada poros generator.Perbaikan menjadi sulit dan memakan waktu lama karena sebagian besar suku cadang harus didatangkan dari luar daerah, seperti dari Bandung. Proses pemesanan hingga pemasangan ulang bisa memakan waktu berbulan-bulan.Selain usia pakai alat yang sudah tua, masalah teknis lain muncul dari sisi desain dan pengelolaan.Kapasitas terpasang pembangkit sebenarnya dirancang sekitar 40-50 kWh, namun daya yang dihasilkan di lapangan ternyata jauh lebih kecil dari perhitungan awal.Masalah operasional juga dipengaruhi kondisi alam. Sairman, salah satu pengelola, menceritakan kesulitan yang dihadapi operator.“Saat banjir, operator harus bekerja keras menyalakan dan menjaga turbin. Begitu pula saat musim kemarau, debit air sungai berkurang drastis,” ungkap Sairman.Cuaca ekstrem menjadi tantangan tambahan. Hujan deras berisiko memicu tanah longsor yang mengganggu aliran air, sementara angin kencang sering kali menumbangkan pohon yang bisa merobohkan atau merusak saluran pipa pembawa air ke turbin.Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Teknologi Sumbawa dalam kajian berjudul Evaluasi Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Tepal.Penelitian tersebut menyoroti perlunya perbaikan desain dan pemeliharaan rutin agar kinerja pembangkit lebih andal.Meskipun skalanya kecil jika dibandingkan dengan konsumsi energi nasional atau daerah yang mencapai 617,53 megawatt pada beban puncak, model energi mandiri di Desa Tepal menyimpan potensi besar.Jika diterapkan di ratusan desa terpencil lain yang memiliki potensi sumber daya air atau matahari serupa, dampaknya terhadap pengurangan emisi karbon akan sangat signifikan.Potensi ini berdasarkan hasil riset bisa ditingkatkan lagi dengan mengembangkan sistem energi hibrida, yaitu menggabungkan PLTMH yang sudah ada dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).Wilayah Sumbawa memiliki intensitas radiasi matahari yang sangat tinggi, sehingga panel surya bisa menjadi solusi pasokan tambahan, terutama saat musim kemarau ketika debit air sungai menurun.Perhitungan menunjukkan bahwa penambahan sistem PLTS berkapasitas sekitar 30 kilowatt saja dapat menghasilkan rata-rata 54.000 kWh listrik per tahun. Energi tambahan ini berpotensi menghindari emisi karbon sekitar 46 ton CO₂ per tahun.Jika digabungkan dengan produksi energi dari PLTMH yang sudah berjalan, sistem hibrida ini mampu menekan emisi hingga 180-190 ton CO2 per tahun jika dibandingkan dengan penggunaan listrik berbahan bakar bahan bakar fosil.Angka ini membuktikan bahwa inisiatif energi berbasis masyarakat memiliki kontribusi nyata dalam agenda dekarbonisasi energi nasional, meskipun skalanya relatif kecil.\"Ketika debit air sungai menurun pada musim kemarau dan produksi listrik PLTMΗ menurun, pembangkit listrik tenaga surya dapat mengambil peran untuk menutupi kekurangan daya,” kata Haris.Dia pun mendukung perpaduan sistem energi hybrid di Desa Tepal agar warga tetap bisa merasakan nyala lampu yang terang setiap waktu. Meski akan tetap berpengaruh karena adanya faktor perubahan iklim berupa cuaca ekstrem dan lain-lain.Tantangannya, menurut dia, inisiatif ini belum sepenuhnya didukung oleh kerangka regulasi yang memadai untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan dan pendanaan jangka panjang.Dukungan Pemprov NTB dan IESRPemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah berkomitmen untuk mencapai target Emisi Nol Bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050.Komitmen ini sejalan dengan langkah daerah lain di Indonesia, seperti Bali yang menargetkan NZE pada 2045 dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2050.Sebagai lembaga penelitian dan pemikir yang mendorong percepatan transisi energi, Institute for Essential Services Reform (IESR) menyatakan kesiapannya mendukung NTB mencapai target tersebut melalui pendampingan teknis dan penyusunan strategi transisi energi.Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara IESR dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur NTB pada Selasa, 3 Juni 2026.Fabby Tumiwa, Direktur Utama IESR, menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan meliputi pengembangan ekosistem pendukung transisi energi hingga mendorong investasi di sektor energi terbarukan.“Sebagai langkah awal, IESR telah menerbitkan kajian berjudul Pulau Berbasis 100 persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik,\" kata Fabby.\"Kajian ini menunjukkan bahwa Pulau Sumbawa berpotensi memenuhi seluruh kebutuhan listriknya dari energi terbarukan, terutama energi surya dengan potensi mencapai 8,64 GW,” ujarnya lagi.Pengalaman IESR dalam menyusun Peta Jalan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Sektor Ketenagalistrikan juga diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi NTB dalam merancang strategi menuju NZE.Fabby juga menyinggung instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan 100 GW energi surya yang akan menyasar sekitar 80.000 desa di seluruh Indonesia.Menurut dia, ini adalah momentum besar bagi daerah untuk berkontribusi pada target nasional.“IESR bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menerbitkan kajian The Solar Archipelago: Indonesia’s 100 GW Leap to Energy Sovereignty. Dokumen ini memuat strategi implementasi pembangunan PLTS 100 GW dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Kami melihat ini sebagai peluang emas bagi daerah,” katanya.Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik inisiatif dan dukungan dari IESR. Dia menegaskan bahwa NTB membutuhkan peta jalan menuju NZE 2050 yang jelas, terukur, dan mampu menjadi arah pembangunan daerah.Selain itu, dia melihat potensi besar energi terbarukan di NTB sebagai penggerak transformasi ekonomi daerah.“IESR dapat memberikan masukan strategis untuk mengarusutamakan energi terbarukan. Namun, dalam masa transisi energi seperti saat ini, inisiatif menuju NZE juga perlu mendapat dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat,” pungkas Iqbal.","publishedDateTime":"2026-06-22T15:24:13+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T15:24:13+07:00","createdAt":"2026-06-22T16:00:18.117042+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Jaringan listrik PLN","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat","province":"Nusa Tenggara Barat","regency":"Sumbawa","district":"Batulanteh","village":"Tepal"},"latitude":-8.6266482436133,"longitude":117.17861188781,"shortDescription":"Warga Desa Tepal membangun dan mengelola sistem energi mandiri berupa PLTMH dan PLTS karena belum terjangkau jaringan PLN, menghadapi tantangan teknis dan operasional.","description":"Warga Desa Tepal di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, telah membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara mandiri selama puluhan tahun karena belum terjangkau jaringan PLN. Sistem ini dimulai sejak tahun 2009 dan dikelola oleh koperasi warga, meskipun kini menghadapi tantangan teknis seperti kerusakan alat dan kesulitan suku cadang, serta kendala operasional akibat banjir, kemarau, dan cuaca ekstrem. Inisiatif ini menunjukkan potensi besar energi terbarukan di daerah terpencil dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13491,"sourceId":"955cd20e1bf1956f071ec2e70d446ad4","url":"https://bandung.kompas.com/read/2026/06/22/153406178/atasi-banjir-pemkab-bakal-normalisasi-irigasi-dan-sungai-di-wilayah-utara","title":"Atasi Banjir, Pemkab Bakal Normalisasi Irigasi dan Sungai di Wilayah Utara Kabupaten Bogor","author":"Putra Ramadhani Astyawan, Novita Rahmawati","publisherName":"kompas.com","content":"BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal melakukan normalisasi saluran irigasi dan sungai untuk mencegah banjir di wilayah Bogor bagian utara yaitu Ciseeng, Parung dan Rancabungur.Kondisi cuaca yang relatif cerah dan intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi saat ini menjadi momentum yang tepat untuk melaksanakan normalisasi yang selama ini menjadi titik penyebab genangan serta banjir.\"Kita ingin menuntaskan sejumlah lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir. Saat banjir terjadi tentu kita tidak bisa melakukan normalisasi. Karena itu, ketika kondisi cuaca mendukung seperti saat ini, kita harus bergerak cepat melakukan penataan dan normalisasi saluran irigasi maupun sungai,\" kata Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).Normalisasi ini untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi dan sungai agar dapat beroperasi secara optimal dalam mengalirkan air dan mengurangi risiko banjir.Pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat, terutama bagi bangunan di area saluran irigasi dan sempadan yang menghambat fungsi aliran air.Setelah sosialisasi dan pemberitahuan, diharapkan ada kesadaran bersama untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi dan sungai sebagaimana mestinya.\"Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, persoalan banjir yang hampir selalu terjadi saat hujan di wilayah utara Kabupaten Bogor dapat kita tuntaskan bersama,\" katanya.","publishedDateTime":"2026-06-22T15:34:06+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T15:34:06+07:00","createdAt":"2026-06-22T16:30:19.792824+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"saluran irigasi dan sungai","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Wilayah Utara Kabupaten Bogor, Ciseeng, Parung dan Rancabungur","province":"Jawa Barat","regency":"Bogor","district":"Rancabungur","village":"Rancabungur"},"latitude":-6.5373988724359,"longitude":106.70528045212,"shortDescription":"Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan normalisasi irigasi dan sungai untuk mencegah banjir di wilayah utara.","description":"Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan normalisasi saluran irigasi dan sungai di wilayah utara, meliputi Ciseeng, Parung, dan Rancabungur, untuk mencegah banjir. Langkah ini diambil saat cuaca cerah dan intensitas hujan tidak tinggi, yang dianggap sebagai momentum tepat untuk menata dan menormalisasi saluran air guna mengembalikan fungsinya dalam mengalirkan air dan mengurangi risiko genangan serta banjir. Pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada masyarakat, terutama pemilik bangunan di area saluran irigasi dan sempadan, akan diutamakan sebelum normalisasi dilakukan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13492,"sourceId":"ed6ed37ebe55c4890d6edc199cfe6408","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/154849778/hulu-irigasi-diperbaiki-debit-air-gunung-nago-di-padang-menurun-warga-kian","title":"Hulu Irigasi Diperbaiki, Debit Air Gunung Nago di Padang Menurun, Warga Kian Kesulitan","author":"Dharma Harisa, Eris Eka Jaya","publisherName":"kompas.com","content":"PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Padang mengintensifkan penanganan krisis air di kawasan Irigasi Gunung Nago yang berdampak pada ratusan keluarga serta sektor pertanian dan perikanan di Kecamatan Kuranji dan sekitarnya.Hingga Senin (22/6/2026), warga di sejumlah kelurahan masih mengandalkan pasokan air bersih dari mobil tangki karena sumur-sumur warga mengering sejak saluran irigasi rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada November 2025.Kepala UPTD Gunung Nago Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Asrul, mengatakan penurunan debit air sempat semakin parah akibat kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi di bagian hulu.Menurut dia, pengerukan sedimen yang dilakukan pihak provinsi mengharuskan pembukaan pintu penguras sehingga volume air yang mengalir ke saluran kiri dan kanan Gunung Nago berkurang drastis.\"Dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, pintu air penguras dibuka untuk pengerukan sedimen sehingga volume air yang masuk ke saluran kiri dan kanan Gunung Nago berkurang,\" kata Asrul, Senin (22/6/2026).Namun, ia menjelaskan, persoalan utama krisis air tersebut berawal dari kerusakan infrastruktur irigasi akibat banjir bandang pada 27 November 2025.Kerusakan itu menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian, kolam perikanan, dan sumber air masyarakat belum kembali normal hingga kini.Sebagai respons, Pemkot Padang memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sekaligus menyalurkan bantuan air bersih darurat kepada masyarakat terdampak.Dinas PUPR Kota Padang juga telah mengirimkan surat resmi kepada balai pengelola air milik pemerintah provinsi untuk melaporkan kondisi di lapangan dan meminta percepatan penanganan.Dalam surat tersebut, Pemkot Padang menyoroti keterbatasan pipa darurat berdiameter 30 inci yang dipasang setelah bencana.Menurut pemerintah kota, satu jalur pipa belum mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat di kawasan terdampak.Asrul mengatakan komunikasi langsung dengan pemerintah provinsi telah menghasilkan komitmen penambahan dua pipa darurat berdiameter 30 inci.\"Secara lisan, pihak provinsi telah menyampaikan akan menambah dua pipa lagi dengan diameter 30 inci. Insya Allah pemasangan akan dilakukan pada Juli hingga Agustus,\" ujarnya.Sembari menunggu realisasi penambahan infrastruktur tersebut, Pemkot Padang terus menjalankan langkah darurat melalui distribusi air bersih menggunakan armada gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).\"Untuk sementara, Pemkot Padang mengantisipasi dengan pengisian toren air yang melibatkan Damkar dan BPBD,\" kata Asrul.Warga Bergantung pada Bantuan AirKrisis air bersih yang berlangsung hampir tujuh bulan terakhir tidak hanya berdampak pada aktivitas pertanian dan perikanan, tetapi juga kebutuhan dasar warga.Selama ini, sumur-sumur galian masyarakat di Kecamatan Kuranji dan Nanggalo mengandalkan resapan dari saluran irigasi yang melintasi wilayah tersebut.Ketika aliran irigasi terputus, sumber air tanah warga ikut mengering.Kondisi itu diperparah oleh musim kemarau yang menyebabkan pasokan air semakin terbatas sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).Nova, warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, mengatakan bantuan air bersih dari pemerintah sangat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air.\"Alhamdulillah, semenjak ada bantuan air ini sangat membantu keluarga di sekitar Korong Gadang Kuranji. Sangat meringankan kebutuhan air kami,\" ujar Nova.Meski demikian, ia berharap pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak agar warga tidak terus bergantung pada bantuan darurat.\"Kekeringan ini akibat galado. Ke depan, kami sangat berharap air irigasi yang biasa kami pakai bisa kembali pulih dan normal. Warga sangat berharap pemerintah segera memperbaiki irigasi tersebut,\" katanya.Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan petugas masih mendistribusikan air bersih setiap hari karena tingginya kebutuhan masyarakat.\"Setiap hari sampai larut malam, petugas terus bergerak memasok air bersih untuk warga,\" ujar Hendri.Berdasarkan data per Juni 2026, armada gabungan BPBD dan Damkar menyalurkan sekitar 93.000 liter air bersih per hari menggunakan lima unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak.","publishedDateTime":"2026-06-22T15:48:49+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T15:48:49+07:00","createdAt":"2026-06-22T16:30:19.792824+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Tinggi","eventStatus":"on going","damagedObject":"Irigasi Gunung Nago, ratusan keluarga, sektor pertanian, sektor perikanan, sumur warga","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat","province":"Sumatera Barat","regency":"Kota Padang","district":"Kuranji","village":"Kuranji"},"latitude":-8.6359945194213,"longitude":116.08153479653,"shortDescription":"Kerusakan infrastruktur irigasi akibat banjir bandang pada November 2025 menyebabkan krisis air bersih di kawasan Gunung Nago, Padang.","description":"Banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 menyebabkan kerusakan pada infrastruktur irigasi di Gunung Nago, Padang. Kerusakan ini mengakibatkan penurunan debit air yang signifikan, berdampak pada ratusan keluarga serta sektor pertanian dan perikanan di Kecamatan Kuranji dan sekitarnya. Hingga 22 Juni 2026, warga masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih karena sumur mengering dan distribusi air belum normal.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13494,"sourceId":"efa5ebe674facbb822cb6fad17ca558e","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/22/160707378/dampak-banjir-surabaya-warung-buka-setengah-hari-pekerja-telat-sampai","title":"Dampak Banjir Surabaya: Warung Buka Setengah Hari, Pekerja Telat Sampai Kantor","author":"Azwa Safrina, Andi Hartik","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Banjir melanda beberapa wilayah Surabaya bagian timur dan selatan akibat hujan yang turun sejak sekitar pukul 04.30 WIB pada Senin (22/6/2026).Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, terdapat 17 titik banjir yang tersebar di wilayah Surabaya.Pantauan Kompas.com sekitar pukul 14.00 WIB, banjir di beberapa titik telah menyusut. Mobil damkar terpantau membantu penyedotan air untuk mengurangi genangan.Beberapa lokasi banjir itu juga menjadi titik kemacetan bagi pengendara yang hendak berangkat kerja atau mengantar anak sekolah.Seperti halnya di Jalan Ngagel Kebonsari dan Bratang yang mulanya banjir menggenang setinggi 20 sentimeter, kini sudah terpantau surut.Tetapi, ada juga wilayah seperti Jalan Medokan Semampir yang masih terlihat air menggenang di jalan raya meskipun sudah tidak setinggi tadi pagi.Warung buka setelah banjir surutSalah satu pedagang warung di Jalan Bratang, Aminah mengungkapkan banjir tadi pagi setinggi sekitar 20 sentimeter.Menurutnya, di wilayah tersebut selalu terjadi banjir setiap kali hujan turun.“Sering setiap hujan pasti banjir, banjir semata kaki, setiap hujan itu mesti gini,” ungkap Aminah, Senin (22/6/2026).Walaupun setiap tahun juga selalu ada perbaikan gorong-gorong, tapi hal itu tidak menimbulkan perubahan.“Enggak, masih sama saja tetap banjir. Padahal setiap tahun juga mesti ada perbaikan gorong-gorong tapi ya enggak ada hasilnya,” ucapnya.Akibat banjir tersebut, Aminah terpaksa harus membuka warungnya setengah hari menunggu banjir surut.“Kalau warung saya ya enggak terganggu kan di pinggir jalan, tapi ya gitu enggak ada yang beli, enggak ada yang beli makanya baru buka sekarang ini, setengah hari,” terangnya.Banjir bikin telat berangkat kerjaSementara itu, pengguna jalan di Jalan Medokan Semampir, Winoto yang mengaku motornya mogok hingga ia telat sampai di kantor.“Ini lagi diperbaikin, tadi enggak bisa nyala, akhirnya saya tinggal di bengkel, saya pesan gojek, walaupun tetap telat sih,” kata Winoto.Menurutnya, banjir yang terjadi pagi ini setinggi sekitar 30 sentimeter.“Makanya itu saya juga heran, padahal beberapa minggu ini panas terus kok tiba-tiba hari ini hujan terus sejak tadi subuh,” ucapnya.Ia berharap agar perbaikan saluran air yang sudah beberapa kali dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat benar-benar mengatasi banjir.“Ya kan kita inginnya enggak banjir, biar kalau mau berangkat kerja enggak telat, nganterin anak juga enggak repot,” pungkasnya. ","publishedDateTime":"2026-06-22T16:07:07+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:07:07+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:00:21.605192+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Jalan raya, warung, kantor","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya bagian timur dan selatan, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Hujan deras yang turun sejak pagi menyebabkan banjir di beberapa wilayah Surabaya, mengakibatkan genangan air di jalan raya dan mengganggu aktivitas warga.","description":"Banjir melanda beberapa wilayah Surabaya bagian timur dan selatan pada Senin, 22 Juni 2026, akibat hujan yang turun sejak sekitar pukul 04.30 WIB. Terdapat 17 titik banjir yang tersebar di wilayah Surabaya. Pantauan pada pukul 14.00 WIB menunjukkan banjir di beberapa titik telah menyusut, namun beberapa wilayah seperti Jalan Medokan Semampir masih tergenang. Banjir menyebabkan kemacetan, warung buka setengah hari, dan pekerja terlambat sampai kantor.","affectedPaths":["Jalan Ngagel Kebonsari","Jalan Bratang","Jalan Medokan Semampir"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13495,"sourceId":"af28781f1aca1c8e1e89564f81c4102d","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/22/16100041/mampukah-jakarta-jadi-kota-global-","title":"Mampukah Jakarta Jadi Kota Global?","author":"Mohammad Nur Rianto, Sandro Gatra","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA sedang berada di persimpangan sejarah. Pada 22 Juni 2026, usia kota ini mencapai 499 tahun, hanya selangkah lagi menuju lima abad perjalanan panjang sejak berdirinya Jayakarta pada 1527.Momentum ini terasa semakin istimewa karena Jakarta tidak lagi sepenuhnya memegang status sebagai ibu kota negara setelah proses pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).Di tengah perubahan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusung tema HUT ke-499, yaitu “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta.”Tema ini bukan sekadar slogan perayaan, melainkan refleksi atas transformasi besar yang sedang dan akan terus dijalani Jakarta dalam upayanya menjadi kota global yang modern, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.Pertanyaannya kemudian, mampukah Jakarta benar-benar menjadi kota global?Pertanyaan ini tidak sederhana untuk dijawab. Menjadi kota global bukan hanya soal memiliki gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan mewah, atau jaringan transportasi modern.Kota global adalah kota yang mampu menjadi simpul utama aktivitas ekonomi dunia, pusat inovasi, destinasi investasi internasional, serta ruang hidup yang nyaman bagi masyarakat lokal maupun warga global.Kota seperti New York, London, Singapura, atau Tokyo tidak menjadi kota global hanya karena ukurannya besar, tetapi juga karena kemampuannya dalam menghubungkan dunia.Dalam konteks itu, Jakarta sesungguhnya memiliki modal yang tidak kecil. Namun, pada saat yang sama, Jakarta juga menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Sejarah menunjukkan bahwa Jakarta selalu menjadi magnet ekonomi bagi Indonesia.Sejak era kolonial hingga masa kemerdekaan, kota ini berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa keuangan, pendidikan, dan kebudayaan.Tidak mengherankan apabila hampir seluruh aktivitas ekonomi strategis nasional terkonsentrasi di Jakarta dan kawasan sekitarnya.Bahkan dalam perspektif global, posisi Jakarta semakin menarik. Berdasarkan data Dinas Dukcapil, jumlah penduduk yang ber-KTP DKI Jakarta adalah sekitar 11,01 juta jiwa.Namun, menurut laporan PBB, aglomerasi wilayah Jakarta (termasuk Bodetabek yang beraktivitas di Jakarta) mencakup hingga 41,9 juta jiwa, menjadikannya kawasan perkotaan terpadat di dunia.Besarnya populasi ini tentu menghadirkan dua sisi mata uang. Di satu sisi, Jakarta memiliki pasar domestik yang sangat besar, tenaga kerja melimpah, serta potensi ekonomi yang luar biasa.Namun di sisi lain, jumlah penduduk yang sangat besar juga menimbulkan tekanan terhadap infrastruktur, transportasi, perumahan, lingkungan, hingga kualitas layanan publik.Karena itu, ukuran populasi semata tidak cukup untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global. Banyak kota besar di dunia memiliki jumlah penduduk besar, tetapi gagal menjadi pusat pengaruh global karena tidak mampu mengelola urbanisasi secara efektif.Dalam berbagai literatur perkotaan, terdapat beberapa indikator utama yang menentukan apakah sebuah kota layak disebut sebagai kota global.Pertama, kekuatan ekonomi. Kedua, konektivitas internasional. Ketiga, kualitas sumber daya manusia. Keempat, inovasi dan teknologi. Kelima, kualitas hidup. Keenam, tata kelola pemerintahan yang efektif.Jika menggunakan ukuran tersebut, Jakarta sesungguhnya telah memenuhi sebagian syarat. Dari sisi ekonomi, Jakarta masih menjadi pusat ekonomi Indonesia.Kontribusinya terhadap perekonomian nasional sangat signifikan. Sebagian besar kantor pusat perusahaan besar, baik nasional maupun multinasional, berada di Jakarta.Bursa saham, pusat keuangan, lembaga perbankan, perusahaan teknologi, hingga industri kreatif terkonsentrasi di kota ini.Selain itu, Jakarta memiliki posisi strategis di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan banyak kota lain di kawasan ini, Jakarta memiliki pasar yang jauh lebih besar.Hal ini menjadi daya tarik utama bagi investor internasional. Tidak sedikit perusahaan global yang menjadikan Jakarta sebagai pintu masuk untuk menjangkau pasar Indonesia dengan lebih dari 280 juta penduduk.Namun, keunggulan ekonomi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat daya saing global yang memadai.Sebagai contoh, Jakarta masih tertinggal dibandingkan dengan Singapura dalam sektor jasa keuangan internasional.Jakarta juga belum mampu menandingi Hong Kong sebagai pusat bisnis regional atau Seoul sebagai pusat inovasi teknologi.Dengan kata lain, Jakarta masih berperan sebagai pusat ekonomi nasional, tetapi belum sepenuhnya menjadi pusat ekonomi global.Tantangan berikutnya adalah konektivitas internasional. Kota global selalu memiliki jaringan konektivitas yang kuat. Bandara internasional, pelabuhan modern, sistem logistik yang efisien, serta transportasi publik yang terintegrasi menjadi syarat utama.Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta memang menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kehadiran MRT, LRT, integrasi TransJakarta, pembangunan jalur pejalan kaki, serta revitalisasi berbagai ruang publik telah mengubah wajah kota secara nyata.Warga kini mulai merasakan pengalaman mobilitas perkotaan yang lebih modern dibandingkan satu dekade yang lalu.Namun, pekerjaan rumahnya masih besar. Kemacetan tetap menjadi salah satu masalah paling serius. Produktivitas ekonomi hilang setiap hari akibat waktu yang terbuang di jalan.Selain itu, integrasi transportasi antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih memerlukan penguatan yang lebih serius.Padahal, kota global sejatinya tidak hanya berbicara tentang batas administratif. Indikator yang digunakan sebagai ukuran adalah kawasan metropolitan secara keseluruhan.Dalam konteks ini, masa depan Jakarta sangat bergantung pada kemampuan mengelola kawasan Jabodetabek sebagai satu kesatuan ekonomi dan sosial.Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting. Kota global selalu menjadi magnet bagi talenta terbaik dunia.Para profesional, akademisi, peneliti, inovator, dan entrepreneur berkumpul dalam satu ekosistem yang produktif. Oleh karena itu, pendidikan, riset, dan inovasi menjadi fondasi utama.Jakarta memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas, pusat penelitian, dan komunitas inovasi yang terus berkembang.Namun secara global, ekosistem inovasi Jakarta masih perlu diperkuat. Jumlah perusahaan rintisan (startup) teknologi memang meningkat pesat dalam satu dekade terakhir, tetapi kapasitas riset dan pengembangan masih relatif terbatas dibandingkan dengan kota-kota global lainnya.Persoalan ini menunjukkan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik.Hal yang jauh lebih penting adalah pembangunan manusia. Kota global membutuhkan masyarakat yang kreatif, produktif, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan.Karena itu, investasi dalam pendidikan berkualitas, pengembangan keterampilan digital, penguatan riset, serta kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah harus menjadi prioritas utama.Selanjutnya adalah persoalan kualitas hidup. Inilah aspek yang sering kali menjadi titik lemah banyak kota besar di negara-negara berkembang.Kota global tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga nyaman untuk ditinggali. Udara bersih, lingkungan sehat, ruang terbuka hijau yang memadai, layanan kesehatan berkualitas, keamanan, serta biaya hidup yang terjangkau merupakan bagian penting dari daya tarik sebuah kota.Jakarta masih menghadapi tantangan besar dalam aspek ini. Polusi udara masih menjadi masalah kronis. Ketersediaan ruang terbuka hijau belum optimal. Ancaman banjir masih muncul pada musim hujan. Selain itu, ketimpangan sosial dan ekonomi masih cukup tinggi.Masalah lain yang sangat serius adalah penurunan muka tanah dan ancaman perubahan iklim. Sebagian wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan.Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob dan kenaikan muka air laut. Berbagai laporan internasional juga menyoroti persoalan tersebut sebagai salah satu tantangan utama bagi keberlanjutan Jakarta.Di sinilah makna penting dari tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta.” Era baru yang dimaksud seharusnya bukan sekadar pergantian status dari ibu kota menjadi pusat ekonomi nasional.Lebih dari itu, era baru harus dimaknai sebagai perubahan paradigma pembangunan.Jakarta tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada ekspansi fisik semata.Yang dibutuhkan adalah pembangunan berkelanjutan, berbasis kualitas hidup, dan berorientasi pada masa depan.Pengalaman di berbagai kota global menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh tingginya gedung pencakar langit, melainkan oleh kemampuan menciptakan kota yang manusiawi.Sebagai contoh ialah Singapura. Luas wilayahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Jakarta. Namun, kota tersebut berhasil menjadi pusat bisnis global karena konsistensinya dalam membangun tata kelola yang baik, infrastruktur kelas dunia, kualitas pendidikan yang tinggi, serta lingkungan perkotaan yang nyaman.Demikian pula, Seoul berhasil bertransformasi dari kota berkembang menjadi pusat teknologi dan budaya global. Keberhasilan mereka lahir dari visi jangka panjang yang dijalankan secara konsisten lintas generasi.Jakarta memerlukan pendekatan serupa. Apalagi, pemindahan ibu kota ke Nusantara justru dapat menjadi peluang besar.Selama ini Jakarta menanggung beban yang sangat berat sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi nasional.Ketika sebagian fungsi pemerintahan berpindah, Jakarta memiliki ruang yang lebih luas untuk fokus mengembangkan dirinya sebagai pusat bisnis, perdagangan, jasa keuangan, pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, dan inovasi.Dalam perspektif ekonomi perkotaan, kondisi ini sebenarnya mirip dengan yang terjadi di beberapa kota dunia yang berhasil menemukan identitas baru setelah kehilangan fungsi administratif tertentu.Jakarta dapat memosisikan diri sebagai pusat ekonomi dan keuangan terbesar di Asia Tenggara. Potensinya sangat besar. Pasar domestik Indonesia yang luas merupakan modal yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain.Selain itu, Jakarta juga memiliki kekuatan budaya yang unik. Sebagai kota yang dihuni berbagai etnis, agama, dan budaya, Jakarta merupakan miniatur Indonesia. Keberagaman ini merupakan aset penting dalam membangun daya tarik global.Banyak kota besar di dunia justru berkembang karena kemampuan mereka menjadi ruang perjumpaan berbagai identitas.Oleh sebab itu, pembangunan Jakarta ke depan tidak boleh mengabaikan aspek budaya. Modernitas dan globalisasi tidak boleh menghilangkan karakter lokal.Justru identitas Betawi, warisan sejarah Jakarta, seni, kuliner, serta tradisi lokal harus menjadi bagian dari narasi kota global yang ingin dibangun.Kota global yang berhasil bukan kota yang kehilangan jati dirinya, melainkan kota yang mampu mengemas identitas lokal menjadi kekuatan global.Di tengah berbagai peluang tersebut, satu faktor yang sangat menentukan adalah kepemimpinan dan tata kelola.Transformasi Jakarta menuju kota global membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, organisasi masyarakat sipil, hingga warga kota harus menjadi bagian dari proses perubahan.Karena itu, konsep kolaborasi yang selama ini sering didengungkan perlu diwujudkan secara nyata. Kota global lahir dari partisipasi kolektif seluruh pemangku kepentingan.Menjelang usia ke-500 tahun pada 2027, Jakarta memiliki momentum yang sangat berharga. HUT ke-499 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan titik refleksi sekaligus titik tolak.Refleksi atas perjalanan panjang selama hampir lima abad yang telah menjadikan Jakarta sebagai jantung Indonesia. Dan titik tolak menuju masa depan baru sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.Pertanyaan “mampukah Jakarta menjadi kota global?” pada akhirnya tidak dapat dijawab hanya dengan optimisme atau pesimisme. Jawabannya bergantung pada pilihan yang diambil hari ini.Jika Jakarta mampu memperkuat daya saing ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki tata kelola, mengatasi persoalan lingkungan, memperluas konektivitas internasional, serta menjaga identitas budayanya, maka peluang untuk menjadi kota global akan semakin terbuka.Namun, jika berbagai persoalan mendasar seperti kemacetan, polusi, ketimpangan, banjir, dan lemahnya inovasi tidak segera ditangani secara serius, predikat kota global hanya akan menjadi slogan tanpa makna.Tema HUT Jakarta ke-499, “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta,” sesungguhnya mengandung pesan yang sangat mendalam.Kata “bergerak” menunjukkan bahwa transformasi adalah proses, bukan tujuan yang selesai dalam semalam. Sedangkan “era baru” menegaskan bahwa Jakarta sedang memasuki babak sejarah yang berbeda dari sebelumnya.Maka tantangan terbesar Jakarta bukanlah bagaimana mempertahankan kejayaannya sebagai bekas ibu kota negara, melainkan bagaimana membangun relevansi baru sebagai kota yang mampu bersaing di tingkat global.Ketika Jakarta memasuki usia lima abad tahun depan, dunia akan melihat apakah kota ini benar-benar berhasil mentransformasikan dirinya menjadi salah satu pusat peradaban modern Asia, atau hanya menjadi kota besar dengan berbagai persoalan yang tak kunjung terselesaikan.","publishedDateTime":"2026-06-22T16:10:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:10:00+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:00:21.605192+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Kota Jakarta","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jakarta","province":"DKI Jakarta","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-6.2005227060502,"longitude":106.83670799657,"shortDescription":"Jakarta sedang bertransformasi menuju kota global di usianya yang ke-499 tahun, menghadapi berbagai tantangan kompleks terkait populasi, infrastruktur, dan kualitas hidup.","description":"Artikel ini membahas tentang potensi Jakarta untuk menjadi kota global di usianya yang ke-499 tahun, bertepatan dengan perpindahan status ibu kota ke IKN. Dengan tema 'Bergerak Menuju Era Baru Jakarta', Pemprov DKI Jakarta berupaya mentransformasi kota menjadi modern, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan. Namun, tantangan seperti populasi padat, infrastruktur, transportasi, kualitas hidup, dan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diatasi agar predikat kota global bukan sekadar slogan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13496,"sourceId":"9b0c9959e3c8a4574c2edc7acc853f85","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/22/161022678/surabaya-banjir-di-17-titik-pemkot-sebut-karena-hujan-dan-air-laut-pasang","title":"Surabaya Banjir di 17 Titik, Pemkot Sebut Karena Hujan dan Air Laut Pasang","author":"Andhi Dwi Setiawan, Dani Prabowo","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Surabya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dan pasang air laut, Senin (22/6/2026).Diketahui, ada 17 titik banjir yang menggenangi Surabaya, yakni Jalan Raya Kendangsari, Jalan Wisma Tengger Kandangan, Jalan Simo Kalangan dan Jalan Ngagel Kebonsari.Kemudian, Jalan Nginden Jangkungan, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Simo Hilir Raya, Jalan Tanjungsari serta Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo.Selanjutnya, Jalan Bendul Merisi Selatan, Jalan Lusi, Jalan Ngagel Madya, Jalan Raya Panjang Jiwo Permai, Jalan Menur dan Jalan Keputih Tegal.Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita mengatakan, seharusnya bulan Juni sampai Juli sudah masuk musim kemarau.“Tapi ini memang terjadi anomali cuaca, kami pun tidak bisa menyalahkan masalah cuaca juga,\" kata Adi, ketika dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).Selain itu, kata Adi, ada sejumlah wilayah yang mengalami pasang air laut ketika hujan deras turun. Hal tersebut memengaruhi waktu proses penanganan banjir.“Seperti di Tanjungsari, Tambak Mayor, memang pelan surutnya. Karena memang arahnya ke Kali Greges. Kali Greges (elevasi) lagi naik, pengaruh dari pasang air laut,” jelasnya.Meski demikian, Adi tetap menginstruksikan petugas di lapangan untuk tetap menyalakan rumah pompa. Meskipun, mesin itu tidak bisa berjalan maksimal saat air laut pasang.“Kalau (air laut) sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali. (Rumah pompa) tetap jalan, cuma posisinya kalau kita pompa otomatis backwater (aliran kembali),” ujarnya.“Tapi memang kendala juga tadi. Mulai dini hari ada mengalami kenaikan pasang air laut, sehingga kita juga tidak bisa melakukan pemompaan secara optimal,” tambahnya.","publishedDateTime":"2026-06-22T16:10:22+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:10:22+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:00:21.605192+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"sejumlah wilayah di Surabaya","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Banjir di Surabaya disebabkan oleh anomali cuaca berupa tingginya intensitas hujan yang bersamaan dengan pasang air laut.","description":"Banjir merendam 17 titik di Surabaya pada Senin, 22 Juni 2026, akibat tingginya intensitas hujan dan pasang air laut. Beberapa wilayah seperti Tanjungsari dan Tambak Mayor mengalami surut yang lambat karena Kali Greges yang naik akibat pengaruh pasang air laut. Pemerintah Kota Surabaya menginstruksikan petugas untuk tetap menyalakan rumah pompa meskipun kinerjanya tidak optimal saat air laut pasang.","affectedPaths":["Jalan Raya Kendangsari","Jalan Wisma Tengger Kandangan","Jalan Simo Kalangan","Jalan Ngagel Kebonsari","Jalan Nginden Jangkungan","Jalan Bung Tomo","Jalan Raya Bratang Binangun","Jalan Simo Hilir Raya","Jalan Tanjungsari","Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo","Jalan Bendul Merisi Selatan","Jalan Lusi","Jalan Ngagel Madya","Jalan Raya Panjang Jiwo Permai","Jalan Menur","Jalan Keputih Tegal"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13497,"sourceId":"8a321eedd63a12ec5654f80eb145995a","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/22/163613978/bmkg-jelaskan-penyebab-hujan-saat-musim-kemarau-di-surabaya","title":"BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Saat Musim Kemarau di Surabaya","author":"Andhi Dwi Setiawan, Andi Hartik","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab terjadinya hujan hingga membuat sejumlah wilayah di Surabaya mengalami banjir pada Senin (22/6/2026). Padahal, Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim hujan.Prakirawan BMKG Juanda, Bhilda Maulida mengatakan, wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki musim kemarau. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan untuk turun hujan.“Saat ini wilayah Jawa Timur memang sudah mengalami musim kemarau, namun bukan berarti tidak akan terjadi hujan,” kata Bhilda ketika dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).Bhilda menyebut, hujan ketika musim kemarau bisa dipengaruhi oleh gangguan atmosfer. Sedangkan, hujan hari ini dikarenakan hangatnya suhu air laut di sekitar Selat Madura.“Hujan lebat yang terjadi di area Surabaya pagi ini, terpantau akibat suhu muka air laut di sekitar Selat Madura yang cukup hangat, sehingga kondisi atmosfer menjadi cukup lembap,” ujarnya.Kemudian, kata Bhilda, BMKG Juanda memantau ada pertemuan arah angin dalam skala lokal di wilayah Surabaya. Hal tersebut memengaruhi pertumbuhan awan hujan.“Ada pola konvergensi atau pertemuan arah angin dalam skala lokal dan kecepatan angin juga mengalami perlembatan, sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.Lebih lanjut, BMKG Juanda memperkirakan, sejumlah wilayah Surabaya masih akan diguyur hujan hingga Selasa (23/6/2026) besok. Akan tetapi, intensitasnya sudah mulai menurun.Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti mengatakan, total ada 17 titik tergenang banjir akibat hujan lebat pagi ini. Sebagian besar masih dalam penanganan.“Jumlah genangan ada 17 lokasi, sudah surut di 3 lokasi dan yang belum 14 lokasi,” kata Linda, ketika dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).Linda menyebut, dua lokasi yang sudah surut tersebut ada di sekitar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari di Jalan Raya Kendangsari dan Jalan Wisma Tengger Kandangan.“Wisma Tengger Kandangan genangannya sudah surut pukul 08.15 WIB, Jalan Kendangsari, surut pukul 09.15 WIB dan Jalan Simo Kalangan surut pukul 09.00 WIB,” ujarnya.Sedangkan, wilayah yang masih terendam air hingga siang hari yakni Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Nginden Jangkungan, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun dan Jalan Simo Hilir Raya.Lalu, Jalan Tanjungsari, Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo, Jalan Bendul Merisi Selatan, Jalan Lusi, Jalan Ngagel Madya, Jalan Raya Panjang Jiwo Permai, Jalan Menur dan Jalan Keputih Tegal.Ketinggian genangan air bervariasi, yakni mulai dari 5 sampai 50 sentimeter.Kawasan Kampus AWS di Jalan Nginden Jangkungan menjadi titik terparah mencapai setengah meter. ","publishedDateTime":"2026-06-22T16:36:13+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:36:13+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:30:17.76508+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"sejumlah wilayah di Surabaya","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Hujan lebat terjadi di Surabaya akibat hangatnya suhu air laut di sekitar Selat Madura yang membuat atmosfer lembap, serta adanya pola konvergensi atau pertemuan arah angin dalam skala lokal yang mendukung pertumbuhan awan hujan.","description":"Hujan lebat mengguyur Surabaya pada Senin (22/6/2026) pagi, menyebabkan 17 titik tergenang banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 50 sentimeter. Kawasan Kampus AWS di Jalan Nginden Jangkungan menjadi titik terparah dengan genangan mencapai setengah meter. Sebagian besar genangan masih dalam penanganan BPBD Surabaya, meskipun tiga lokasi telah dilaporkan surut.","affectedPaths":["Jalan Raya Kendangsari","Jalan Wisma Tengger Kandangan","Jalan Simo Kalangan","Jalan Ngagel Kebonsari","Jalan Nginden Jangkungan","Jalan Bung Tomo","Jalan Raya Bratang Binangun","Jalan Simo Hilir Raya","Jalan Tanjungsari","Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo","Jalan Bendul Merisi Selatan","Jalan Lusi","Jalan Ngagel Madya","Jalan Raya Panjang Jiwo Permai","Jalan Menur","Jalan Keputih Tegal"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13498,"sourceId":"513e08c2868a37c8acb69d3abb81382d","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/165608878/kejati-sumbar-tetapkan-adik-ketua-kadin-sumbar-tersangka-dugaan-korupsi","title":"Kejati Sumbar Tetapkan Adik Ketua Kadin Sumbar Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sikabu","author":"Dharma Harisa, Eris Eka Jaya","publisherName":"kompas.com","content":"PADANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat menetapkan Direktur PT MR, BB, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang di Kabupaten Padang Pariaman.BB diketahui merupakan adik dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat.Selain BB, penyidik juga menetapkan Y dan A sebagai tersangka dalam perkara tersebut.Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Arjuna mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup dalam penyidikan kasus tersebut.\"Kami telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara penyidikan tindak pidana korupsi rehabilitasi atau rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang,\" kata Arjuna.Ketiga tersangka tersebut ialah Y selaku Kepala Bidang di BPBD Padang Pariaman sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), BB selaku Direktur PT MR sebagai penyedia jasa, serta A selaku kuasa direksi yang menjalankan proyek melalui skema pinjam bendera perusahaan.Penetapan Y sebagai tersangka tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor Tap-02/L.3/FD.2/06/2026 tanggal 18 Juni 2026.Namun, Y tidak ditahan karena saat ini sedang menjalani penahanan dalam perkara tindak pidana korupsi lain di Lapas Pariaman.Sementara itu, BB ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor Tap-04/L.3/FD.2/06/2026 tanggal 18 Juni 2026.Adapun A ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor Tap-03/L.3/FD.2/06/2026 pada tanggal yang sama.Awal KasusKasus ini bermula pada tahun 2020 saat BPBD Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang.Proyek tersebut didanai melalui hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masuk dalam DIPA BPBD Padang Pariaman dengan nilai anggaran Rp 25,4 miliar.Dalam proses tender, PT MR yang dipimpin BB ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak awal Rp 22,3 miliar.Namun, dalam pelaksanaannya terjadi adendum yang menaikkan nilai pekerjaan menjadi Rp 24,5 miliar.Penyidik menemukan perubahan kontrak tersebut dilakukan tanpa justifikasi teknis yang sah.Selain itu, pekerjaan fisik proyek tidak dikerjakan langsung oleh perusahaan pemenang tender.Menurut penyidik, BB memberikan kuasa kepada A untuk menjalankan proyek di lapangan melalui mekanisme pinjam bendera perusahaan.Permasalahan proyek mulai terlihat setelah pekerjaan selesai.Pada 16 Desember 2021 atau sekitar enam bulan setelah serah terima pertama pekerjaan (PHO), sisi kiri jembatan roboh ke sungai.Pada saat itu, tidak terjadi banjir maupun peningkatan debit air yang signifikan.Fondasi jembatan tergerus karena hilangnya tanah pengikat sehingga struktur bangunan menjadi tidak aman.Kondisi tersebut terus memburuk hingga akhirnya pada Mei 2023 jembatan roboh secara keseluruhan.Hasil kajian ahli konstruksi menyimpulkan keruntuhan jembatan disebabkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan kontrak.Penyidik menemukan adanya perubahan pekerjaan tanpa perhitungan teknis yang memadai, terutama pada bagian abutment dua dan pengaman abutment dua.Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp 7,5 miliar.\"Berdasarkan laporan hasil audit, nilai kerugian keuangan negara akibat korupsi proyek jembatan ini mencapai Rp 7,5 miliar,\" ujar Arjuna.","publishedDateTime":"2026-06-22T16:56:08+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:56:08+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:30:17.76508+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Tinggi","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Jembatan Sikabu Kayu Gadang","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jembatan Sikabu Kayu Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat","province":"Sumatera Barat","regency":"Padang Pariaman","district":"","village":""},"latitude":-0.57679809856638,"longitude":100.21721707374,"shortDescription":"Proyek rehabilitasi Jembatan Sikabu Kayu Gadang diduga dikorupsi, menyebabkan kerugian negara dan robohnya jembatan.","description":"Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang di Kabupaten Padang Pariaman. Proyek senilai Rp 25,4 miliar yang didanai hibah BNPB ini diduga dikorupsi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 7,5 miliar. Jembatan yang roboh pada Mei 2023 ini disebabkan oleh pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan kontrak.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13499,"sourceId":"fdb873067fbc25898614278feb144c98","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/164800178/banjir-rob-di-tayu-kian-parah-pemprov-jateng-dan-pemkab-pati-kebut","title":"Banjir Rob di Tayu Kian Parah, Pemprov Jateng dan Pemkab Pati Kebut Perbaikan Tanggul Jebol","author":"Muhamad Kafi, Irfan Maullana","publisherName":"kompas.com","content":"PATI, KOMPAS.com - Bencana banjir rob menahun yang terus-menerus menggenangi kawasan pemukiman di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, akhirnya mendapat perhatian serius dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Menyusul semakin parahnya dampak kerugian material dan lumpuhnya aktivitas yang dirasakan warga, Pemprov Jateng bersama Pemerintah Kabupaten Pati langsung bergerak cepat menyiapkan langkah darurat.Kedua instansi mempercepat proses perbaikan tanggul jebol yang diidentifikasi menjadi penyebab utama masuknya limpasan air laut ke kawasan permukiman padat dan lahan tambak.Kepastian penanganan taktis tersebut diputuskan setelah Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jawa Tengah, Urip Sihabudin, bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meninjau langsung ke titik lokasi terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari pada Senin (22/6/2026).Dalam kunjungan lapangan tersebut, keduanya menyusuri wilayah permukiman warga yang masih terendam air pasang laut setinggi betis orang dewasa serta mengecek secara detail sejumlah titik struktur tanggul yang mengalami kerusakan struktural parah.Pemerintah menilai bahwa proyek rekonstruksi dan penambalan tanggul menjadi langkah paling krusial dan mendesak untuk segera menghentikan pasokan aliran air laut yang terus menerobos masuk ke kawasan pesisir Tayu.Urip Sihabudin mengungkapkan bahwa dirinya mendapat instruksi langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memastikan penanganan banjir rob di wilayah pesisir utara Kabupaten Pati dapat dieksekusi tanpa penundaan.Menurut Urip, hasil pengecekan teknis di lapangan menunjukkan terdapat beberapa titik klaster tanggul jebol dengan total panjang bentangan mencapai sekitar 450 meter yang harus segera disumbat total.“Dalam jangka pendek, fokus utama kami adalah memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol di Tunggulsari. Panjangnya kurang lebih 450 meter dan akan kami upayakan ditangani sesegera mungkin,” ujar Urip di lokasi peninjauan, Senin.Pembangunan tanggul darurat dengan material khusus akan dipasang di empat titik kritis utama guna mereduksi volume masuknya air rob ke area permukiman warga dan lahan tambak produktif yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.Siapkan Strategi Jangka MenengahSelain fokus pada penanganan kedaruratan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan rancangan strategi jangka menengah guna memperkuat pertahanan dan perlindungan wilayah pesisir dari ancaman rob di masa depan.Salah satu program yang disiapkan adalah melalui proyek perbaikan struktural dan peninggian tanggul permanen sepanjang sekitar dua kilometer yang membentang luas dari Desa Tunggulsari hingga membelah wilayah Jepat Kidul dan Margomulyo.Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa terdapat jalur aliran sungai alami menuju laut sepanjang kurang lebih satu kilometer yang juga mendesak membutuhkan peninggian tanggul agar kapasitas tampungnya mampu menahan tekanan balik dari air pasang tinggi.“Yang paling mendesak saat ini memang perbaikan tanggul jebol sekitar 450 meter. Setelah itu, kami akan melanjutkan penanganan pada jalur sungai dan kawasan tanggul lainnya yang menjadi titik rawan rob,” kata Risma memaparkan rencana kerja pembagian wilayah.Sedangkan untuk program jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen menyusun cetak biru langkah permanen berupa pembangunan klaster tanggul laut terintegrasi guna menyudahi siklus banjir rob yang selama ini berulang setiap tahun di kawasan pesisir Tayu.Bencana banjir rob yang melanda kawasan Desa Tunggulsari belakangan ini dilaporkan telah mengacaukan roda perekonomian masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup di sekitar pesisir pantai dan sektor budidaya area tambak.Air laut yang terus mengalir deras tanpa hambatan melalui celah-celah tanggul yang rusak menyebabkan genangan air asin bertahan dalam waktu lama, sehingga merusak pondasi rumah serta memperburuk kualitas sanitasi lingkungan sekitar.Pemerintah berharap percepatan pengerjaan fisik tanggul darurat ini dapat menjadi solusi awal (quick wins) untuk mengurangi penderitaan warga terdampak sekaligus mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini terpaksa hidup berdampingan dengan ancaman konstan banjir pasang laut.Pemprov dan Lintas Sektoral Salurkan Paket SembakoDi samping memprioritaskan perbaikan sektor infrastruktur fisik, jajaran pemerintah terpantau mulai masif menyalurkan berbagai macam bantuan logistik kedaruratan kepada kepala keluarga yang terdampak banjir rob.Bantuan stimulan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tercatat meliputi 150 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, pasokan air mineral bersih, paket kebutuhan keluarga (family kit) senilai total sekitar Rp 33 juta, kasur lantai, serta beberapa unit tenda darurat.Tidak hanya dari pemprov, bantuan tambahan juga terus mengalir dari berbagai instansi lintas sektoral dan lembaga kemanusiaan, termasuk BPBD Kabupaten Pati, Baznas Kabupaten Pati, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Sosial setempat.Meskipun hingga saat ini dilaporkan belum ada warga yang memutuskan untuk mengungsi keluar desa, pemerintah memastikan seluruh pasokan kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat terdampak tetap menjadi atensi utama selama proses penanganan banjir rob berlangsung.","publishedDateTime":"2026-06-22T16:48:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T16:48:00+07:00","createdAt":"2026-06-22T17:30:17.76508+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir Rob","severity":"Tinggi","eventStatus":"on going","damagedObject":"kawasan pemukiman, lahan tambak","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah","province":"Jawa Tengah","regency":"Pati","district":"Tayu","village":"Tunggulsari"},"latitude":-8.0652786346918,"longitude":111.92611190212,"shortDescription":"Tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter di Desa Tunggulsari menjadi penyebab utama banjir rob yang menggenangi permukiman dan lahan tambak warga.","description":"Banjir rob yang terus-menerus menggenangi kawasan pemukiman di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, semakin parah dan mendapat perhatian serius dari Pemprov Jateng dan Pemkab Pati. Kedua instansi bergerak cepat memperbaiki tanggul jebol yang menjadi penyebab utama masuknya air laut ke permukiman dan lahan tambak. Peninjauan langsung dilakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Urip Sihabudin, bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Senin (22/6/2026) ke lokasi terdampak yang ketinggian airnya mencapai betis orang dewasa. Perbaikan tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter menjadi fokus utama penanganan darurat untuk menghentikan pasokan air laut.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13500,"sourceId":"71356d0c0aecf3d440e7f301d9729dee","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/170327978/bnpb-salurkan-bantuan-rumah-rp-937-miliar-untuk-22250-kk-terdampak-bencana","title":"BNPB Salurkan Bantuan Rumah Rp 93,7 Miliar untuk 22.250 KK Terdampak Bencana di Aceh Tamiang","author":"Masriadi , Novita Rahmawati","publisherName":"kompas.com","content":"ACEH TAMIANG, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tahap III Termin I kepada 22.250 KK terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025 di halaman Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (22/6/2026).Bantuan senilai Rp 93,750.000.000 merupakan tahap tiga dan termin satu. Total bantuan perbaikan rumah untuk Aceh Tamiang yang telah dan akan disalurkan secara bertahap sebesar Rp 292,620 miliar.Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk memastikan tidak ada kendala teknis lapangan dalam proses penyaluran.“Untuk bank penyalur dan kantor POS Indonesia, kita minta semua bantaun dipercepat disalurkan. Agar bisa diluncurkan bantuan tahap berikutnya segera,” katanya.Sedangakn untuk  bantuan jatah hidup, stimulan Ekonomi dan bantuan pergantian perabot rumah tangga tahap III dan IV penyaluran dimulai sejak 20 Juni hingga 11 Juli 2026.Total penerima bantuan dari Kementerian Sosial RI berdasarkan SK 1 hingga SK 4 mencapai 52.941 KK atau 147.157 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp 625,12 miliar. “Untuk rumah rumah rusak berat yang telah ditetapkan Tahap I hingga V sebanyak 10.045 unit. Dibangun secara bertahap sesegera mungkin, karena itu harap bersabar,” katanya.Dia mencontohkan, tahun ini dibangun 2.212 unit Hunian Tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Aceh Tamiang. Lokasinya, sambung Suharyanto di Kecamatan Sekerak dan Kecamatan Tenggulun.“Kami minta untuk lokasi juga dipercepat, agar segera bisa dibangun oleh BNPB atau Kementerian Perumahan hunian tetap untuk penyintas banjir. Selama ini, lokasi menjadi kendala utama dalam pembangunan hunian tetap di sejumlah daerah,” katanya. ","publishedDateTime":"2026-06-22T17:03:27+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T17:03:27+07:00","createdAt":"2026-06-22T18:00:20.94133+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Rumah","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Aceh Tamiang, Provinsi Aceh","province":"Aceh","regency":"Aceh Tamiang","district":"","village":""},"latitude":4.3295507905401,"longitude":98.065375301077,"shortDescription":"BNPB menyalurkan bantuan perbaikan rumah senilai Rp 93,7 miliar untuk 22.250 KK terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025 di Aceh Tamiang.","description":"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tahap III Termin I kepada 22.250 KK terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025 di halaman Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Senin (22/6/2026). Bantuan senilai Rp 93,750.000.000 ini merupakan tahap tiga dan termin satu, dengan total bantuan perbaikan rumah untuk Aceh Tamiang yang telah dan akan disalurkan secara bertahap sebesar Rp 292,620 miliar. Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk memastikan tidak ada kendala teknis lapangan dalam proses penyaluran, serta mempercepat penyaluran bantuan jatah hidup, stimulan ekonomi, dan pergantian perabot rumah tangga.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13501,"sourceId":"11d54d851cb3067f0c068bedc0a66cf0","url":"https://medan.kompas.com/read/2026/06/22/193733578/di-balik-distribusi-energi-yang-tak-pernah-berhenti-amt-elnusa-jadi-penyambung","title":"Di Balik Distribusi Energi yang Tak Pernah Berhenti, AMT Elnusa Jadi Penyambung Kehidupan","author":"Goklas Wisely , Eris Eka Jaya","publisherName":"kompas.com","content":"MEDAN, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kota Medan selama hampir tiga jam akhirnya mereda pada Kamis (4/6/2026) dini hari.Sisa air masih menggenang di sejumlah ruas jalan, sementara udara malam terasa lebih dingin daripada biasanya.Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Saat sebagian besar warga telah terlelap, aktivitas di Fuel Terminal Medan di Jalan Yos Sudarso Kota Medan tak punya jeda untuk berhenti.Di balik pagar terminal, lampu sorot tak pernah padam menerangi area operasional.Deretan mobil tangki keluar masuk tanpa henti mengantarkan energi ke berbagai daerah di Sumatera Bagian Utara.Di sudut lain, sejumlah pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan, lalu petugas lapangan memeriksa kondisi armada yang akan beroperasi.Kemudian, tiba-tiba suara operator terdengar, melalui pengeras suara, menggema di seluruh area terminal.\"Mohon perhatian, mobil tangki dengan nomor polisi BK 8507 FH dipersilakan masuk ke area pengisian. Terima kasih.\"Suara itu disambut pergerakan sebuah armada yang perlahan meninggalkan area tunggu menuju jalur pengisian.Tak lama, panggilan serupa kembali terdengar dengan mobil tangki yang berbeda.Bagi masyarakat awam, suara itu mungkin terdengar biasa.Namun, bagi para pekerja di Fuel Terminal Medan suara itu penanda bahwa distribusi energi terus bergerak selama 24 jam.Awak Mobil Tangki di Jalur KehidupanDi tengah kesibukan itu, Heriadi (36) duduk santai sembari tertawa bersama rekannya Syafrizal.Awak Mobil Tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin ini baru saja memeriksa kesiapan truk tangki yang akan dibawanya untuk mengantarkan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).\"Tadi baru memeriksa kondisi ban memastikan anginnya pas atau tidak. Apakah ada yang bocor, terus lampu-lampulah, soal kelistrikan. Biar enggak ada kendala di lapangan karena BBM harus tepat waktu sampai tujuan,\" ujar Heriadi sambil tersenyum kepada Kompas.com di Fuel Terminal Medan.Sulit membayangkan pria ramah ini masih tampak energik, padahal baru saja mengantar SPBU sejauh 32 km dari Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.Kini, dia dan Syafrizal sedang menunggu truk tangkinya diisi untuk selanjutnya dibawa ke SPBU di Kabupaten Serdang Bedagai.\"Tadi sempat istirahat sebentar, terus minum kopi supaya berangkatnya lebih fit. Kesehatan juga sudah diperiksa, semuanya sudah oke. Nanti kalau mengantuk bawa truk, gantian dengan rekan saya Syafrizal,\" katanya.Selama empat tahun bekerja, Heriadi mengaku selalu antusias saat mengantar BBM. Baginya setiap perjalanan memberi makna kehidupan.Saat mesin mobil tangki menyala meninggalkan terminal, akan ada banyak orang yang menunggu di ujung perjalanan.Ada nelayan yang membutuhkan solar untuk melaut, pelaku usaha yang bergantung pada BBM, hingga kendaraan yang harus tetap bergerak mengangkut barang dan penumpang.Salah satu kebahagiaan yang paling kuat yang dirasakannya ketika mengantar solar ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di pesisir Sumatera Utara.Mulai dari Tanjung Tiram, Pagurawan, Pantai Cermin, Kota Tanjung Balai, hingga sejumlah wilayah lainnya.Saat mobil tangkinya tiba, dia melihat para nelayan biasanya telah menunggu dan solar yang dibawanya menjadi penggerak kapal-kapal nelayan untuk melaut.Tanpa bahan bakar, mesin kapal tidak akan hidup dan banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan.\"Senang rasanya bisa membantu banyak orang. Kayak bangga gitu, bisa mengantar minyak yang dibutuhkan masyarakat. Kasihan kalau mereka tidak dapat solar, tidak bisa cari ikan,\" ujarnya.Kesadaran ini jugalah yang membuatnya tetap bersemangat meski harus bekerja hingga dini hari, menembus hujan atau menempuh perjalanan ratusan kilometer.Ia tidak lagi sekadar menjalani profesi sebagai pengemudi mobil tangki.Ia telah jatuh cinta pada pekerjaan yang mempertemukannya dengan begitu banyak kehidupan.Ketika Energi Harus Tetap MengalirTentunya dedikasi Heriadi tidak datang tanpa tantangan.Ia kerap kali mendapati medan jalan yang sulit dilalui seperti jalur pegunungan di Kecamatan Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.\"Tanjakan panjang dan curam itu menuntut konsentrasi penuh. Salah oper gigi bisa mundur ke belakang,\" ujarnya.Di jalur lain, tantangan datang dari situasi keamanan, seperti di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan.Beberapa kali ia harus menghentikan kendaraan dari jarak aman ketika menjumpai tawuran yang menutup ruas jalan pada tengah malam.Dalam kondisi seperti itu, keselamatan menjadi prioritas. Ia memilih berhenti, selanjutnya dia melapor kepada pengawas, kemudian menunggu situasi kembali kondusif sebelum melanjutkan perjalanan.Selain medan dan situasi jalan, tantangan terbesar seringkali datang dari rasa lelah.Namun, perusahaan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat. Ketika mengantuk, pengemudi diwajibkan berhenti dan beristirahat.Baginya, keselamatan selalu menjadi bagian penting dari distribusi energi.Dedikasinya selama bertahun-tahun pun membuat Heriadi pernah menerima penghargaan sebagai pengemudi mobil tangki terbaik pada tahun 2024.Penghargaan itu menjadi bukti atas kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan.Meski begitu, bagi Heriadi, penghargaan terbesar bukanlah trofi atau piagam, melainkan ketika melihat energi yang diantarkannya sampai tepat waktu dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan.\"Rasanya puas kalau masyarakat bisa dibantu,\" ujarnya.3 Hari Terjebak LongsorTidak semua perjalanan distribusi energi berakhir mulus.Di balik bahan bakar yang tiba tepat waktu, ada kisah-kisah panjang yang jarang diketahui publik, yakni kisah para Awak Mobil Tangki yang harus berjibaku dengan cuaca buruk, bahkan bencana alam demi memastikan energi tetap mengalir ke berbagai daerah.Keadaan itu kerap dihadapi sopir AMT Elnusa lainnya, Malik Rafi (44), pria yang telah 16 tahun bekerja di sini sudah akrab dengan berbagai medan berat di Sumatera Utara.Mulai dari jalur pegunungan menuju Pakpak Bharat, Blangkejeren, Subulussalam, hingga kawasan Karo yang dikenal rawan longsor ditempuhnya.\"Itu kadang sudah rawan longsor, jalannya kecil pula. Padahal, banyak kendaraan berat juga yang melintas. Jadi, harus ekstra sabar dan hati-hati,\" ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2026).Namun, hal yang paling berbekas di ingatannya, momen dirinya terjebak longsor di kawasan Sibolangit, dekat Simpang PDAM akhir tahun lalu.Kala itu, Sumatera sedang diguncang bencana alam, berupa banjir dan tanah longsor, dengan korban jiwa yang sangat besar.Dalam periode bencana itu, ternyata Malik pernah terjebak selama tiga hari, sebab jalurnya dipenuhi material longsor sehingga truk tangkinya tak bisa lewat.Jaringan komunikasi yang buruk pun membuatnya dia dan rekannya kewalahan memberi kabar ke kantor atas situasi yang dialami.\"Itu kami tiga hari terjebak. Untungnya warga di sana baik, kami bisa menumpang tidur di warung,\" sebutnya.Beruntung bantuan makanan dari BPBD dan pemerintah setempat serta lainnya didapatnya.Sampai akhirnya material longsor di jalan dibersihkan dan dirinya kembali ke kantor.Masih dalam periode bencana itu pula, sempat terjadi krisis BBM karena kapal yang gagal mendarat akibat buruknya cuaca di Pelabuhan Belawan.Malik ditugaskan untuk mengambil BBM di Dumai, Provinsi Riau agar dapat memenuhi kebutuhan minyak masyarakat di Sumatera Utara.\"Saya tiga kali ke Dumai. Perjalanannya dua hari dua malam. Itu minyaknya saya antar ke Tebing Tinggi, Kota Medan, dan Pancur Batu,\" ucapnya.Perjalanan berhari-hari itu tentu sangat panjang, tetapi rasa lelahnya terbayar ketika melihat masyarakat bahagia menikmati minyak yang diantarkannya.\"Ada rasa bangga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan meski keluarga kita tinggalkan,\" ungkapnya.PT Elnusa di Mata AMTDi samping itu, menurutnya perusahaan juga cukup menyejahterakan dan menciptakan ruang yang nyaman bagi pegawainya.Sejak masuk sebagai AMT, Malik mengakui telah mendapatkan berbagai macam pelatihan, bagaimana mengemudi yang baik, cara menghadapi bencana di jalan, hingga mengatasi bila truk tangki terbakar.Perusahaan juga memberikan apresiasi kepada AMT yang memiliki kedisiplinan dan kegigihan dalam bekerja.Malik pernah menjadi AMT berprestasi dan mendapatkan sejumlah uang serta peralatan elektronik seperti televisi.\"Anakku yang pertama, sekarang sudah kelas 2 SMA, juga pernah dapat beasiswa karena dia juara di sekolah. Itu sempat satu semester biaya sekolahnya dibayarin sama kebutuhan lainnya,\" tuturnya.Malik merasakan iklim perusahaan yang berupaya menyejahterakan pegawai sehingga membuatnya sangat nyaman dan aman untuk bekerja.Bagi Malik, pekerjaan ini tentunya bukan hanya tentang mengantar energi, melainkan juga menggerakkan kehidupan keluarganya.\"Ya kalau bisa saya ingin pensiun di sini. Saya betul bangga di sini. Bisa menyalurkan minyak ke masyarakat dan perusahaan juga sangat mengapresiasi karyawannya,\" tandasnya.AMT, Garda Terdepan ElnusaManager Corporate Communication \u0026 Relation, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan memang para AMT merupakan garda terdepan dalam proses pendistribusian energi.\"Mereka menempuh perjalanan yang panjang, menghadapi berbagai tantangan di lapangan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga pasokan energi bagi masyarakat,\" kata Putiarsa saat diwawancarai di salah satu kafe di Kota Medan pada Rabu (10/6/2026).Ia menerangkan, Fuel Terminal Medan saat ini mempekerjakan lebih 800 AMT dengan sekitar 131 armada mobil tangki yang melayani seluruh SPBU di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).Dalam sehari, total perjalanan distribusi rata-rata sekitar 636.390 km, setara lebih dari 15 kali mengelilingi bumi.Di balik angka itulah termuat dedikasi ribuan AMT yang menjadi penghubung antara energi dan kehidupan masyarakat.Oleh karena itu, pihaknya memberikan penghargaan kepada AMT berprestasi yang menunjukkan kinerja unggul selama operasional perusahaan.Terbaru, pihaknya memberikan satu unit sepeda motor kepada setiap AMT yang berprestasi dalam periode Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2026.\"Selain itu, ada juga program beasiswa kepada anak AMT yang berprestasi, pembinaan UMKM kepada istri AMT, sampai reward memberangkatkan mereka ibadah umrah. Tahun kemarin kami berangkatkan ada 100 lebih di Indonesia,” sebutnya.Menurutnya, penghargaan itu sebagai bentuk penghormatan perusahaan kepada para insan yang setiap hari berada di garis depan distribusi energi nasional.Baginya setiap kilometer yang ditempuh para AMT bukan sekadar perjalanan operasional, tetapi juga perjalanan pengabdian.Di balik setiap liter energi yang sampai ke masyarakat, terdapat dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab yang luar biasa dari para AMT.Mereka hadir saat masyarakat beristirahat, saat hari raya berlangsung, bahkan ketika harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.\"Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus menghargai dedikasi para pejuang energi yang tak kenal lelah menjaga energi sekaligus mendukung masa depan keluarga mereka,\" ujarnya.Dedikasi AMT Menggerakkan Kapal NelayanPerjalanan para AMT pada akhirnya bermuara pada kehidupan masyarakat di lapangan.Salah satunya dirasakan nelayan bernama Bagus Kurniawan Siahaan (29) di Kelurahan Pulau Simardan, Kota Tanjung Balai.Selama tujuh tahun menjadi nelayan, solar yang menggerakkan kapal mesinnya berukuran 2 Gross Ton (GT), selalu bersumber dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Jalan Suprapto, Kecamatan Teluk Nibung.\"Jaraknya dari rumah sekitar 8  km lebihlah. Dua hari lalu saya baru beli sekitar 100 liter solar untuk melaut,” ucap Bagus.Nelayan kerang ini biasanya beranjak mulai pukul lima pagi dari belakang rumahnya menuju lautan dan pulang pukul enam sore.Terakhir kali, dia mendapatkan 500 kilogram kerang, dengan pendapatan bersih sekitar Rp 300 ribu.Uang itulah yang dipakai nelayan tradisional ini untuk mencukupi kebutuhan satu istri dan dua anaknya.Baginya, keberadaan SPBN sangatlah penting.Utamanya untuk meringankan pengeluaran untuk biaya bahan bakar kapalnya.\"SPBN ini sangat membantulah. Jelas harganya pasti lebih murah dibandingkan eceran. Makanya, saya kalau beli solar ke situ saja. Sejauh ini kebutuhan solar saya tidak terganggu. Melaut jadi lancar,” ungkapnya.Energi yang Menghubungkan KehidupanBagus mungkin tak pernah mengenal Heriadi atau Malik, Ia juga tak pernah melihat hiruk pikuk Fuel Terminal Medan yang beroperasi 24 jam demi mengantar energi ke berbagai penjuru Sumatera Utara.Namun, setiap kali mesin kapalnya menyala dan membawanya menuju laut, ada perjalanan panjang yang ikut bergerak bersamanya.Perjalanan yang dimulai dari terminal yang tak pernah tidur, dilanjutkan oleh para awak mobil tangki yang menembus hujan, jalan pegunungan, bahkan longsor demi memastikan bahan bakar tiba tepat waktu.Solar yang diterima Bagus bukan sekadar energi bagi kapalnya.Di dalamnya, tersimpan dedikasi orang-orang yang mungkin tak pernah ia temui, tetapi telah ikut menjaga penghidupan keluarganya.Di situlah energi tidak hanya menggerakkan mesin, tetapi tentang manusia yang saling terhubung demi menjaga agar kehidupan tetap berjalan.","publishedDateTime":"2026-06-22T19:37:33+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T19:37:33+07:00","createdAt":"2026-06-22T20:30:26.298118+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Fuel Terminal Medan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara","province":"Sumatera Utara","regency":"Kota Medan","district":"","village":""},"latitude":3.5794586477337,"longitude":98.668161040583,"shortDescription":"Artikel ini berfokus pada dedikasi para Awak Mobil Tangki (AMT) Elnusa dalam mendistribusikan energi, bukan pada insiden spesifik.","description":"Pada Kamis (4/6/2026) dini hari, setelah hujan mengguyur Kota Medan selama hampir tiga jam, sisa air masih menggenang di sejumlah ruas jalan. Meskipun demikian, aktivitas di Fuel Terminal Medan di Jalan Yos Sudarso tetap berjalan 24 jam tanpa henti untuk mendistribusikan energi ke berbagai daerah di Sumatera Bagian Utara, dengan mobil tangki keluar masuk tanpa jeda.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13503,"sourceId":"4e9098b70735cc7b8e529d836380c071","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/22/193605178/gunung-semeru-luncurkan-awan-panas-guguran-bpbd-lumajang-pastikan-warga","title":"Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, BPBD Lumajang Pastikan Warga Aman","author":"Miftahul Huda, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"LUMAJANG, KOMPAS.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berupa luncuran awan panas guguran pada Senin (22/6/2026).Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi berlangsung dengan amplitudo maksimal 22 milimeter dan berlangsung selama 5 menit 41 detik.Namun, erupsi tidak dapat dipantau secara visual karena Gunung Semeru tertutup kabut.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho, mengatakan bahwa awan panas mulai terekam pukul 17.59 WIB.\"Terjadi APG jarak luncurnya tidak diketahui karena tertutup kabut,\" kata Isnugroho di Lumajang, Senin.Saat ini, menurut Isnugoroho, luncuran awan panas sudah berhenti.Dia juga memastikan, kawasan permukiman penduduk yang terdekat dari puncak kawah Gunung Semeru, dalam kondisi aman.\"Informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru, awan panasnya sudah berhenti, kondisi masyarakat di sana masih aman, warga tetap beraktivitas seperti biasa,\" ujarnya.Namun, BPBD Lumajang menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk bersiap mengamankan warga apabila luncuran awan panas terus berlangsung dan mendekati kawasan permukiman di radius 8 kilometer dari puncak kawah.Isnugroho mengimbau, warga di sekitar lereng Semeru untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya sambil memantau perkembangan informasi dari petugas pos pantau Gunung Semeru.Menurut dia, tidak ada dampak yang terjadi akibat luncuran awan panas yang terjadi.Namun begitu, luncuran awan panas menyebabkan tumpukan material di lereng Gunung Semeru semakin banyak.Imbasnya, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, material berupa pasir dan batu tersebut akan terbawa oleh banjir lahar hujan Gunung Semeru.\"Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,\" ungkap Isnugroho.\"Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru,\" katanya lagi.Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau, warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.","publishedDateTime":"2026-06-22T19:36:05+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T19:36:05+07:00","createdAt":"2026-06-22T20:30:26.298118+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gunung Meletus","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Gunung Semeru","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Lumajang","district":"Lumajang","village":""},"latitude":-8.133919806758001,"longitude":113.22833216691501,"shortDescription":"Gunung Semeru mengalami erupsi berupa luncuran awan panas guguran yang terekam pada pukul 17.59 WIB. Luncuran awan panas tersebut dilaporkan telah berhenti.","description":"Pada Senin (22/6/2026) pukul 17.59 WIB, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berupa luncuran awan panas guguran yang terekam selama 5 menit 41 detik. Meskipun tertutup kabut sehingga jarak luncuran tidak dapat dipantau secara visual, luncuran awan panas dilaporkan telah berhenti dan warga di sekitar kawasan permukiman dipastikan aman serta tetap beraktivitas seperti biasa. BPBD Lumajang menyiagakan tim reaksi cepat sebagai antisipasi jika awan panas terus berlangsung dan mendekati permukiman.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13504,"sourceId":"9ea9776d0c4b4459f13e824b4962255f","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/22/203108978/bmkg-ungkap-4-faktor-banjir-surabaya-akibat-hujan-memasuki-musim-kemarau","title":"BMKG Ungkap 4 Faktor Banjir Surabaya Akibat Hujan Memasuki Musim Kemarau","author":"Azwa Safrina, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Sebagian besar wilayah Surabaya bagian selatan dan timur dilanda banjir akibat hujan yang terjadi pada Senin (22/6/2026), sekitar pukul 04.30 WIB.Hal ini tentu menimbulkan banyak keluhan masyarakat karena terhambatnya aktivitas seperti berangkat kerja atau sekolah, menimbulkan macet berkepanjangan, sampai banyak dari kendaraan yang mogok.Ditambah lagi, hujan yang turun terjadi setelah musim panas berkepanjangan yang melanda Surabaya beberapa minggu terakhir.Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda dan Maritim Tanjung Perak mengungkapkan empat faktor yang mendorong terjadinya banjir akibat hujan di tengah musim kemarau.Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa hujan yang mengakibatkan banjir disebabkan oleh pola angin konvergensiPola itu adalah wilayah pertemuan atau pemusatan massa angin dari dua arah yang berlawanan atau lebih yang mengakibatkan perlambatan kecepatan angin dan memaksa massa udara yang kaya uap air terangkat secara vertikal (konveksi).“Hal itu sehingga memicu pertumbuhan awan hujan lebat yang didukung kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga menengah,” kata Taufiq, Senin.Situasi itu, menurut dia, menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan kumulonimbus yang signifikan dan menghasilkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Surabaya.“Meski, Surabaya saat ini telah memasuki musim kemarau, tapi tetap dapat berpotensi terjadi hujan lebat akibat faktor lokal,” ujarnya.Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Daryatno, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan pasang surut di Pelabuhan Tanjung Perak, kejadian genangan pada 22 Juni 2026 dipengaruhi oleh kombinasi curah hujan dan kondisi pasang laut sedang yang menghambat pembuangan air.Periode tersebut akan terus berlanjut pada 26-30 Juni 2026, dengan terjadi peningkatan bertahap tinggi muka air pasang dari sekitar +1,0 meter hingga +1,4 meter.“Kondisi ini berpotensi meningkatkan efek backwater pada sistem drainase Kota Surabaya dan memperbesar risiko genangan, terutama apabila bertepatan dengan hujan intensitas sedang hingga tinggi,” ungkap Daryatno.Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada pada periode 28-30 Juni 2026, karena pasang laut mencapai nilai maksimum selama periode prakiraan.Daryatno memaparkan, ada empat faktor yang mendorong banjir terjadi di beberapa wilayah Surabaya.Keempat faktor itu, antara lain hujan sedang hingga lebat di wilayah Surabaya, backwater effect atau hambatan pembuangan air ke laut saat periode pasang, debit kiriman dari hulu sungai atau saluran yang mengarah ke Kota Surabaya.“Dengan kata lain, pasang laut pada 22 Juni 2026 berpotensi memperlambat pembuangan air, walaupun dari grafik tidak menunjukkan kondisi pasang maksimum yang sangat tinggi,” katanya.Tidak hanya itu, periode pasang air laut yang paling perlu diwaspadai antara lain:28 Juni 2026 akan terjadi pasang sekitar +1,2 meter29 Juni 2026 akan terjadi pasang sekitar +1,3 meter30 Juni 2026 akan terjadi pasang sekitar +1,4 m dengan tertinggi pada grafik Bulan Juni 2026.“Apabila pada hari-hari tersebut terjadi hujan sedang hingga lebat bersamaan dengan jam pasang puncak, maka peluang genangan akan lebih besar dibanding tanggal 22 Juni 2026,” pungkasnya.","publishedDateTime":"2026-06-22T20:31:08+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T20:31:08+07:00","createdAt":"2026-06-22T21:31:30.360972+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"wilayah Surabaya bagian selatan dan timur, kendaraan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya bagian selatan dan timur, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Banjir di Surabaya disebabkan oleh kombinasi hujan lebat yang dipicu oleh pola angin konvergensi dan kondisi atmosfer yang labil, serta diperparah oleh efek backwater akibat pasang laut yang menghambat sistem drainase kota.","description":"Pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 04.30 WIB, sebagian besar wilayah Surabaya bagian selatan dan timur dilanda banjir akibat hujan lebat yang turun setelah musim panas berkepanjangan. Kejadian ini menyebabkan keluhan masyarakat karena terhambatnya aktivitas seperti berangkat kerja atau sekolah, kemacetan panjang, dan banyak kendaraan yang mogok. BMKG mengidentifikasi empat faktor penyebab banjir, yaitu hujan sedang hingga lebat, efek backwater akibat pasang laut yang menghambat pembuangan air, serta debit kiriman dari hulu sungai atau saluran.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13505,"sourceId":"eb85181c066511d24f09c07be8934c0a","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/204043178/sejumlah-kecamatan-di-magelang-rentan-kekeringan-salah-satunya-borobudur","title":"Sejumlah Kecamatan di Magelang Rentan Kekeringan, Salah Satunya Borobudur","author":"Egadia Birru, Aloysius Gonsaga AE","publisherName":"kompas.com","content":"MAGELANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memetakan sejumlah kecamatan yang menjadi daerah langganan kekeringan pada musim kemarau.Kecamatan-kecamatan itu pun kerap menjadi sasaran penyaluran (dropping) air bersih.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang M Mansyur Wachdani mengatakan daerah yang rentan mengalami kekeringan umumnya di kawasan Perbukitan Menoreh, seperti Desa Kenalan, Giritengah, dan Giripurno di Kecamatan Borobudur.Kecamatan lain yang sering dilaporkan kekeringan meliputi Salaman, Tempuran, Tegalrejo, dan Pakis.“Kami menyiagakan dua mobil tangki air bersih. Masing-masing kapasitas 5.000 liter,” ucap Wachdani kepada Kompas.com, Senin (22/6/2026).Belum ada daerah yang minta air bersihMenurut Wachdani, BPBD Kabupaten Magelang sampai pertengahan tahun ini belum mendapatkan daerah yang meminta air bersih akibat kesulitan akses air.Hanya, BPBD sudah menyalurkan air bersih ke sejumalah desa di Kecamatan Dukun setelah kejadian banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi pada Maret 2026.Selain merenggut nyawa lima orang, banjir lahar hujan itu mengakibatkan pipa air sepanjang 38 kilometer putus.Wachdani menyatakan jumlah distribusi air bersih tertinggi terjadi pada 2023. Saat itu tercatat ada dropping 1,6 juta liter air bersih, sebanyak 337 liter di antaranya disalurkan BPBD Kabupaten Magelang.“Dropping air juga dibantu kelompok relawan (kebencanaan). Itu inisiatif mereka,” ujarnya. Wachdani menambahkan penyaluran air bersih juga dilakukan lembaga lain, seperti Polresta Magelang baru-baru ini.Pada 15 Juni lalu, Polresta Magelang menyalurkan air bersih sebanyak 6.000 liter kepada Dusun Alun-alun di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman.“Kegiatan bakti sosial pendistribusian bantuan air bersih dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” kata Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital Polresta Magelang Komisaris Joko Hero.Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjangBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.Puncak musim kemarau diketahui diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia.Pada saat yang sama, fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat hingga kuat.Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.","publishedDateTime":"2026-06-22T20:40:43+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T20:40:43+07:00","createdAt":"2026-06-22T21:31:30.360972+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Kecamatan yang rentan kekeringan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kabupaten Magelang, Jawa Tengah","province":"Jawa Tengah","regency":"Magelang","district":"","village":""},"latitude":-7.4975169044102,"longitude":110.25084547275,"shortDescription":"Prediksi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.","description":"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memetakan sejumlah kecamatan yang rentan kekeringan pada musim kemarau, terutama di kawasan Perbukitan Menoreh seperti Desa Kenalan, Giritengah, dan Giripurno di Kecamatan Borobudur. Kecamatan lain yang juga sering dilaporkan kekeringan meliputi Salaman, Tempuran, Tegalrejo, dan Pakis. BPBD telah menyiagakan dua mobil tangki air bersih dan memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih kering dan panjang.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13507,"sourceId":"db61dfb1b35ead46b4dbf45067587de1","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/22/20282051/banjir-jakarta-didominasi-genangan-lokal-penguatan-rth-dan-resapan","title":"Banjir Jakarta Didominasi Genangan Lokal, Penguatan RTH dan Resapan Dinilai Penting","author":"Mohamad Bintang Pamungkas","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta, pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) dan persoalan banjir kembali menjadi sorotan.Walhi Jakarta menilai keberadaan RTH di ibu kota belum sepenuhnya berfungsi optimal sebagai penyangga ekologi dan pengendali banjir.Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Muhammad Aminullah mengatakan, secara konsep, RTH memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama sebagai area resapan air. Namun, pelaksanaannya di Jakarta dinilai masih jauh dari ideal.“Ruang terbuka hijau itu fungsi utamanya soal ekologi. Secara fungsi ekologi belum efektif sepenuhnya,” kata Aminullah saat dihubungi Kompas.com melalui Whatsapp, Senin (22/6/2026).Banjir Jakarta Didominasi Genangan Hujan LokalTerkait penanganan banjir, Aminullah menilai upaya normalisasi sungai memang penting, namun tidak cukup jika tidak diimbangi dengan perluasan kawasan resapan air.“Normalisasi itu sangat baik, tapi masalahnya air laut sudah tinggi dari daratan, sehingga tidak cukup hanya sekadar normalisasi tanpa diperbanyak kawasan daerah resapan,” katanya.Ia juga menilai betonisasi di tepi sungai memiliki manfaat untuk mencegah longsor dan pendangkalan, namun tidak dapat menggantikan fungsi tanah sebagai penyerap air.Walhi mencatat, pada 2022 sekitar 20 persen banjir di Jakarta disebabkan oleh luapan sungai, sementara sekitar 50 persen lainnya berasal dari hujan lokal yang menggenang di daratan akibat minimnya daya serap tanah dan belum optimalnya drainase.“Memang banjir dari sungai dampaknya lebih parah, tapi mayoritas banjir di Jakarta disebabkan hujan lokal yang tidak terserap tanah,” ujarnya.Distribusi RTH Dinilai Tidak MerataAminullah menyoroti distribusi RTH di Jakarta yang dinilai belum merata dan belum mudah diakses masyarakat di berbagai wilayah.Ia menyebut, sebagian besar RTH justru terkonsentrasi di area tertentu, sementara wilayah pinggiran masih minim ruang hijau yang berfungsi ekologis.“Sebarannya terlalu di tengah, daerah pinggir tidak banyak,” ujarnya.Menurutnya, yang selama ini terlihat di lapangan lebih banyak berupa taman-taman kecil yang ditata dan diberi penanda sebagai taman, namun belum tentu memiliki fungsi ekologis sebagai kawasan resapan air yang memadai.“Kalau taman memang banyak, tapi taman-taman kecil yang ditata dan diberi plang sebagai taman. Tapi secara fungsi ekologi harus ditinjau kembali,” kata dia.RTH dan Alih Fungsi Lahan Jadi SorotanAminullah menegaskan bahwa RTH tidak bisa dibangun secara sembarangan karena berkaitan langsung dengan kemampuan tanah dalam menyerap air.Ia juga menyebut masih terjadi alih fungsi lahan yang berdampak pada berkurangnya kawasan resapan di Jakarta.Berdasarkan catatan Walhi Jakarta, RTH yang benar-benar berfungsi ekologis disebut hanya tersisa sekitar 5 persen.“Banyak alih fungsi lahan di Jakarta,” ujarnya.Ia juga menyinggung keberadaan kawasan green belt di Jakarta yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga banjir, terutama di wilayah selatan yang menurutnya perlu dijaga dari alih fungsi lahan.Dorongan Perbaikan Tata Ruang dan RTHAminullah menekankan pentingnya penambahan RTH yang benar-benar berfungsi ekologis serta perlindungan kawasan resapan air.Selain itu, pengendalian alih fungsi lahan dinilai menjadi kunci agar banjir tidak terus berulang di Jakarta.Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jakarta dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).Salah satunya Pramono menegaskan bahwa Jakarta tengah bersiap menghadapi dampak perubahan iklim melalui penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, perluasan akses air bersih, hingga pengembangan urban farming. Selain itu, program pemilahan sampah juga terus dijalankan.","publishedDateTime":"2026-06-22T20:28:20+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T20:28:20+07:00","createdAt":"2026-06-22T21:31:30.360972+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Ruang Terbuka Hijau (RTH), kawasan resapan air, drainase","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jakarta","province":"DKI Jakarta","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-6.2005227060502,"longitude":106.83670799657,"shortDescription":"Banjir di Jakarta mayoritas disebabkan oleh genangan hujan lokal akibat minimnya daya serap tanah dan belum optimalnya drainase, serta berkurangnya ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai resapan air.","description":"Walhi Jakarta menyoroti persoalan banjir di ibu kota yang didominasi oleh genangan hujan lokal, bukan hanya luapan sungai. Hal ini disebabkan oleh minimnya fungsi optimal ruang terbuka hijau (RTH) sebagai area resapan air dan belum optimalnya drainase. Meskipun normalisasi sungai penting, perluasan kawasan resapan air dan pengendalian alih fungsi lahan menjadi kunci agar banjir tidak terus berulang di Jakarta. RTH yang berfungsi ekologis disebut hanya tersisa sekitar 5 persen.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13508,"sourceId":"fee65c999735717f3a2df045fe96b49a","url":"https://medan.kompas.com/read/2026/06/22/203411178/us-navy-bangun-sekolah-terdampak-bencana-di-tapanuli-tengah","title":"US Navy Bangun Sekolah Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah","author":"Oryza Pasaribu, Eris Eka Jaya","publisherName":"kompas.com","content":"TAPANULI TENGAH, KOMPAS.com - Lewat program Encap (Engineering Civic Action Program), Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) membangun dua ruang kelas baru di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.Daerah ini merupakan wilayah terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.Kepala Dinas Pendidikan Kabid Tapteng, Johannes Simanjuntak, mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembangunan dua unit ruangan baru di SD Negeri 158309 Pandan 3.Kegiatan ini merupakan misi Pacific Partnership 2026, antara US Navy dan TNI Angkatan Laut.\"Yang menjadi sasaran tahun ini adalah Sekolah Dasar Negeri 3 di Pandan. Ada dua unit ruangan baru yang sedang dibangun langsung oleh tentara Amerika Serikat,\" ungkap Johannes ketika dihubungi langsung, Senin (22/6/2026).Kali Kedua ke TaptengProgram dengan nama Encap (Engineering Civic Action Program) ini, kata Johannes, sudah berjalan setiap tahun.Ini kali kedua, Angkatan Laut Amerika Serikat datang kembali ke Tapanuli Tengah.\"Tahun lalu (2025), Angkatan Laut Amerika Serikat membangun SD Negeri 155890 Aek Tolang 2,\" ujar Johannes.Saat kegiatan tahun lalu, Angkatan Laut Amerika Serikat mengunjungi sembilan SD dan SMP di Tapteng, dan memilih SD Negeri 158309 Pandan 3 untuk dikerjakan pada tahun ini.\"Jadi ini kali kedua, Angkatan Laut Amerika Serikat datang ke sini, dan kembali membantu pembangunan sekolah-sekolah yang ada di Tapanuli Tengah,\" ucap Johannes.Johannes menyampaikan, kegiatan ini sudah berjalan sejak 8 Juni 2026, dan ditargetkan akan selesai pada 24 Juli 2026.\"Progresnya lagi berjalan dan direncanakan akan selesai pada 24 Juli 2026 nanti,\" kata Johannes.Seperti apa keistimewaan ruangan baru yang sedang dibangun itu, Johannes belum mengetahuinya.Dia memastikan, kegiatan pembangunan itu tidak mengganggu proses belajar mengajar yang ada di sekolah.\"Seperti apa hasilnya dan apa saja yang akan diisi untuk ruangan yang dibangun itu, saya belum tahu karena masih proses pengerjaan,\" sebutnya.\"Kegiatan ini dipastikan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar, apalagi selama tiga pekan ke depan, anak-anak sudah mulai libur sekolah,\" ucapnya.Kata Bupati TaptengBupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan Engineering Civic Action Program (Encap) merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berfokus pada pembangunan serta perbaikan infrastruktur bagi masyarakat.Program ini dilaksanakan secara rutin oleh TNI Angkatan Laut melalui kerja sama lintas negara dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).\"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Angkatan Laut Amerika Serikat yang bekerja sama dengan TNI membantu pembangunan fasilitas pendidikan di daerah ini,\" ucap Masinton.Ruangan baru yang sedang dibangun ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi siswa dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.\"Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar hingga selesai dan ruang kelas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,\" pungkasnya.Diketahui, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dalam misi Pacific Partnership 2026. Bersama TNI Angkatan Laut, misi itu akan singgah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 21-31 Juli 2026.Tim akan melaksanakan sejumlah program penanganan pascabencana, termasuk membangun sekolah.”Kami melaksanakan misi yang disebut Pacific Partnership 2026 untuk membangun dan memelihara hubungan dan kerja sama regional dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan bencana di kawasan,” kata Komandan Misi Pacific Partnership 2026 Captain Robert Reyes, dilansir Kompas.id dalam konferensi pers melalui sambungan video, Rabu (17/6/2026).Pacific Partnership 2026 akan mengunjungi lima negara, yakni Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Malaysia, dan Filipina.Misi itu juga mempunyai proyek tambahan di Fiji dan Palau.Di Indonesia, tim Angkatan Laut Amerika Serikat yang terdiri atas sekitar 300 personel akan singgah di Kota Sibolga pada 21-31 Juli 2026.Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah latihan bersama TNI AL untuk melaksanakan tindakan tanggap darurat menghadapi bencana.Tim juga akan memberikan layanan medis kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah, termasuk penyembuhan trauma pascabencana.\"Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan regional untuk membantu menyediakan dukungan untuk layanan kesehatan mental. Kerja sama dengan organisasi lokal kami lakukan agar layanan ini berkelanjutan dan bisa dilaksanakan dalam jangka panjang,” lanjut Robert.Selain itu, misi ini akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, antara lain berupa pembangunan sekolah.Tim pendahulu telah mulai membangun ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri 158309 Pandan 3, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.Pembangunan ruang kelas ini sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung pada 24 Juli 2026.Robert mengatakan, bencana alam berdampak pada semua orang tanpa memandang ras, agama, gender, atau kelas ekonomi.Karena itu, di masa tenang, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus ditingkatkan.”Saat bencana datang, kita harus siap meresponsnya dengan cepat dan tepat,” ujarnya.Deputi Komandan Misi untuk Pacific Partnership 2026 Kolonel Alain Lafreniere mengatakan, Pacific Partnership dilakukan sejak 2006 sebagai respons terhadap bencana tsunami 2004.\"Pacific Partnership kini telah berusia 20 tahun dan tetap setia pada ide intinya, yaitu bantuan kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan kemitraan di seluruh kawasan Indo-Pasifik,\" tuturnya.\"Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan bekerja sama dengan beberapa negara untuk memastikan bahwa kita semua berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk merespons bencana alam,” tutur Alain.","publishedDateTime":"2026-06-22T20:34:11+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T20:34:11+07:00","createdAt":"2026-06-22T21:31:30.360972+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Sekolah Dasar Negeri 158309 Pandan 3","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Tapanuli Tengah, Sumatera Utara","province":"Sumatera Utara","regency":"Tapanuli Tengah","district":"","village":""},"latitude":1.8995681305658,"longitude":98.636568309619,"shortDescription":"Banjir dan longsor yang terjadi di Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 menjadi latar belakang pembangunan sekolah oleh US Navy sebagai bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.","description":"Pada 25 November 2025, wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dilanda bencana banjir dan longsor. Sebagai respons pascabencana, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) melalui program Encap (Engineering Civic Action Program) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut membangun dua ruang kelas baru di SD Negeri 158309 Pandan 3. Pembangunan yang merupakan bagian dari misi Pacific Partnership 2026 ini dimulai pada 8 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 24 Juli 2026, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan kesiapsiagaan bencana di kawasan Indo-Pasifik.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13509,"sourceId":"18baa2d439a553517729b3b8875c3404","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/22/223900178/3-desa-di-purbalingga-mulai-dilanda-kekeringan-warga-lereng-slamet-tempuh-2","title":"3 Desa di Purbalingga Mulai Dilanda Kekeringan, Warga Lereng Slamet Tempuh 2 Km Cari Air","author":"Intan Maharani","publisherName":"kompas.com","content":"PURBALINGGA, KOMPAS.com - Tiga desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mulai terdampak kekeringan seiring datangnya musim kemarau 2026. Warga di sejumlah wilayah bahkan harus menempuh jarak hingga 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat desa yang telah melaporkan kejadian kekeringan meliputi Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang.Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Haprindiat mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke dua desa yang paling terdampak, yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa.\"Sampai dengan saat ini yang sudah melaporkan dan dilakukan dropping (pendistribusian) bantuan air, yakni Desa Serang dan Kutabawa, sedangkan Desa Wanogara Wetan baru melaporkan, belum dilakukan dropping air karena penampung air belum siap,\" ungkap Revon di Purbalingga, dikutip dari Antara Jateng, Senin (22/6/2026).Warga Lereng Gunung Slamet Kesulitan Air BersihMenurut Revon, warga Desa Serang dan Desa Kutabawa yang berada di kawasan lereng Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.Kondisi tersebut tidak hanya dipicu oleh musim kemarau yang mulai berlangsung, tetapi juga dampak bencana banjir dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.Bencana tersebut menutup sejumlah akses menuju sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian.Akibatnya, sebagian warga harus berjalan sejauh 1 hingga 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih.BPBD Salurkan 20.000 Liter Air BersihSebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak pada 19 Juni 2026.Revon mengatakan total bantuan yang disalurkan mencapai 20.000 liter air bersih atau setara empat tangki.\"Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan 20.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Karangreja pada 19 Juni 2026,\" ujarnya.Dari jumlah tersebut, dua tangki atau 10.000 liter disalurkan ke Desa Kutabawa. Sementara dua tangki lainnya dengan volume yang sama dikirim ke Dusun Gunungmalang, Desa Serang.Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sedikitnya 102 keluarga atau sekitar 398 jiwa yang terdampak kekeringan.Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa setempat agar distribusi air dapat menjangkau warga yang membutuhkan.Tiga Desa Sudah Melapor KekeringanSelain Desa Serang dan Desa Kutabawa, Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang juga telah melaporkan kondisi kekeringan kepada BPBD.Namun hingga saat ini bantuan air bersih belum didistribusikan ke wilayah tersebut karena sarana penampungan air yang akan digunakan masih belum siap.BPBD Kabupaten Purbalingga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah selama musim kemarau berlangsung.Revon menegaskan pihaknya siap menyalurkan bantuan apabila terdapat laporan dari desa atau kecamatan lain yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.\"Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi bencana kekeringan,\" katanya.Curah Hujan Diprediksi Berkurang Mulai JuniKondisi kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah Purbalingga terjadi saat Indonesia memasuki periode musim kemarau 2026.Berdasarkan Buletin Iklim Mei 2026 yang diterbitkan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga rendah pada Juni-Agustus 2026.Pada Juni 2026, sekitar 18,99 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah atau 0-100 milimeter per bulan. Persentase tersebut meningkat menjadi 54,37 persen pada Juli dan mencapai 76,64 persen pada Agustus 2026.Selain itu, BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami sifat hujan Bawah Normal hingga Normal selama periode tersebut.Pada Juni 2026, sebanyak 66,59 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan dengan sifat Bawah Normal atau lebih kering dibandingkan kondisi normal. Angka tersebut meningkat menjadi 85,39 persen pada Juli dan 89,62 persen pada Agustus 2026.Kondisi tersebut menunjukkan potensi kekeringan di sejumlah daerah masih perlu diwaspadai seiring berkurangnya curah hujan selama puncak musim kemarau ","publishedDateTime":"2026-06-22T22:39:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-22T22:39:00+07:00","createdAt":"2026-06-22T23:31:20.643246+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Tiga desa di Kabupaten Purbalingga","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah","province":"Jawa Tengah","regency":"Purbalingga","district":"Purbalingga","village":""},"latitude":-7.393376828857501,"longitude":109.36914742145,"shortDescription":"Kekeringan melanda tiga desa di Purbalingga akibat musim kemarau 2026 dan dampak bencana banjir serta tanah longsor sebelumnya yang menutup akses sumber air.","description":"Tiga desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yaitu Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang, mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Warga di Desa Serang dan Kutabawa, yang berada di lereng Gunung Slamet, harus menempuh jarak hingga 1-2 kilometer untuk mendapatkan air bersih karena akses ke sumber air tertutup akibat banjir dan tanah longsor sebelumnya. BPBD Purbalingga telah menyalurkan 20.000 liter air bersih ke Desa Serang dan Kutabawa pada 19 Juni 2026 sebagai penanganan darurat.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13510,"sourceId":"b3cf6ebc0640bd013d14b065624ec354","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/23/073000878/ratusan-warga-nagan-raya-geruduk-kantor-bupati-tolak-investasi-tambang","title":"Ratusan Warga Nagan Raya Geruduk Kantor Bupati, Tolak Investasi Tambang Tembaga","author":"Wahyu Wachid Anshory ","publisherName":"kompas.com","content":"NAGAN RAYA, KOMPAS.com - Ratusan warga dari Beutong Ateuh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati setempat.Mereka menolak keras rencana investasi tambang tembaga yang disebut akan masuk ke wilayah mereka.Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan agar pemerintah mendengarkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan dan keselamatan permukiman.Mengapa warga Beutong Ateuh menolak rencana tambang?Ketua Perempuan Beutong Bersatu (PBB), Saudah, menegaskan bahwa penolakan masyarakat berangkat dari kekhawatiran serius terhadap ancaman bencana alam jika aktivitas tambang benar-benar dibuka di wilayah mereka.\"Jika terjadi pembukaan tambang di Beutong Ateuh, maka desa kami ini tinggal nama. Kampung kami itu bentuknya melingkung seperti perahu. Sekarang saja, setelah adanya banjir bandang, masyarakat tinggal di bawah kaki bukit. Di belakang kami bukit, di bawah kami sungai. Kalau ada tambang di dalam tanah, Beutong Ateuh pasti ambruk,\" kata Saudah di Nagan Raya, Senin sore (22/6/2026) dikutip dari Antara.Menurutnya, kondisi geografis Beutong Ateuh yang berada di kawasan rawan longsor membuat aktivitas pertambangan sangat berisiko terhadap keselamatan warga.Ia menegaskan bahwa penolakan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada pengalaman bencana yang pernah terjadi sebelumnya serta kondisi alam yang semakin rentan.Apa kekhawatiran utama masyarakat terhadap tambang?Masyarakat menilai wilayah mereka sangat rentan terhadap longsor dan kerusakan lingkungan apabila aktivitas tambang dipaksakan. Selain itu, warga juga menyoroti potensi hilangnya sumber air bersih dan kerusakan ekosistem akibat pembukaan lahan besar-besaran.Saudah menegaskan, kelestarian hutan Beutong Ateuh bukan hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga memiliki peran ekologis yang lebih luas.Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan atau investasi, namun menolak jika aktivitas tersebut merusak lingkungan dan ruang hidup mereka.\"Kami tidak melarang kalau Pak Bupati ingin memediasi pembangunan Nagan Raya menjadi seperti Brunei Darussalam atau membangun pelabuhan internasional. Kami juga tidak menolak investasi seperti perkebunan. Tapi yang kami larang, jangan ganggu tanah kami! Jangan ambil hasil bumi di dalam tanah Beutong yang sudah hancur dan berdarah sejak zaman dulu,\" tegasnya.Mengapa masyarakat kecewa terhadap pemerintah daerah?Selain faktor lingkungan, warga juga menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Mereka menilai janji kesejahteraan melalui investasi tambang tidak pernah terbukti secara nyata di masa lalu.Masyarakat mengaku memiliki pengalaman buruk dengan aktivitas tambang sebelumnya, termasuk saat beroperasinya PT EMM.Menurut mereka, keberadaan perusahaan tersebut tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal.Bahkan, warga menyebutkan sejumlah persoalan yang pernah mereka alami, seperti:Ketidakpastian jam kerjaUpah yang tidak jelasHak ibadah yang tergangguMinimnya manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.Pengalaman tersebut membuat masyarakat semakin skeptis terhadap rencana investasi tambang baru di wilayah mereka.Apa tuntutan utama warga Beutong Ateuh?Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan yang dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi wilayah mereka dari ancaman eksploitasi tambang.Beberapa tuntutan utama tersebut meliputi:Pencabutan wilayah Beutong Ateuh dari zona pertambanganPenetapan wilayah sebagai Otoritas Adat atau Hutan AdatPerlindungan hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alamPenghentian rencana investasi tambang tembaga.Warga juga berencana membawa aspirasi ini hingga ke tingkat nasional di Jakarta agar mendapat perhatian lebih luas dari pemerintah pusat dan publik.Bagaimana respons pemerintah daerah?Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Hizbulwatan, menyampaikan bahwa pihaknya tetap menampung aspirasi masyarakat yang menolak rencana pertambangan tersebut.Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan membantu menyampaikan aspirasi tersebut ke Pemerintah Aceh.\"Kalau menolak tambang, kami tidak punya kewenangan. Kami juga tidak punya wewenang meneken surat yang disampaikan masyarakat, karena persoalan tambang sepenuhnya kewenangan ada di provinsi, di Pemerintah Aceh,\" kata Hizbulwatan.Pemerintah daerah, lanjutnya, hanya dapat berperan sebagai penghubung aspirasi masyarakat tanpa kewenangan mengambil keputusan akhir terkait izin pertambangan.Meski sempat berlangsung dengan ketegangan, aksi unjuk rasa ratusan warga Beutong Ateuh berakhir dengan tertib. Aksi yang dimulai sejak siang hari itu berhenti ketika azan magrib berkumandang.","publishedDateTime":"2026-06-23T07:30:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T07:30:00+07:00","createdAt":"2026-06-23T08:00:17.156371+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Konflik Sosial","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Kantor Bupati Nagan Raya","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kantor Bupati Nagan Raya, Aceh","province":"Aceh","regency":"Nagan Raya","district":"","village":""},"latitude":4.17124378494065,"longitude":96.35337479722301,"shortDescription":"Ratusan warga melakukan unjuk rasa menolak rencana investasi tambang tembaga karena kekhawatiran dampak lingkungan, bencana alam, dan pengalaman buruk dengan investasi tambang sebelumnya.","description":"Ratusan warga dari Beutong Ateuh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati setempat pada Senin sore (22/6/2026) untuk menolak keras rencana investasi tambang tembaga. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan agar pemerintah mendengarkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan, keselamatan permukiman, dan potensi bencana alam seperti longsor serta kerusakan ekosistem. Warga juga menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah daerah karena janji kesejahteraan dari investasi tambang sebelumnya tidak terbukti nyata dan pengalaman buruk dengan aktivitas tambang PT EMM.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13511,"sourceId":"e75f034f41fc0e5d6f0eea8590e67974","url":"https://www.kompas.com/properti/read/2026/06/23/080000021/menteri-pu-sorot-potensi-bahaya-cekungan-air-di-hulu-sungai-pasca-gempa","title":"Menteri PU Sorot Potensi Bahaya Cekungan Air di Hulu Sungai Pasca Gempa Sulteng","author":"Suhaiela Bahfein, Hilda B Alexander","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti potensi bahaya di kawasan hulu sungai saat meninjau infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah.Salah satu perhatian utama adalah keberadaan cekungan berisi genangan air yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi jika tidak segera dimitigasi.Peninjauan dilakukan pada Minggu (21/6/2026) dengan menyusuri Jalan Alternatif Palolo-Napu di Kabupaten Sigi untuk memastikan kondisi konektivitas wilayah, keandalan infrastruktur jembatan, serta layanan air bersih bagi masyarakat.Dalam kunjungan tersebut, Dody juga meninjau Jembatan Posu yang membentang di atas Sungai Posu, Desa Sopu.Selain memeriksa kondisi jembatan, dia menyoroti kondisi kawasan hulu sungai yang memiliki cekungan berisi air dan dinilai perlu segera dipetakan serta dimitigasi.Menurutnya, pengalaman penanganan bencana di sejumlah daerah menunjukkan bahwa cekungan yang menampung air dalam jumlah besar dapat menjadi ancaman ketika curah hujan tinggi, termasuk berpotensi memicu longsor maupun banjir bandang.“Saya juga melihat ada cekungan berisi air di bagian atas. Ini harus segera dipetakan dan dimitigasi. Kalau ada potensi bahaya, kita harus cek dan antisipasi sejak awal. Kita tidak ingin menyesal karena sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Dody, dalam siaran pers, Senin (22/6/2026).Survei LanjutanDody juga menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lanjutan untuk mengetahui kondisi aktual di kawasan hulu, termasuk kemungkinan kebutuhan penanganan berupa pengendalian aliran air.Dia mencontohkan pengalaman kejadian longsor di Majenang, Jawa Tengah, sebagai pembelajaran dalam mengantisipasi potensi serupa di wilayah lain.Selain aspek mitigasi bencana, Kementerian PU juga memastikan infrastruktur dasar di wilayah terdampak tetap berfungsi.Adapun salah satunya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki yang tetap beroperasi dan melayani kebutuhan air bersih masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.","publishedDateTime":"2026-06-23T08:00:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T08:00:00+07:00","createdAt":"2026-06-23T08:30:18.83396+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Gempa Bumi","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Infrastruktur dasar, Jembatan Posu, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Sulawesi Tengah","province":"Sulawesi Tengah","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-0.972101866055415,"longitude":121.236523160375,"shortDescription":"Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, menyebabkan Menteri PU meninjau potensi bahaya cekungan air di hulu sungai yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.","description":"Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Minggu (21/6/2026). Peninjauan dilakukan di kawasan hulu sungai, termasuk Jalan Alternatif Palolo-Napu di Kabupaten Sigi dan Jembatan Posu di Desa Sopu. Perhatian utama adalah potensi bahaya dari cekungan berisi genangan air yang dinilai berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi jika tidak segera dimitigasi, serta memastikan infrastruktur dasar seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki tetap berfungsi.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":["Jalan Alternatif Palolo-Napu"]},{"id":13512,"sourceId":"71f5b0f3bbb92452bc5a0fc436d07b2f","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/081452278/jember-hadapi-ancaman-kekeringan-anggaran-bpbd-justru-dipangkas-jadi-rp-759","title":"Jember Hadapi Ancaman Kekeringan, Anggaran BPBD Justru Dipangkas Jadi Rp 7,59 Miliar","author":"Mega Silvia, Reni Susanti","publisherName":"kompas.com","content":"JEMBER, KOMPAS.com - Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino diperkirakan kembali membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.Namun di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi tersebut, anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember justru mengalami penurunan.Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho menyoroti pagu anggaran BPBD Jember tahun 2026 yang hanya sebesar Rp 8,55 miliar. Jumlah tersebut turun hampir separuh dibandingkan anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp 14 miliar.Menurut pria yang akrab disapa Nuki itu, penurunan anggaran perlu menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Jember masih memiliki potensi kekeringan, seperti Kecamatan Patrang, Sumbersari, Kalisat, Rambipuji, Mayang, hingga Tempurejo.\"Jember ini punya daerah-daerah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan. Saat ancaman El Nino meningkat, seharusnya mitigasi dan kesiapsiagaan justru diperkuat,\" kata Nuki, Senin (22/6/2026).Anggaran BPBD Turun Hampir SetengahNuki menjelaskan, anggaran BPBD Jember pada 2024 mencapai Rp 13 miliar dengan realisasi sekitar Rp 10,5 miliar.Pada 2025, anggaran tersebut meningkat menjadi Rp 14 miliar. Namun memasuki 2026, pagunya turun menjadi Rp 8,55 miliar.Ia juga mempertanyakan adanya perbedaan antara total pagu anggaran dengan dana yang bisa digunakan.\"Dari total pagu Rp 8,55 miliar tersebut anggaran yang dapat digunakan hanya sekitar Rp 7,59 miliar,\" ujarnya.Menurut Nuki, belum ada penjelasan yang jelas terkait selisih sekitar Rp 1 miliar tersebut.\"Yang pertama, hilangnya sekitar Rp 1 miliar itu ke mana? Tidak ada keterangan yang jelas. Kemudian apakah ini karena mitigasi yang lemah atau memang kekeringan dianggap sebagai persoalan yang biasa oleh pemerintah,\" ungkapnya.DPRD Minta Mitigasi DiperkuatPolitikus PDI Perjuangan itu menilai anggaran Rp 7,59 miliar terlalu kecil untuk menangani berbagai potensi bencana di Jember.Selain kekeringan, wilayah tersebut juga menghadapi ancaman bencana lain seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan.Nuki juga membandingkan anggaran BPBD dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang memiliki anggaran lebih besar.\"Banyak OPD yang anggarannya fantastis, bahkan masih melakukan pergeseran anggaran tanpa koordinasi maupun melibatkan legislatif,\" katanya.Ia meminta masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga sumber mata air, merawat lingkungan, serta menghindari pembukaan lahan menggunakan cara membakar.Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi antara BPBD, Desa Tangguh Bencana (Destana), pemerintah kecamatan, dan instansi terkait agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat.BPBD Pastikan Tetap SiagaKepala BPBD Jember Edy Budi Susilo memastikan penurunan anggaran tidak mengganggu kesiapsiagaan lembaganya dalam menghadapi bencana.Edy mengatakan dirinya baru menjabat sejak Januari 2026 sehingga hanya menjalankan perencanaan yang telah disusun sebelumnya.Terkait besaran anggaran, ia menyebut hal tersebut merupakan kewenangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).Menurut dia, pengurangan anggaran merupakan bagian dari kebijakan efisiensi.\"Sejauh ini dari anggaran yang tersedia aman. Kami masih bisa bekerja dengan baik dan melaksanakan penanganan bencana,\" tutur Edy.Edy menambahkan, pemerintah daerah masih memiliki Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 15 miliar yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat kebencanaan.Selain itu, BPBD Jember juga dapat memperoleh dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika terjadi bencana besar.\"Kalau memang diperlukan, ada BTT yang bisa digunakan untuk kondisi darurat. Di atas kami juga ada BPBD Provinsi dan BNPB yang siap membantu ketika terjadi keadaan tanggap darurat,\" kata Edy.","publishedDateTime":"2026-06-23T08:14:52+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T08:14:52+07:00","createdAt":"2026-06-23T08:30:18.83396+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Anggaran BPBD Jember","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kabupaten Jember, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Jember","district":"","village":""},"latitude":-8.19493591602285,"longitude":113.655594311655,"shortDescription":"Anggaran BPBD Jember dipangkas hampir separuh di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino, menimbulkan kekhawatiran terhadap kesiapan mitigasi bencana.","description":"Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino diperkirakan kembali membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun, di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi tersebut, anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember justru mengalami penurunan dari Rp 14 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp 8,55 miliar pada tahun 2026, dengan dana yang dapat digunakan hanya sekitar Rp 7,59 miliar. Penurunan anggaran ini menjadi sorotan karena Jember memiliki daerah yang berpotensi kekeringan setiap tahun, seperti Kecamatan Patrang, Sumbersari, Kalisat, Rambipuji, Mayang, hingga Tempurejo, sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan seharusnya diperkuat.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13513,"sourceId":"7a4daef30b8100eb7fafef6ad9131f06","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/09454431/hut-ke-499-jakarta-pramono-pamer-capaian-rano-karno-menangis","title":"HUT ke-499 Jakarta: Pramono Pamer Capaian, Rano Karno Menangis","author":"Ruby Rachmadina, Ambaranie Nadia Kemala Movanita ","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanfaatkan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta di Silang Selatan Monas, Senin (22/6/2026), untuk memaparkan sejumlah capaian pembangunan ibu kota.Di hadapan peserta upacara, Pramono menyebut inflasi Jakarta sepanjang 2025 tetap terkendali di angka 2,45 persen meski dunia tengah menghadapi eskalasi geopolitik global.Ia juga mengungkapkan realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp 270 triliun.“Inflasi Jakarta tetap terkendali 2,45 persen sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi mencapai 270 triliun pada triwulan pertama tahun 2026 ini. Perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen kepada perekonomian nasional,” kata Pramono.Bantuan untuk pelajar dan mahasiswaDi sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada 707.477 pelajar.Sementara itu, sebanyak 15.825 mahasiswa menerima bantuan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).Pemprov DKI juga melanjutkan program pemutihan ijazah untuk membantu warga memperoleh kembali dokumen pendidikan yang tertahan.Program Padat Karya dan Pasukan PutihPramono mengatakan pemerintah daerah terus memperluas kesempatan kerja melalui program padat karya.Di bidang kesehatan, layanan Pasukan Putih Jakarta tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah atau home service bagi warga yang membutuhkan.Transportasi umum makin terintegrasiMenurut Pramono, sejumlah wilayah di Jabodetabek kini dapat dijangkau melalui layanan Transjabodetabek.Selain itu, Pemprov DKI masih menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat.Sejumlah proyek strategis juga dipersiapkan seperti pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, hingga pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.Bersiap hadapi perubahan iklimPemprov DKI juga menaruh perhatian pada isu lingkungan dan perubahan iklim.Pramono mengeklaim berbagai upaya dilakukan melalui penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, perluasan akses air bersih, hingga pengembangan urban farming.Pramono juga mengingatkan pentingnya gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.\"Menjelang lima abad Jakarta, kita tidak boleh mewariskan persoalan sampah kepada generasi berikutnya. Karena itu, gerakan pilah sampah terus didorong sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah dan lingkungan,\" kata Pramono.Jika Pramono memanfaatkan peringatan HUT Jakarta untuk memaparkan berbagai capaian dan rencana pembangunan, momen peringatan hari jadi ibu kota juga diwarnai suasana haru dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.Rano Karno menangisDalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar untuk memperingati HUT ke-499 Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tampak menahan haru saat menyampaikan pidato di hadapan anggota dewan.Di lokasi, suara Rano beberapa kali bergetar dan terdengar mengeluarkan isak. Ia juga beberapa kali menarik napas panjang saat menyampaikan sambutan.Momen tersebut membuat suasana sidang menjadi lebih emosional.Rano tampak berusaha menahan tangis saat berbicara mengenai perjalanan Jakarta dan harapan untuk masa depan kota yang akan memasuki usia lima abad.Dalam pidatonya, Rano mengenang perjalanan panjang Jakarta yang telah tumbuh dan berkembang menjadi kota besar dengan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang sejarahnya.“Ia tumbuh dari kampung-kampung, sungai, pasar, dan jalan-jalan yang menjadi saksi pertumbuhan banyaknya manusia. Jakarta telah belajar di tengah perubahan dari berbagai tantangan dan selalu menjadi peluang bagi siapapun yang membawa mimpi,” ujar Rano.Usia Jakarta yang akan memasuki lima abad, bagi Rano, harus menjadi momentum untuk menyiapkan masa depan kota secara lebih serius.Menurut dia, Jakarta tidak hanya harus menjadi kota yang maju dan berdaya saing, tetapi juga kota yang berkelanjutan dan manusiawi bagi seluruh warganya.“Karena itu, momentum menuju 5 abad Jakarta harus menjadi titik bagi kita semua untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh. Bukan hanya masa depan yang lebih maju, lebih berdaya saing, tapi lebih berkelanjutan,” kata Rano.Catatan jelang 5 abad JakartaMenanggapi capaian yang dipaparkan Pramono, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris Komisi A Mujiono mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta patut diapresiasi karena terjadi di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.\"Pertumbuhan ekonomi 5,59 persen dan investasi Rp 270 triliun itu capaian yang harus kita apresiasi. Di tengah dunia yang sedang goyah karena tarik-menarik geopolitik, banyak kota besar justru melambat. Jakarta tumbuh. Itu hasil kerja nyata, bukan terjadi kebetulan,\" kata Mujiono.Meski demikian, ia menilai pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya bermakna apabila manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.\"Pertumbuhan setinggi itu baru bermakna penuh kalau dirasakan sampai ke bawah di akar rumput. Rasio Gini Jakarta hari ini 0,44, tertinggi se-Indonesia. Jadi sambil kita rayakan pertumbuhannya, PR kita juga jelas, memastikan pertumbuhan ekonomi Jakarta dirasakan masyarakat kecil, jangan hanya dinikmati kaum berpunya saja,\" ujarnya.Mujiono juga mengapresiasi langkah Pramono yang mempertahankan berbagai program sosial dan pendidikan, seperti KJP Plus, KJMU, pemutihan ijazah, hingga perluasan sekolah swasta gratis.Senada, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andriano menilai berbagai capaian yang dipaparkan Pramono patut diapresiasi.Namun, ia menekankan pentingnya mengurangi disparitas sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas penciptaan lapangan kerja serta memperkuat akses pendidikan gratis dalam momentum HUT Jakarta.Ia menilai dua sektor tersebut menjadi kebutuhan mendasar warga Ibu Kota yang harus terus ditingkatkan seiring pertumbuhan ekonomi Jakarta.\"Lapangan kerja harus semakin banyak supaya masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidupnya,\" ujar Basri dikutip dari Antara.Pertumbuhan ekonomi Jakarta harus diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan secara makro, tetapi juga langsung berdampak pada kesejahteraan warga.Selain isu ketenagakerjaan, Basri juga menyoroti sektor pendidikan. Ia mendorong perluasan program sekolah swasta gratis agar akses pendidikan semakin merata dan tidak lagi terkendala biaya.Program tersebut dinilai penting untuk memastikan anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga.Selain itu, Basri juga menyoroti aspek keamanan di Jakarta. Ia berharap situasi kota semakin aman dan nyaman bagi seluruh warga, serta kasus kriminalitas jalanan dapat terus ditekan.\"Semoga Jakarta semakin aman dan nyaman bagi seluruh warga. Tidak ada lagi kasus begal maupun perampokan yang meresahkan masyarakat,\" ujar Basri.Di sektor lain, ia juga meminta peningkatan layanan kesehatan agar semakin mudah diakses dan berkualitas bagi seluruh warga.Pengamat: Transportasi publik perlu diperkuatDi sisi lain, pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai klaim meluasnya konektivitas Jabodetabek melalui layanan Transjabodetabek belum cukup kuat untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.\"Warga tetap ingin angkutan umum itu ada setiap saat dibutuhkan. Kalau sarana busnya sedikit atau jarang, masyarakat tetap menggunakan kendaraan pribadi,\" ujar Deddy.Menurut dia, persoalan utama transportasi publik di Jakarta bukan hanya soal penambahan rute, melainkan juga ketersediaan armada dan kualitas layanan.Deddy memperkirakan Jakarta masih membutuhkan sekitar 4.000 unit bus tambahan untuk menggantikan peran Metro Mini dan Kopaja yang sebelumnya melayani mobilitas perkotaan.\"Masih belum menjawab kebutuhan masyarakat. Yang penting itu bukan sekadar ada trayeknya, tetapi kuantitas dan kualitas pelayanannya,\" kata dia.Ia juga menilai pengurangan kemacetan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan MRT dan LRT.Pemerintah, kata Deddy, perlu segera menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi melalui Electronic Road Pricing (ERP).\"ERP segera dipasang,\" ujar Deddy.","publishedDateTime":"2026-06-23T09:45:44+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T09:45:44+07:00","createdAt":"2026-06-23T10:30:16.461757+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Kota Jakarta","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Silang Selatan Monas, Jakarta","province":"DKI Jakarta","regency":"Kota Jakarta Pusat","district":"Gambir","village":"Gambir"},"latitude":-6.1800019230022,"longitude":106.81998190852,"shortDescription":"Peringatan HUT ke-499 Jakarta menjadi ajang Gubernur memaparkan capaian pembangunan dan Wakil Gubernur menyampaikan pidato emosional.","description":"Pada peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta yang dilaksanakan di Silang Selatan Monas pada Senin (22/6/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan berbagai capaian pembangunan ibu kota, termasuk pengendalian inflasi, realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi, serta program bantuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan pidato yang diwarnai suasana haru mengenai perjalanan dan harapan untuk masa depan Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD DKI Jakarta yang memberikan tanggapan terhadap capaian yang dipaparkan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13514,"sourceId":"edb01e9b38a376bb48210f8817d26d28","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/10282731/sebaran-rth-di-jakarta-masih-belum-merata-warga-pinggiran-sulit-akses","title":"Sebaran RTH di Jakarta Masih Belum Merata, Warga Pinggiran Sulit Akses Taman Besar","author":"Mohamad Bintang Pamungkas","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta dinilai masih menghadapi persoalan pemerataan. Meski jumlah taman dan ruang hijau terus bertambah, distribusi RTH yang memiliki fungsi ekologis dan sosial disebut belum merata di seluruh wilayah ibu kota.Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Muhammad Aminullah mengatakan, sebagian besar ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi ekologis dan sosial masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara kawasan pinggiran Jakarta relatif minim RTH yang memadai.“Sebarannya terlalu di tengah, daerah pinggir tidak banyak,” kata Aminullah saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Senin (22/6/2026).Menurut Aminullah, persoalan RTH di Jakarta tidak hanya berkaitan dengan luas lahan, tetapi juga efektivitas fungsi ekologi dan sosialnya.Ia menilai banyak ruang hijau yang ada saat ini berupa taman-taman kecil yang ditata untuk kebutuhan estetika dan ruang publik, namun belum tentu berfungsi optimal sebagai kawasan resapan air.“Kalau taman memang banyak, tapi taman-taman kecil yang ditata dan diberi plang sebagai taman. Tapi secara fungsi ekologi harus ditinjau kembali,” ujarnya.“Ruang terbuka hijau itu fungsi utamanya soal ekologi. Secara fungsi ekologi belum efektif sepenuhnya,” lanjut dia.Warga Pinggiran Jakarta Dinilai Sulit Mengakses Taman BesarSelain fungsi ekologis, Aminullah juga menyoroti aspek sosial dari keberadaan RTH di Jakarta.Menurut dia, taman-taman besar yang nyaman dan banyak dimanfaatkan masyarakat masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama kawasan pusat kota.Ia mencontohkan sejumlah taman yang menjadi ruang publik favorit warga seperti Tebet Eco Park.Namun, warga yang tinggal di wilayah pinggiran Jakarta dinilai belum memiliki akses yang sama terhadap ruang terbuka hijau dengan kualitas serupa.“Secara fungsi sosial, RTH atau taman-taman yang besar, yang nyaman, juga terlalu terkonsentrasi di tengah. Sebut saja misalnya Tebet Eco Park, dan lain-lain,” kata Aminullah.“Warga-warga di pinggiran Jakarta sulit mengaksesnya. Mereka harus berkendara dulu ke taman-taman itu,” lanjut dia.Karena itu, menurut Aminullah, pembangunan ruang terbuka hijau perlu dilakukan secara lebih merata agar manfaat ekologis maupun sosialnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Jakarta.Alih Fungsi Lahan Dinilai Mengurangi Kawasan ResapanWalhi Jakarta juga menyoroti masih terjadinya alih fungsi lahan yang berdampak pada berkurangnya kawasan resapan air di ibu kota.Menurut Aminullah, pembangunan RTH tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena berkaitan langsung dengan karakteristik lahan dan kemampuan tanah menyerap air.Berdasarkan catatan Walhi Jakarta, ruang terbuka hijau yang masih berfungsi secara ekologis disebut hanya tersisa sekitar 5 persen.“Banyak alih fungsi lahan di Jakarta,” ujarnya.Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kawasan green belt atau sabuk hijau yang selama ini berfungsi sebagai area penyangga lingkungan, termasuk di wilayah selatan Jakarta yang dinilai masih memiliki peran penting dalam menyerap air hujan.Karena itu, Walhi mendorong pemerintah memperluas dan melindungi ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi ekologis, sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan agar keberadaan kawasan resapan air tidak terus berkurang.Pemprov Jakarta Tambah RTH dan Daerah ResapanSebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Jakarta tengah mempersiapkan diri menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai program.Program tersebut antara lain penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, perluasan akses air bersih, serta pengembangan urban farming.Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).","publishedDateTime":"2026-06-23T10:28:27+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T10:28:27+07:00","createdAt":"2026-06-23T11:00:19.593927+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Ruang Terbuka Hijau (RTH)","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jakarta","province":"DKI Jakarta","regency":"","district":"","village":""},"latitude":-6.2005227060502,"longitude":106.83670799657,"shortDescription":"Pemerataan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih belum merata, menyebabkan warga pinggiran sulit mengakses taman besar dan mengurangi fungsi ekologis lahan.","description":"Pemerataan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih menjadi persoalan, di mana RTH yang memiliki fungsi ekologis dan sosial masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara kawasan pinggiran Jakarta relatif minim RTH yang memadai. Hal ini menyebabkan warga pinggiran kesulitan mengakses taman besar yang nyaman, padahal RTH memiliki fungsi ekologis seperti resapan air dan fungsi sosial sebagai ruang publik. Walhi Jakarta mencatat hanya sekitar 5 persen RTH yang masih berfungsi secara ekologis akibat alih fungsi lahan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13515,"sourceId":"4219b8e21af6d5ef3cac16b87337be77","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/09454431/jakarta-menjelang-500-tahun-ekonomi-tumbuh-tantangan-belum-runtuh","title":"Jakarta Menjelang 500 Tahun: Ekonomi Tumbuh, Tantangan Belum Runtuh","author":"Ruby Rachmadina, Ambaranie Nadia Kemala Movanita ","publisherName":"kompas.com","content":"JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanfaatkan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta di Silang Selatan Monas, Senin (22/6/2026), untuk memaparkan sejumlah capaian pembangunan ibu kota.Di hadapan peserta upacara, Pramono menyebut inflasi Jakarta sepanjang 2025 tetap terkendali di angka 2,45 persen meski dunia tengah menghadapi eskalasi geopolitik global.Ia juga mengungkapkan realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp 270 triliun.“Inflasi Jakarta tetap terkendali 2,45 persen sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi mencapai 270 triliun pada triwulan pertama tahun 2026 ini. Perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen kepada perekonomian nasional,” kata Pramono.Bantuan untuk pelajar dan mahasiswaDi sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada 707.477 pelajar.Sementara itu, sebanyak 15.825 mahasiswa menerima bantuan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).Pemprov DKI juga melanjutkan program pemutihan ijazah untuk membantu warga memperoleh kembali dokumen pendidikan yang tertahan.Program Padat Karya dan Pasukan PutihPramono mengatakan pemerintah daerah terus memperluas kesempatan kerja melalui program padat karya.Di bidang kesehatan, layanan Pasukan Putih Jakarta tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah atau home service bagi warga yang membutuhkan.Transportasi umum makin terintegrasiMenurut Pramono, sejumlah wilayah di Jabodetabek kini dapat dijangkau melalui layanan Transjabodetabek.Selain itu, Pemprov DKI masih menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat.Sejumlah proyek strategis juga dipersiapkan seperti pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, hingga pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.Bersiap hadapi perubahan iklimPemprov DKI juga menaruh perhatian pada isu lingkungan dan perubahan iklim.Pramono mengeklaim berbagai upaya dilakukan melalui penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, perluasan akses air bersih, hingga pengembangan urban farming.Pramono juga mengingatkan pentingnya gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.\"Menjelang lima abad Jakarta, kita tidak boleh mewariskan persoalan sampah kepada generasi berikutnya. Karena itu, gerakan pilah sampah terus didorong sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah dan lingkungan,\" kata Pramono.Jika Pramono memanfaatkan peringatan HUT Jakarta untuk memaparkan berbagai capaian dan rencana pembangunan, momen peringatan hari jadi ibu kota juga diwarnai suasana haru dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.Rano Karno menangisDalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar untuk memperingati HUT ke-499 Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tampak menahan haru saat menyampaikan pidato di hadapan anggota dewan.Di lokasi, suara Rano beberapa kali bergetar dan terdengar mengeluarkan isak. Ia juga beberapa kali menarik napas panjang saat menyampaikan sambutan.Momen tersebut membuat suasana sidang menjadi lebih emosional.Rano tampak berusaha menahan tangis saat berbicara mengenai perjalanan Jakarta dan harapan untuk masa depan kota yang akan memasuki usia lima abad.Dalam pidatonya, Rano mengenang perjalanan panjang Jakarta yang telah tumbuh dan berkembang menjadi kota besar dengan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang sejarahnya.“Ia tumbuh dari kampung-kampung, sungai, pasar, dan jalan-jalan yang menjadi saksi pertumbuhan banyaknya manusia. Jakarta telah belajar di tengah perubahan dari berbagai tantangan dan selalu menjadi peluang bagi siapapun yang membawa mimpi,” ujar Rano.Usia Jakarta yang akan memasuki lima abad, bagi Rano, harus menjadi momentum untuk menyiapkan masa depan kota secara lebih serius.Menurut dia, Jakarta tidak hanya harus menjadi kota yang maju dan berdaya saing, tetapi juga kota yang berkelanjutan dan manusiawi bagi seluruh warganya.“Karena itu, momentum menuju 5 abad Jakarta harus menjadi titik bagi kita semua untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh. Bukan hanya masa depan yang lebih maju, lebih berdaya saing, tapi lebih berkelanjutan,” kata Rano.Catatan jelang 5 abad JakartaMenanggapi capaian yang dipaparkan Pramono, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris Komisi A Mujiono mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta patut diapresiasi karena terjadi di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.\"Pertumbuhan ekonomi 5,59 persen dan investasi Rp 270 triliun itu capaian yang harus kita apresiasi. Di tengah dunia yang sedang goyah karena tarik-menarik geopolitik, banyak kota besar justru melambat. Jakarta tumbuh. Itu hasil kerja nyata, bukan terjadi kebetulan,\" kata Mujiono.Meski demikian, ia menilai pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya bermakna apabila manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.\"Pertumbuhan setinggi itu baru bermakna penuh kalau dirasakan sampai ke bawah di akar rumput. Rasio Gini Jakarta hari ini 0,44, tertinggi se-Indonesia. Jadi sambil kita rayakan pertumbuhannya, PR kita juga jelas, memastikan pertumbuhan ekonomi Jakarta dirasakan masyarakat kecil, jangan hanya dinikmati kaum berpunya saja,\" ujarnya.Mujiono juga mengapresiasi langkah Pramono yang mempertahankan berbagai program sosial dan pendidikan, seperti KJP Plus, KJMU, pemutihan ijazah, hingga perluasan sekolah swasta gratis.Senada, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andriano menilai berbagai capaian yang dipaparkan Pramono patut diapresiasi.Namun, ia menekankan pentingnya mengurangi disparitas sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas penciptaan lapangan kerja serta memperkuat akses pendidikan gratis dalam momentum HUT Jakarta.Ia menilai dua sektor tersebut menjadi kebutuhan mendasar warga Ibu Kota yang harus terus ditingkatkan seiring pertumbuhan ekonomi Jakarta.\"Lapangan kerja harus semakin banyak supaya masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidupnya,\" ujar Basri dikutip dari Antara.Pertumbuhan ekonomi Jakarta harus diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan secara makro, tetapi juga langsung berdampak pada kesejahteraan warga.Selain isu ketenagakerjaan, Basri juga menyoroti sektor pendidikan. Ia mendorong perluasan program sekolah swasta gratis agar akses pendidikan semakin merata dan tidak lagi terkendala biaya.Program tersebut dinilai penting untuk memastikan anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga.Selain itu, Basri juga menyoroti aspek keamanan di Jakarta. Ia berharap situasi kota semakin aman dan nyaman bagi seluruh warga, serta kasus kriminalitas jalanan dapat terus ditekan.\"Semoga Jakarta semakin aman dan nyaman bagi seluruh warga. Tidak ada lagi kasus begal maupun perampokan yang meresahkan masyarakat,\" ujar Basri.Di sektor lain, ia juga meminta peningkatan layanan kesehatan agar semakin mudah diakses dan berkualitas bagi seluruh warga.Pengamat: Transportasi publik perlu diperkuatDi sisi lain, pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai klaim meluasnya konektivitas Jabodetabek melalui layanan Transjabodetabek belum cukup kuat untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.\"Warga tetap ingin angkutan umum itu ada setiap saat dibutuhkan. Kalau sarana busnya sedikit atau jarang, masyarakat tetap menggunakan kendaraan pribadi,\" ujar Deddy.Menurut dia, persoalan utama transportasi publik di Jakarta bukan hanya soal penambahan rute, melainkan juga ketersediaan armada dan kualitas layanan.Deddy memperkirakan Jakarta masih membutuhkan sekitar 4.000 unit bus tambahan untuk menggantikan peran Metro Mini dan Kopaja yang sebelumnya melayani mobilitas perkotaan.\"Masih belum menjawab kebutuhan masyarakat. Yang penting itu bukan sekadar ada trayeknya, tetapi kuantitas dan kualitas pelayanannya,\" kata dia.Ia juga menilai pengurangan kemacetan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan MRT dan LRT.Pemerintah, kata Deddy, perlu segera menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi melalui Electronic Road Pricing (ERP).\"ERP segera dipasang,\" ujar Deddy.","publishedDateTime":"2026-06-23T09:45:44+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T09:45:44+07:00","createdAt":"2026-06-23T11:00:19.593927+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Kota Jakarta","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Silang Selatan Monas, Jakarta","province":"DKI Jakarta","regency":"Kota Jakarta Pusat","district":"Gambir","village":"Gambir"},"latitude":-6.1800019230022,"longitude":106.81998190852,"shortDescription":"Peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta digunakan untuk memaparkan capaian pembangunan dan program-program strategis Pemprov DKI Jakarta.","description":"Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanfaatkan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta di Silang Selatan Monas pada Senin, 22 Juni 2026, untuk memaparkan berbagai capaian pembangunan ibu kota. Capaian tersebut meliputi pengendalian inflasi di angka 2,45 persen sepanjang 2025, realisasi investasi Rp 270 triliun pada triwulan pertama 2026, dan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59 persen. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan berbagai program bantuan sosial dan pendidikan, serta mempersiapkan proyek-proyek strategis di bidang transportasi dan lingkungan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13516,"sourceId":"a44e28af26f8433ae4778368f3b9431b","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/132310878/keluhan-kurir-paket-saat-surabaya-2-hari-banjir-terpaksa-libur-hingga-jalan","title":"Keluhan Kurir Paket Saat Surabaya 2 Hari Banjir: Terpaksa Libur hingga Jalan Kaki","author":"Azwa Safrina, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Penampakan banjir masih terlihat di beberapa lokasi di wilayah Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (23/6/2026).Banjir tersebut terjadi akibat hujan yang mengguyur sejak Senin, 22 Juni 2026 malam sampai Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.Salah satu lokasi yang sampai saat ini masih terpantau belum surut di Jalan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.Pantauan Kompas.com sampai sekitar pukul 11.30 WIB, genang air terlihat di gang-gang sekitar wilayah Semolowaru dengan ketinggian yang beragam, mulai dari semata kaki sampai selutut orang dewasa.Terlihat pengguna jalan yang melintas melaju secara perlahan saat melintasi area tersebut.Bahkan, ada beberapa pengendara yang memilih tidak melewati jalanan dengan ketinggian banjir melebihi betis kaki orang dewasa.Terlihat juga pengendara motor yang mogok dan terpaksa menuntun, sampai warga yang memilih berjalan kaki menyusuri banjir.Tidak hanya warga yang terdampak akibat banjir yang sampai masuk ke rumah-rumah warga, tetapi juga keluhan disampaikan beberapa petugas kurir paket yang kesulitan saat mengantarkan barang.Salah satunya, Alfarisi (25). Dia mengungkapkan, selalu kesusahan saat mengantarkan paket ke rumah pelanggan yang terdampak banjir karena risiko motornya mogok.“Akhirnya, biasanya saya akali, kalau banjir motornya saya taruh di depan yang lokasinya agak tinggi, terus terpaksa jalan buat nganterin paket ke rumahnya, kayak tadi ini juga,” ungkap Alfarisi saat ditemui Kompas.com, Selasa.Alfarisi harus memarkirkan motornya di depan gang dan berjalan secara perlahan menyusuri banjir setinggi lutut untuk mengantarkan paket sampai di tangan kustomer.Bahkan, saat banjir yang menggenangi hampir seluruh wilayah Surabaya pada Senin kemarin, dia terpaksa harus menghentikan aktivitas pengantaran paket seharian penuh.“Saya biasanya kan nganterin paket dari jam 08.00 WIB sampai 20.00 WIB, tapi karena kemarin banjir di mana-mana terpaksa libur,” ujarnya.Alfarisi mengaku, baru kali ini merasakan banjir di banyak wilayah Surabaya.“Tahun-tahun sebelumnya enggak pernah separah ini sih. Biasanya banjir juga enggak setinggi ini, habis itu cepat surutnya,” katanya.Sementara itu, kurir lainnya, Herman (40), memilih untuk menunda pengantaran paket beberapa kustomer yang rumahnya terdampak banjir.“Daripada risiko motor saya mogok. Tadi juga sudah saya telepon kustomernya katanya enggak apa ditunda beberapa hari,” kata Herman.Dia mengungkapkan, untuk pengantar paket yang dilakukan Senin kemarin, terpaksa berhenti sehari karena banyak wilayah Surabaya yang terjadi banjir.Kemudian, pengantaran paket pada Selasa ini tetap dilakukan, tetapi ada penundaan di beberapa lokasi titik banjir.“Kalau hari ini baru delapan paket yang saya kirim dan baru satu ini sih paket yang rumah kustomernya terdampak banjir,” ungkapnya.Herman pun berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat segera membenahi saluran air yang menyebabkan banjir sehingga tidak merugikan banyak pihak.“Kan kita juga kerja, tapi kalau banjir gini risikonya mogok, sedangkan modal kerja kita yang di motor,” pungkasnya.","publishedDateTime":"2026-06-23T13:23:10+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T13:23:10+07:00","createdAt":"2026-06-23T14:00:20.938038+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"rumah warga, jalan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jalan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"Sukolilo","village":"Semolowaru"},"latitude":-7.3008237273922,"longitude":112.77952587544,"shortDescription":"Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak Senin malam hingga Rabu pagi menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk Jalan Semolowaru.","description":"Banjir melanda beberapa wilayah di Surabaya, Jawa Timur, akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam hingga Rabu pagi. Ketinggian air bervariasi mulai dari semata kaki hingga selutut orang dewasa, menyebabkan kesulitan bagi warga dan kurir paket. Beberapa pengendara terpaksa menuntun motor mereka atau memilih tidak melewati area yang tergenang, sementara kurir paket mengalami kendala dalam pengantaran hingga terpaksa libur.","affectedPaths":["Jalan Semolowaru"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13518,"sourceId":"8bcffa7c7492989b8c3aa0b18c71057f","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/15000071/setiap-hujan-atau-tidak-jalan-di-bekasi-ini-tetap-tergenang-warga","title":"Setiap Hujan atau Tidak, Jalan di Bekasi Ini Tetap Tergenang, Warga Pertanyakan Penanganan","author":"Nurpini Aulia Rapika, Tri Susanto Setiawan","publisherName":"kompas.com","content":"BEKASI, KOMPAS.com - Genangan air di Jalan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dikeluhkan warga karena terjadi hampir setiap hari, baik saat hujan maupun ketika cuaca cerah.Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap luapan air yang diduga berasal dari Kali SS Babelan di sekitar kawasan tersebut.\"Setiap lewat sini pasti jalannya basah, kirain karena hujan. Ternyata luapan dari kali,\" kata Farida (32), warga yang kerap melintas di lokasi, Selasa (23/6/2026).Menurut dia, genangan yang terjadi tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan karena permukaan jalan menjadi licin akibat campuran air dan endapan lumpur.\"Jalannya enggak cuma tergenang, tapi licin juga. Kalau enggak hati-hati, bisa tergelincir,\" ujarnya.Farida mengaku pernah menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut.Selain itu, aroma tidak sedap dari tumpukan sampah di sekitar aliran kali juga kerap mengganggu warga.\"Apalagi kalau musim hujan, pasti baunya merebak. Kaya bau amis gitu,\" ucapnya.Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 sentimeter masih menutupi sebagian badan jalan.Kondisi itu membuat pengendara sepeda motor harus mengurangi kecepatan saat melintas.Di sisi jalan, terlihat tumpukan sampah berupa plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk di tepi Kali SS Babelan. Bau lumpur yang menyengat juga tercium di sekitar lokasi.Keluhan serupa disampaikan Ade (48), warga sekitar.Ia mengatakan genangan sudah terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, bahkan kerap muncul meski tidak hujan deras.\"Kalau enggak hujan deras banget sih, airnya tidak masuk ke dalam rumah. Paling sampai latar aja,\" ujar Ade.Menurut Ade, kondisi tersebut diduga terjadi karena saluran air yang tidak optimal serta posisi kali yang lebih tinggi dari permukiman warga.\"Mungkin karena di sana salurannya tidak nyambung, jadi mampet. Kalinya juga lebih tinggi dari permukiman warga, sedangkan posisi rumah kami lebih rendah, jadi airnya turun ke sini,\" katanya.Ia menambahkan, hingga kini belum ada penanganan menyeluruh dari pihak terkait. Warga, kata dia, hanya melihat pengangkutan sampah dilakukan secara berkala.\"Kalau sampahnya kadang ada yang angkutin tiap berapa bulan sekali. Tapi genangannya dari awal tahun sampai sekarang masih begini saja. Belum ada tindakan apa-apa,\" ujarnya.Selain mengganggu aktivitas, genangan juga berdampak pada pedagang sekitar. Hamidah (46), pedagang makanan, mengaku kondisi jalan yang becek dan berbau membuat pembeli enggan singgah.\"Kadang orang malas mampir. Mungkin karena jalannya becek terus sama baunya juga enggak enak,\" kata Hamidah.Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap aliran kali dan sistem drainase di kawasan tersebut agar masalah tidak terus berulang.\"Harapannya ya segera diperbaiki, supaya enggak banjir terus dan orang-orang juga nyaman lewat sini,\" ujarnya.","publishedDateTime":"2026-06-23T15:00:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T15:00:00+07:00","createdAt":"2026-06-23T15:30:33.366869+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Jalan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jalan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat","province":"Jawa Barat","regency":"Kota Bekasi","district":"Bekasi Utara","village":""},"latitude":-6.2127049701282,"longitude":107.004301080115,"shortDescription":"Genangan air di Jalan Duta Harapan Bekasi Utara disebabkan oleh luapan Kali SS Babelan yang tersumbat sampah dan sistem drainase yang tidak optimal, menyebabkan jalan menjadi licin dan berbau.","description":"Genangan air setinggi 5-10 cm terjadi hampir setiap hari di Jalan Duta Harapan, Bekasi Utara, baik saat hujan maupun cuaca cerah, diduga akibat luapan Kali SS Babelan yang tersumbat sampah dan saluran air yang tidak optimal. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan karena jalan menjadi licin dan berbau tidak sedap, serta berdampak pada pedagang sekitar yang sepi pembeli. Warga mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap masalah yang telah berlangsung sejak awal tahun ini.","affectedPaths":["Jalan Duta Harapan"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13519,"sourceId":"bbf9a1e15ca02dff3cc0c39cc4fd5b2e","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/14374611/luapan-kali-ss-babelan-terus-terjadi-di-bekasi-warga-keluhkan-jalan-jadi","title":"Luapan Kali SS Babelan Terus Terjadi di Bekasi, Warga Keluhkan Jalan Jadi Licin dan Bau Menyengat","author":"Nurpini Aulia Rapika, Tri Susanto Setiawan","publisherName":"kompas.com","content":"BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengeluhkan luapan air dari Kali SS Babelan yang kerap menggenangi jalan dan permukiman dalam beberapa bulan terakhir.Selain mengganggu aktivitas warga, genangan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan berdampak pada pelaku usaha di sekitar lokasi.Ade (48), warga RT 001/RW 006 Kelurahan Harapan Baru, mengatakan genangan yang terjadi saat ini sudah berlangsung sekitar empat hari.Meski belum masuk ke dalam rumah, air kerap menggenangi halaman dan lingkungan sekitar permukiman.\"Kalau enggak hujan deras banget sih, airnya tidak masuk ke dalam rumah. Paling sampai latar aja,\" ujar Ade saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (23/6/2026).Menurut Ade, genangan berasal dari luapan Kali SS Babelan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman.Kondisi itu membuat air mengalir ke rumah-rumah warga yang berada di dataran lebih rendah.\"Mungkin karena di sana salurannya tidak nyambung, jadi mampet. Kalinya juga lebih tinggi dari permukiman warga, sedangkan posisi rumah kami lebih rendah, jadi airnya turun ke sini,\" kata dia.Ia menuturkan, luapan air sebenarnya sudah lama terjadi, tetapi frekuensinya meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.\"Luapan kayak gini sudah sering terjadi, tapi belum sampai bertahun-tahun. Baru beberapa bulan ini saja sering begini. Kalau hujan lebih parah lagi,\" ujarnya.Saat musim hujan, ketinggian air bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.Ade menilai hingga kini belum ada penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan tersebut.Menurut dia, upaya yang dilakukan selama ini baru sebatas pengangkutan sampah secara berkala.\"Kalau sampahnya kadang ada yang angkutin tiap berapa bulan sekali. Tapi genangannya dari awal tahun sampai sekarang masih begini saja. Belum ada tindakan apa-apa,\" kata Ade.Karena khawatir air masuk ke dalam rumah, ia mengaku telah meninggikan sebagian bangunan rumahnya secara mandiri.\"Kalau tidak ditinggikan, airnya masuk ke rumah,\" ujarnya.Ade berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen terhadap kondisi kali dan sistem drainase di kawasan tersebut.\"Harapannya, mungkin kalinya yang diperbaiki, sama saluran airnya juga. Pokoknya perbaikan permanen lah. Jangan cuma sementara,\" katanya.Dampak genangan juga dirasakan Hamidah (46), pedagang makanan yang berjualan di sekitar ruas jalan yang tergenang.Menurut dia, kondisi jalan yang terus basah dan licin membuat sebagian pengendara enggan berhenti di lapaknya.Bau tidak sedap yang berasal dari aliran kali dan tumpukan sampah juga dinilai mengurangi kenyamanan warga yang melintas.\"Kadang orang malas mampir. Mungkin karena jalannya becek terus sama baunya juga enggak enak,\" ujar Hamidah.Ia mengatakan, genangan di jalan sudah berlangsung cukup lama dan kerap muncul meski tidak sedang turun hujan.Kondisi tersebut membuat lingkungan sekitar terlihat kumuh dan kurang nyaman bagi calon pembeli.Selain itu, cipratan air dari kendaraan yang melintas juga sering mengganggu aktivitas berdagang.\"Kalau ada motor lewat kencang, airnya suka nyiprat. Jadi pembeli juga kadang enggak nyaman,\" katanya.Hamidah berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi kali dan saluran air agar genangan tidak terus berulang.\"Harapannya ya segera diperbaiki, supaya enggak banjir terus dan orang-orang juga nyaman lewat sini,\" ujarnya.Keluhan serupa disampaikan Farida (32), warga yang kerap melintas di Jalan Duta Harapan. Ia mengaku heran karena ruas jalan tersebut hampir selalu tergenang meski cuaca sedang tidak hujan.\"Setiap lewat sini pasti jalannya basah, kirain karena hujan. Ternyata luapan dari kali,\" kata Farida.Menurut dia, genangan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan pengendara karena permukaan jalan menjadi licin akibat campuran air dan endapan lumpur.\"Jalannya enggak cuma tergenang, tapi licin juga. Kalau enggak hati-hati, bisa tergelincir,\" ujarnya.Farida mengaku pernah menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Selain licin, aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah di sekitar kali juga dinilai mengganggu aktivitas warga.\"Apalagi kalau musim hujan, pasti baunya merebak. Kaya bau amis gitu,\" ucap Farida.Pantauan Kompas.com di lokasi, genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 sentimeter menutupi sebagian badan jalan di samping Kali SS Babelan. Kondisi itu membuat pengendara sepeda motor harus mengurangi kecepatan saat melintas.Di sekitar lokasi terlihat tumpukan sampah berupa plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk di tepi kali. Bau endapan lumpur juga tercium cukup menyengat.Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pembersihan sampah di aliran Kali SS Babelan dilakukan secara rutin oleh petugas.\"Petugas sering membersihkan sampah di aliran itu. Paling tidak dua minggu sekali. Mungkin saat ini memang belum jadwalnya,\" ujar Kiswatiningsih.Ia memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab menumpuknya sampah di lokasi tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlambatan pengangkutan.\"Nanti saya cek apa ada keterlambatan dan kenapa sampai seperti ini,\" kata Kiswatiningsih.","publishedDateTime":"2026-06-23T14:37:46+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T14:37:46+07:00","createdAt":"2026-06-23T15:30:33.366869+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Jalan dan permukiman warga","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat","province":"Jawa Barat","regency":"Kota Bekasi","district":"Bekasi Utara","village":"Harapan Baru"},"latitude":1.264828472911,"longitude":101.2672238943,"shortDescription":"Luapan Kali SS Babelan terjadi karena posisi kali yang lebih tinggi dari permukiman warga dan saluran yang mampet akibat sampah, menyebabkan air mengalir ke permukiman dan jalan.","description":"Luapan air dari Kali SS Babelan terus terjadi di Bekasi, tepatnya di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang telah berlangsung selama empat hari terakhir. Genangan air ini menggenangi jalan dan permukiman warga hingga setinggi lutut saat hujan deras, menyebabkan jalanan menjadi licin dan menimbulkan bau menyengat akibat sampah yang menumpuk di tepi kali. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, berdampak pada pelaku usaha, dan membahayakan pengguna jalan, meskipun belum ada penanganan permanen yang dilakukan.","affectedPaths":["Jalan Duta Harapan"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13520,"sourceId":"423976dfb1e8e3f41ae098ddbf08727a","url":"https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/15000071/hujan-atau-tidak-jalan-di-bekasi-ini-tetap-tergenang-warga-pertanyakan","title":"Hujan atau Tidak, Jalan di Bekasi Ini Tetap Tergenang, Warga Pertanyakan Penanganan","author":"Nurpini Aulia Rapika, Tri Susanto Setiawan","publisherName":"kompas.com","content":"BEKASI, KOMPAS.com - Genangan air di Jalan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dikeluhkan warga karena terjadi hampir setiap hari, baik saat hujan maupun ketika cuaca cerah.Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap luapan air yang diduga berasal dari Kali SS Babelan di sekitar kawasan tersebut.\"Setiap lewat sini pasti jalannya basah, kirain karena hujan. Ternyata luapan dari kali,\" kata Farida (32), warga yang kerap melintas di lokasi, Selasa (23/6/2026).Menurut dia, genangan yang terjadi tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan karena permukaan jalan menjadi licin akibat campuran air dan endapan lumpur.\"Jalannya enggak cuma tergenang, tapi licin juga. Kalau enggak hati-hati, bisa tergelincir,\" ujarnya.Farida mengaku pernah menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut.Selain itu, aroma tidak sedap dari tumpukan sampah di sekitar aliran kali juga kerap mengganggu warga.\"Apalagi kalau musim hujan, pasti baunya merebak. Kaya bau amis gitu,\" ucapnya.Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 sentimeter masih menutupi sebagian badan jalan.Kondisi itu membuat pengendara sepeda motor harus mengurangi kecepatan saat melintas.Di sisi jalan, terlihat tumpukan sampah berupa plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk di tepi Kali SS Babelan. Bau lumpur yang menyengat juga tercium di sekitar lokasi.Keluhan serupa disampaikan Ade (48), warga sekitar.Ia mengatakan genangan sudah terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, bahkan kerap muncul meski tidak hujan deras.\"Kalau enggak hujan deras banget sih, airnya tidak masuk ke dalam rumah. Paling sampai latar aja,\" ujar Ade.Menurut Ade, kondisi tersebut diduga terjadi karena saluran air yang tidak optimal serta posisi kali yang lebih tinggi dari permukiman warga.\"Mungkin karena di sana salurannya tidak nyambung, jadi mampet. Kalinya juga lebih tinggi dari permukiman warga, sedangkan posisi rumah kami lebih rendah, jadi airnya turun ke sini,\" katanya.Ia menambahkan, hingga kini belum ada penanganan menyeluruh dari pihak terkait. Warga, kata dia, hanya melihat pengangkutan sampah dilakukan secara berkala.\"Kalau sampahnya kadang ada yang angkutin tiap berapa bulan sekali. Tapi genangannya dari awal tahun sampai sekarang masih begini saja. Belum ada tindakan apa-apa,\" ujarnya.Selain mengganggu aktivitas, genangan juga berdampak pada pedagang sekitar. Hamidah (46), pedagang makanan, mengaku kondisi jalan yang becek dan berbau membuat pembeli enggan singgah.\"Kadang orang malas mampir. Mungkin karena jalannya becek terus sama baunya juga enggak enak,\" kata Hamidah.Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap aliran kali dan sistem drainase di kawasan tersebut agar masalah tidak terus berulang.\"Harapannya ya segera diperbaiki, supaya enggak banjir terus dan orang-orang juga nyaman lewat sini,\" ujarnya.","publishedDateTime":"2026-06-23T15:00:00+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T15:00:00+07:00","createdAt":"2026-06-23T15:30:33.366869+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Jalan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jalan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat","province":"Jawa Barat","regency":"Kota Bekasi","district":"Bekasi Utara","village":""},"latitude":-6.2127049701282,"longitude":107.004301080115,"shortDescription":"Genangan air di Jalan Duta Harapan Bekasi Utara disebabkan oleh saluran air yang tidak optimal dan posisi kali yang lebih tinggi dari permukiman warga, diperparah oleh tumpukan sampah.","description":"Genangan air setinggi 5-10 cm terjadi hampir setiap hari di Jalan Duta Harapan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, baik saat hujan maupun cuaca cerah. Warga mengeluhkan kondisi ini karena membahayakan pengguna jalan akibat permukaan yang licin dan menimbulkan bau tidak sedap dari tumpukan sampah di Kali SS Babelan. Genangan diduga disebabkan oleh saluran air yang tidak optimal dan posisi kali yang lebih tinggi dari permukiman warga, serta belum adanya penanganan menyeluruh dari pihak terkait.","affectedPaths":["Jalan Duta Harapan"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13521,"sourceId":"2b1d2002098e63be61b5d8746a07549f","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/151821078/surabaya-diguyur-hujan-lagi-pada-selasa-4-pohon-tumbang-dan-16-titik-banjir","title":"Surabaya Diguyur Hujan Lagi pada Selasa, 4 Pohon Tumbang dan 16 Titik Banjir","author":"Andhi Dwi Setiawan, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Belasan kawasan di Surabaya kembali terendam banjir dan empat pohon tumbang, setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga berat, Selasa (23/6/2026).Diketahui, hujan turun di sejumlah wilayah Surabaya, sejak pukul 03.00 WIB sampai sekitar pukul 07.00 WIB. Hal tersebut menimbulkan 16 titik di Kota Pahlawan terendam banjir.“Ada empat kejadian pohon tumbang, genangan di 16 lokasi dan satu rumah rusak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).Linda mengatakan, dari belasan lokasi yang sempat terendam banjir tersebut, empat titik masih dalam penanganan. Sedangkan sebanyak 14 kawasan sisanya, air sudah mulai surut.“Belum surut, di Jalan Nginden Intan Timur dekat Kampus AWS, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai di kawasan RS Ubaya, Jalan Manyar Rejo dan Jalan Raya Pandugo,” ujarnya.Di sisi lain, lokasi yang airnya sudah surut berada di Jalan Wisma Tengger Kandangan, Jalan Karangan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ngagel Kebonsari, dan Jalan Raya Kendangsari.Kemudian, Jalan Tanjung Sari, Jalan Medokan Asri Tengah, Jalan Raya Pandugo, Jalan Barata Jaya, Jalan Bratang Binangun, serta Jalan Puri Gunung Anyar Regency.“Ketinggian awal genangan mulai dari 10 sentimeter sampai 60 sentimeter, genangan awal muncul sekitar pukul 03.00 WIB sampai 07.15 WIB. Intensitas hujan sedang hingga lebat” ungkapnya.Linda menyebut, armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), diterjunkan untuk melakukan penyedotan air.Lebih lanjut, menurut Linda, empat pohon tumbang akibat hujan lebat tersebut berada di Jalan Diponegoro, Jalan Taman AIS Nasution, Jalan Pagesangan Agung Baru, dan Jalan Wiguna.“Jenis pohon yang tumbang, tabebuya, nangka, sengon dan trembesi. Ukuran rata-rata diameter 25 sentimeter sampai 50 sentimeter, tingginya sekitar 5 meter sampai 20 meter,” ujarnya.Linda mengungkapkan, penyebab empat pohon tersebut tumbang karena hujan lebat yang disertai angin. Saat ini, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya telah membersihkannya.Diberitakan sebelumnya, total 17 titik di Surabaya banjir setelah diguyur hujan pada Senin, 22 Juni 2026. Lokasi itu ada di Jalan Raya Kendangsari dan Jalan Wisma Tengger Kandangan,Kemudian, Jalan Nginden Jangkungan, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Simo Hilir Raya, Jalan Tanjungsari, serta Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo.Selanjutnya, Jalan Bendul Merisi Selatan, Jalan Lusi, Jalan Ngagel Madya, Jalan Raya Panjang Jiwo Permai, Jalan Menur, Jalan Keputih Tegal, Jalan Simo Kalangan, dan Jalan Ngagel Kebonsari.","publishedDateTime":"2026-06-23T15:18:21+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T15:18:21+07:00","createdAt":"2026-06-23T16:00:25.622181+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"16 titik banjir, 4 pohon tumbang, 1 rumah rusak","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Hujan lebat yang disertai angin menyebabkan banjir di 16 titik dan empat pohon tumbang di Surabaya.","description":"Pada Selasa, 23 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga berat mengguyur Surabaya sejak pukul 03.00 WIB hingga 07.00 WIB, menyebabkan 16 titik di kota tersebut terendam banjir dengan ketinggian genangan 10-60 cm. Selain itu, empat pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin. BPBD Surabaya mengerahkan armada DPKP dan DSDABM untuk menyedot air, sementara DLH membersihkan pohon tumbang. Empat titik banjir masih dalam penanganan, sementara 14 lainnya sudah surut.","affectedPaths":["Jalan Nginden Intan Timur","Jalan Taman Panjang Jiwo Permai","Jalan Manyar Rejo","Jalan Raya Pandugo","Jalan Wisma Tengger Kandangan","Jalan Karangan","Jalan Imam Bonjol","Jalan Ngagel Kebonsari","Jalan Tanjung Sari","Jalan Medokan Asri Tengah","Jalan Barata Jaya","Jalan Bratang Binangun","Jalan Puri Gunung Anyar Regency","Jalan Diponegoro","Jalan Taman AIS Nasution","Jalan Pagesangan Agung Baru","Jalan Wiguna","Jalan Raya Kendangsari","Jalan Nginden Jangkungan","Jalan Bung Tomo","Jalan Simo Hilir Raya","Jalan Imam Bonjol dr. Soetomo","Jalan Bendul Merisi Selatan","Jalan Lusi","Jalan Ngagel Madya","Jalan Raya Panjang Jiwo Permai","Jalan Menur","Jalan Keputih Tegal","Jalan Simo Kalangan"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13522,"sourceId":"7615345087e530e511cf5cd552100496","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/23/154516578/gubernur-luthfi-cek-banjir-rob-di-pati-siapkan-rp-400-juta-untuk-perbaiki","title":"Gubernur Luthfi Cek Banjir Rob di Pati, Siapkan Rp 400 Juta untuk Perbaiki Tanggul","author":"Muhamad Kafi, Vachri Rinaldy Lutfipambudi","publisherName":"kompas.com","content":"PATI, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bergerak menangani banjir rob yang terus menggenangi permukiman warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendatangi lokasi pada Selasa (23/6/2026).Ia memastikan alokasi anggaran sebesar Rp 400 juta untuk perbaikan tanggul yang rusak sebagai langkah penanganan jangka pendek.Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pengecekan lapangan dan koordinasi intensif guna merespons dampak rob yang semakin parah dalam dua tahun terakhir.“Yang paling utama saat ini adalah menangani tanggul yang rusak dan menyebabkan air masuk ke rumah warga. Karena itu kami siapkan Rp 400 juta untuk pembangunan dan perbaikan tanggul,” ujar Luthfi saat meninjau lokasi banjir rob di Desa Tunggulsari.Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat empat titik tanggul sungai yang mengalami kerusakan dengan total panjang sekitar 450 meter.Kerusakan tersebut menjadi penyebab utama air laut pasang masuk ke kawasan permukiman dan area tambak warga.Akibatnya, puluhan rumah terendam banjir rob dan aktivitas masyarakat terganggu.Selain merusak infrastruktur, genangan juga berdampak pada sektor perikanan tambak yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.Tanggul Jadi Kebutuhan MendesakPemprov Jawa Tengah menilai perbaikan tanggul merupakan langkah paling mendesak untuk mencegah air rob terus masuk ke permukiman saat pasang laut terjadi.Menurut Luthfi, pembangunan tanggul darurat menjadi solusi tercepat yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi warga dari ancaman banjir rob berulang.Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi rob.“Dampak banjir rob ini cukup besar, terutama di wilayah Tayu. Karena itu penanganan tanggul menjadi prioritas agar air tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga,” katanya.Selain rumah warga, sedikitnya delapan anak sekolah turut terdampak akibat kondisi banjir rob yang terus terjadi.Dalam kunjungan tersebut, Luthfi juga menyempatkan berdialog dengan warga terdampak dan menyerahkan bantuan sembako.Kehadiran pemerintah di lapangan diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.","publishedDateTime":"2026-06-23T15:45:16+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T15:45:16+07:00","createdAt":"2026-06-23T16:30:12.564547+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir Rob","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Permukiman warga, rumah warga, area tambak, sekolah","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah","province":"Jawa Tengah","regency":"Pati","district":"Tayu","village":"Tunggulsari"},"latitude":-8.0652786346918,"longitude":111.92611190212,"shortDescription":"Banjir rob terjadi akibat kerusakan tanggul sungai sepanjang 450 meter yang tidak mampu menahan air laut pasang, menyebabkan genangan di permukiman warga.","description":"Banjir rob kembali menggenangi permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi pada Selasa (23/6/2026) dan mengalokasikan anggaran Rp 400 juta untuk perbaikan tanggul yang rusak sepanjang 450 meter. Kerusakan tanggul ini menyebabkan air laut pasang masuk ke permukiman, merendam puluhan rumah, mengganggu aktivitas warga, dan berdampak pada sektor perikanan tambak. Selain itu, delapan anak sekolah juga terdampak oleh kondisi ini.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13523,"sourceId":"f51a4c70050d6901825586a5a9a03939","url":"https://www.kompas.com/properti/read/2026/06/23/165742421/mendorong-perubahan-konsep-giant-sea-wall-jawa","title":"Mendorong Perubahan Konsep Giant Sea Wall Jawa","author":"Dr. Eng. IB Ilham Malik, Sandro Gatra","publisherName":"kompas.com","content":"PANTAI Utara Jawa (Pantura) merupakan salah satu kawasan paling strategis dalam sejarah pembangunan Indonesia.Di sepanjang koridor ini berdiri pelabuhan-pelabuhan utama nasional, kawasan industri terbesar, pusat perdagangan, pusat logistik, serta kota-kota dengan konsentrasi penduduk yang sangat tinggi.Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga Surabaya merupakan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang selama puluhan tahun menjadi mesin penggerak ekonomi nasional.Namun, di balik peran strategis tersebut, Pantura menghadapi ancaman semakin nyata. Banjir rob yang dahulu hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, kini hadir hampir sepanjang tahun di berbagai lokasi.Permukiman terendam, jalan terganggu, aktivitas pelabuhan mengalami hambatan, dan kawasan industri harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan operasionalnya.Perubahan iklim global memang menjadi salah satu penyebab meningkatnya muka air laut. Namun, persoalan Pantura tidak semata-mata disebabkan laut yang naik, melainkan juga daratan yang turun.Pantura memiliki karakteristik geografis yang unik. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran aluvial yang terbentuk dari sedimentasi sungai-sungai besar selama ribuan tahun.Topografi yang relatif datar membuat wilayah ini ideal bagi perkembangan permukiman, industri, dan infrastruktur transportasi. Namun, karakteristik tersebut sekaligus menjadikannya rentan terhadap genangan dan perubahan muka air laut. Pada banyak lokasi, elevasi daratan hanya beberapa meter di atas permukaan laut.Masalah menjadi semakin serius ketika eksploitasi air tanah berlangsung dalam skala besar selama puluhan tahun.Kebutuhan industri, kawasan pergudangan, permukiman, dan aktivitas perkotaan menyebabkan pengambilan air tanah yang masif. Akibatnya, terjadi penurunan muka tanah atau land subsidence. Di sejumlah wilayah Pantura, laju penurunan tanah bahkan tercatat mencapai beberapa sentimeter setiap tahun. Dalam jangka panjang, daratan turun jauh lebih cepat dibanding kenaikan muka air laut global.Situasi tersebut menciptakan paradoks pembangunan. Semakin berkembang aktivitas ekonomi di Pantura, semakin besar tekanan terhadap lingkungan yang menopangnya. Padahal, secara ekonomi, kawasan ini memegang peranan yang sangat besar.Sebagian besar aktivitas manufaktur nasional terkonsentrasi di koridor Pantura. Pelabuhan utama Indonesia berada di wilayah ini.Jaringan jalan tol Trans Jawa, jalur kereta api utama, kawasan industri, pusat logistik, serta jutaan hektare lahan produktif saling terhubung membentuk koridor ekonomi terbesar di Indonesia.Tidak mengherankan apabila muncul gagasan pembangunan Giant Sea Wall (GSW), yakni tanggul laut raksasa yang membentang di sepanjang pesisir Pantura.Secara teknis, GSW dipandang sebagai solusi untuk menahan intrusi air laut dan mengurangi risiko banjir rob.Dengan membangun struktur fisik yang kuat di garis pantai, wilayah perkotaan dan kawasan industri di belakangnya diharapkan dapat terlindungi.Namun pertanyaannya adalah: apakah membangun tembok raksasa di tepi laut merupakan satu-satunya jawaban?Dalam sejarah rekayasa lingkungan dunia, berbagai proyek tanggul laut memang berhasil memberikan perlindungan terhadap banjir. Belanda sering dijadikan contoh keberhasilan pengelolaan wilayah pesisir.Namun, setiap intervensi besar terhadap sistem alam selalu menghasilkan konsekuensi baru.Laut bukanlah kolam statis yang dapat dikendalikan sepenuhnya oleh beton dan baja. Laut adalah sistem dinamis yang dipengaruhi arus, gelombang, sedimentasi, pasang surut, dan ekosistem pesisir.Pembangunan GSW berpotensi mengubah pola sedimentasi alami, mengganggu sirkulasi perairan, memengaruhi habitat pesisir, serta menimbulkan kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan yang sangat besar sepanjang umur infrastrukturnya.Semakin panjang tanggul yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan anggaran untuk memastikan fungsi perlindungannya tetap berjalan.Di sisi lain, terdapat pendekatan yang lebih dekat dengan proses alam, yaitu pembangunan Giant Green Belt (GGB).Konsep ini menempatkan sabuk hijau pesisir sebagai instrumen utama perlindungan kawasan pantai.Pemerintah dapat mengakuisisi lahan dalam koridor tertentu sepanjang Pantura, kemudian mengembalikannya menjadi kawasan hijau pesisir yang terdiri atas mangrove, rawa pantai, lahan basah, hutan pantai, kolam retensi alami, dan zona penyangga ekologis.Sabuk hijau semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan energi gelombang, tetapi juga meningkatkan kemampuan kawasan pesisir dalam menyerap karbon, menahan abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi habitat berbagai spesies.Dalam perspektif jangka panjang, pendekatan berbasis alam sering kali lebih adaptif dibanding pendekatan yang sepenuhnya mengandalkan struktur keras.Jika diasumsikan tersedia koridor selebar satu kilometer sepanjang sekitar 500 kilometer di Pantura, maka luas kawasan yang terbentuk mencapai sekitar 50.000 hektare.Angka tersebut sangat besar, tetapi justru menunjukkan peluang untuk membangun sistem perlindungan ekologis berskala nasional.Sabuk hijau sepanjang itu dapat berfungsi sebagai paru-paru baru Pantura sekaligus benteng alami menghadapi perubahan iklim.Memang, biaya pembebasan lahan tidak kecil tapi jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membangun bangunan fisik.Namun demikian, pembangunan GSW juga membutuhkan investasi yang sangat besar, bahkan berpotensi mencapai ribuan triliun rupiah jika memperhitungkan konstruksi, operasi, pemeliharaan, pengendalian sedimentasi, serta peningkatan kapasitas di masa mendatang.Namun, pertanyaan strategisnya bukan sekadar mana yang lebih murah hari ini, melainkan mana yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis terbesar dalam jangka panjang.Dalam konteks ini, pendekatan Giant Green Belt menawarkan manfaat multipel. Lahan yang dibebaskan tidak hanya menjadi ruang perlindungan pantai, tetapi juga berfungsi sebagai kawasan konservasi, ruang terbuka hijau, daerah resapan, pusat penelitian pesisir, kawasan wisata alam, hingga sumber ekonomi berbasis jasa lingkungan.Dengan kata lain, investasi yang dikeluarkan tidak berhenti sebagai biaya perlindungan semata, melainkan berubah menjadi aset lingkungan hidup nasional.Konsep ini juga mendorong penataan ulang ruang Pantura. Pelabuhan, kawasan industri, pusat logistik, dan kawasan perkotaan baru dapat dikembangkan lebih ke arah daratan dengan tetap terhubung oleh jaringan transportasi modern.Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan lingkungan hidup sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, bukan sebagai korban pembangunan.Pada akhirnya, perdebatan mengenai Giant Sea Wall atau Giant Green Belt bukanlah perdebatan antara pembangunan dan lingkungan. Keduanya sesungguhnya merupakan pilihan strategi pembangunan.Pertanyaannya adalah apakah Indonesia ingin menghadapi laut dengan membangun tembok yang semakin tinggi, ataukah membangun ruang transisi yang memungkinkan alam bekerja bersama manusia.Pantura Jawa adalah jantung ekonomi Indonesia. Karena itu, solusi yang dipilih tidak boleh hanya menjawab kebutuhan lima atau sepuluh tahun ke depan. Solusi tersebut harus mampu menjaga keberlanjutan wilayah untuk satu abad mendatang.Dalam perspektif tersebut, mungkin sudah saatnya kita tidak hanya bertanya bagaimana melindungi Pantura dari laut, tetapi juga bagaimana mengembalikan ruang bagi alam untuk ikut melindungi Pantura.","publishedDateTime":"2026-06-23T16:57:42+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T16:57:42+07:00","createdAt":"2026-06-23T17:30:11.718674+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir Rob","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Permukiman, pelabuhan, kawasan industri, jalan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Pantai Utara Jawa","province":"Gorontalo","regency":"Kota Gorontalo","district":"Kota Utara","village":""},"latitude":0.5616438436362501,"longitude":123.07717764782001,"shortDescription":"Banjir rob di Pantura Jawa disebabkan oleh kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah.","description":"Pantai Utara Jawa (Pantura) menghadapi ancaman banjir rob yang semakin nyata, terjadi hampir sepanjang tahun di berbagai lokasi. Hal ini menyebabkan permukiman terendam, jalan terganggu, aktivitas pelabuhan terhambat, dan kawasan industri mengeluarkan biaya tambahan. Penyebabnya adalah kombinasi kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim global dan penurunan muka tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah yang masif selama puluhan tahun.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13524,"sourceId":"74929e0ea792fce495727a671f36781b","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/172746178/surabaya-banjir-warga-keluhkan-sulit-cari-jalan-ke-tempat-kerja","title":"Surabaya Banjir, Warga Keluhkan Sulit Cari Jalan ke Tempat Kerja","author":"Andhi Dwi Setiawan, Andi Hartik","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Warga mengeluh kesulitan beraktivitas karena banjir di sejumlah titik di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Mereka terpaksa mencari jalan lain agar bisa sampai ke tempat kerja.Cici Nuyung (35), warga Jalan Bratang Wetan, Wonokromo, Surabaya, mengatakan, hujan di rumahnya turun sejak pukul 23.00 WIB pada Senin (22/6/2026).“Sampai tadi berangkat kerja, sekitar pukul 07.30 WIB, itu masih hujan. Ketika lewat Jalan Ngagel Tirto itu banjirnya sudah semata kaki (15 sentimeter),” kata Cici ketika dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).Akhirnya, Cici memutuskan mengarahkan sepeda motornya untuk melintasi Jalan Jagir Wonokromo. Namun, dia malah menemui kemacetan di jalanan utama tersebut.“Tadi lewat DTC (Darmo Trade Center) masih hujan. Menyusahkan sekali, karena hujan jadinya orang-orang bawa mobil, sudah banjir terus macet, dua hari ini, bikin pusing,” jelasnya.Cici pun berharap, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambah proyek gorong-gorong di jalan menuju ke tempat kerjanya itu. Sebab, kawasan tersebut dulu tidak pernah banjir.“Harapannya apa ya, saya enggak pernah berharap ke pemerintah kota. Ini saja, Pak Eri, saya warga Surabaya, di daerah Ngagel Tirto itu agar dibangun gorong-gorong lagi,” ujarnya.“Ya supaya daerah Ngagel itu tidak banjir lagi. Karena sekarang untuk perkampungannya di dalam Bratang Wetan jadi banjir, sebelumnya tidak banjir,” tambahnya.Sementara itu, Farid Rahman (31), warga Kecamatan Rungkut, Surabaya, menyampaikan keluhan senada. Dia sempat diminta petugas untuk memutar arah karena banjir.“Saya tadi lewat Nginden Intan, mau ke tempat kerja ternyata banjir, terus disuruh Satpol PP, katanya kalau lewat motornya jadi jetsky, beberapa orang juga putar balik,” ujar Farid.Farid merasa banjir yang melanda Surabaya dalam dua hari ini meyulitkan aktivitasnya.“Kesusahan tapi enggak seberapa, kasihan warga yang terdampak langsung, kalau saya tinggal cari jalan lain,“ tutupnya.Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Surabaya kembali terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga berat pada Selasa (23/6/2026).“Ada empat kejadian pohon tumbang, genangan di 16 lokasi dan satu rumah rusak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti, saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026). ","publishedDateTime":"2026-06-23T17:27:46+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T17:27:46+07:00","createdAt":"2026-06-23T18:00:22.078545+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"on going","damagedObject":"Jalan, perkampungan","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Banjir terjadi di Surabaya akibat hujan deras yang mengguyur kota selama dua hari berturut-turut, menyebabkan genangan air dan kemacetan.","description":"Warga Surabaya mengeluhkan kesulitan beraktivitas akibat banjir yang melanda sejumlah titik di kota tersebut pada Selasa (23/6/2026). Hujan deras sejak Senin malam menyebabkan genangan air hingga semata kaki di beberapa jalan utama seperti Jalan Ngagel Tirto, memaksa warga mencari jalan alternatif untuk mencapai tempat kerja. Banjir ini telah terjadi selama dua hari berturut-turut dan menyebabkan kemacetan parah di beberapa ruas jalan.","affectedPaths":["Jalan Bratang Wetan","Jalan Ngagel Tirto","Jalan Nginden Intan"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":["Jalan Jagir Wonokromo","Jalan Nginden Intan"]},{"id":13525,"sourceId":"efbf8ae4bcac046f3cee72e8aec2df0e","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/183353978/suroboyo-bus-dan-wara-wiri-dialihkan-sementara-karena-banjir-ini-rutenya","title":"Suroboyo Bus dan Wara Wiri Dialihkan Sementara karena Banjir, Ini Rutenya","author":"Andhi Dwi Setiawan, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah rute transportasi umum di Surabaya dialihkan sementara pada Selasa (23/6/2026). Hal tersebut disebabkan banjir yang melanda sejumlah kawasan.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa salah satu transportasi umum yang dialihkan adalah Suroboyo Bus rute Terminal Benowo ke Tunjungan.“Sehubungan dengan adanya genangan air di Jalan Raya Simokalangan, Suroboyo Bus R5 rute Terminal Benowo ke Tunjungan melewati jalan alternatif,” kata Trio saat dikonfirmasi, Selasa.Suroboyo Bus R5 berangkat melintasi Jalan Sukomanunggal-Jalan Raya Satelit Indah-Jalan Mayjend Sungkono-Jalan Indragiri-Jalan Diponegoro-Jalan Pasar Kembang-Embong Malang.Kemudian, kembalinya lewat Pasar Kembang-Jalan Diponegoro-Jalan Kutai-Jalan Mayjend Sungkono-Jalan Raya Satelit Indah-Jalan Sukomanunggal hingga Benowo.“Halte yang tidak dilalui, Halte Simo Jawar A dan B, Halte Simo Kalangan A dan B, Halte Simo katrungan A dan B, Halte Banyu urip A dan B, Halte Butulan A dan B,” ujar Trio.Peralihan rute sementara itu juga berlaku untuk Wira Wiri feeder koridor FD 02. Transportasi tersebut tidak melintas di Jalan WR Supratman dan Jalan Kartini karena banjir.Wira Wiri feeder koridor FD 02 tersebut berangkat dari Park and Ride Mayjend Sungkono-Jalan Diponegoro-Jalan Dr. Soetomo dan rutenya normal hingga Balai Kota.Di sisi lain, rute kembali Wira Wiri feeder koridor FD 02 tersebut melintasi Balai Kota-Jalan Dr. Soetomo-Jalan Diponegoro, lalu rute normal lagi sampai Park and Ride Mayjend Sungkono.“Halte yang tidak dilalui, WR. Supratman A dan B, Imam Bonjol, Teuku Umar A dan B, Sawunggaling A, SDN Kristen Petra, Kupang Segunting, Anwari, Simpang Kartini,” kata Trio.Kemudian, perubahan rute juga dialami oleh Wira Wiri dengan kode FD 07 rute Bratang-Pasar Turi dan FD 11 Bratang-Shelter Bulak. Alasan peralihan itu karena cuaca tidak mendukung.Menurut Trio, Wira Wiri FD 07 itu tidak melintas di halte Ruko Barata Jaya, Bratang Binangun, UBAYA Ngagel A, Ngagel Jaya Tengah A dan B, Ngagel Jaya Utara A dan B, Kalibokor Selatan A dan B.Sementara itu, Wira Wiri FD 11 tidak melintasi halte di Jalan Simpang Barata Jaya 1 dan 2, Halte Hotel Narita Barata Jaya, Halte Nginden A serta Halte Nginden Kota A.Lalu, transportasi yang juga mengalami peralihan, Wira Wiri Rute FD09 Menanggal-Manukan yang melintas di Jalan Raya Satelit Indah-Jalan Sukomanunggal-Jalan Tanjungsari-Jalan Tandes Lor-rute normal.Kemudian, Wira Wiri Rute FD09 Menanggal-Manukan tersebut dengan rute kembali, Jalan Tandes Lor-Jalan Tanjungsari-Jalan Sukomanunggal-Jalan Raya Satelit Indah-rute normal.Diberitakan sebelumnya, belasan kawasan di Surabaya kembali terendam banjir dan empat pohon tumbang setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga berat pada Selasa, 23 Juni 2026 dini hari hingga pagi.“Ada empat kejadian pohon tumbang, genangan di 16 lokasi dan satu rumah rusak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, saat dikonfirmasi, Selasa.Linda mengatakan, dari belasan lokasi yang sempat terendam banjir tersebut, empat titik masih dalam penanganan. Sedangkan, sebanyak 14 kawasan sisanya, air sudah mulai surut.“Belum surut, di Jalan Nginden Intan Timur dekat Kampus AWS, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai di kawasan RS Ubaya, Jalan Manyar Rejo dan Jalan Raya Pandugo,” ujarnya.Di sisi lain, lokasi yang airnya sudah surut, adalah Jalan Wisma Tengger Kandangan, Jalan Karangan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ngagel Kebonsari dan Jalan Raya Kendangsari.Kemudian, Jalan Tanjung Sari, Jalan Medokan Asri Tengah, Jalan Raya Pandugo, Jalan Barata Jaya, Jalan Bratang Binangun serta Jalan Puri Gunung Anyar Regency.“Ketinggian awal genangan mulai dari 10 sentimeter sampai 60 sentimeter, genangan awal muncul sekitar pukul 03.00 WIB sampai 07.15 WIB. Intensitas hujan sedang hingga lebat,\" pungkasnya.","publishedDateTime":"2026-06-23T18:33:53+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T18:33:53+07:00","createdAt":"2026-06-23T19:30:13.431177+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"16 kawasan terendam banjir, 4 pohon tumbang, 1 rumah rusak","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Banjir melanda Surabaya pada Selasa, 23 Juni 2026, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.","description":"Pada Selasa, 23 Juni 2026, sejumlah kawasan di Surabaya terendam banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga berat yang terjadi dini hari hingga pagi. Banjir menyebabkan genangan air di 16 lokasi dan empat pohon tumbang, serta merusak satu rumah. Ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Akibatnya, beberapa rute transportasi umum seperti Suroboyo Bus dan Wira Wiri dialihkan sementara.","affectedPaths":["Jalan Raya Simokalangan","Jalan WR Supratman","Jalan Kartini","Jalan Nginden Intan Timur","Jalan Taman Panjang Jiwo Permai","Jalan Manyar Rejo","Jalan Raya Pandugo","Jalan Wisma Tengger Kandangan","Jalan Karangan","Jalan Imam Bonjol","Jalan Ngagel Kebonsari","Jalan Raya Kendangsari","Jalan Tanjung Sari","Jalan Medokan Asri Tengah","Jalan Barata Jaya","Jalan Bratang Binangun","Jalan Puri Gunung Anyar Regency"],"affectedPublicTransport":["Suroboyo Bus R5 (rute Terminal Benowo ke Tunjungan)","Wira Wiri feeder koridor FD 02","Wira Wiri FD 07 (rute Bratang-Pasar Turi)","Wira Wiri FD 11 (rute Bratang-Shelter Bulak)","Wira Wiri Rute FD09 Menanggal-Manukan"],"alternativeRoutes":["Jalan Sukomanunggal-Jalan Raya Satelit Indah-Jalan Mayjend Sungkono-Jalan Indragiri-Jalan Diponegoro-Jalan Pasar Kembang-Embong Malang (untuk Suroboyo Bus R5)","Jalan Diponegoro-Jalan Dr. Soetomo (untuk Wira Wiri feeder koridor FD 02)","Jalan Tandes Lor-Jalan Tanjungsari-Jalan Sukomanunggal-Jalan Raya Satelit Indah (untuk Wira Wiri Rute FD09 Menanggal-Manukan)"]},{"id":13526,"sourceId":"40c25528ca3afd78e570115e158b2b53","url":"https://regional.kompas.com/read/2026/06/23/192733778/dua-tersangka-dugaan-korupsi-jembatan-sikabu-termasuk-adik-ketua-kadin","title":"Dua Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sikabu, Termasuk Adik Ketua Kadin, Ditahan Kejati Sumbar","author":"Dharma Harisa, Eris Eka Jaya","publisherName":"kompas.com","content":"PADANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (23/6/2026).Kedua tersangka yang ditahan ialah BB, selaku Direktur PT MR sebagai penyedia pekerjaan, A selaku kuasa direksi.Seorang tersangka lainnya, Y, selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan aparatur sipil negara (ASN) di BPBD Kabupaten Padang Pariaman, sudah ditahan lebih dulu di Lapas Pariaman atas kasus yang lain.Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Barat, Arjuna, mengatakan, penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa ketiga tersangka pada hari yang sama.\"Penyidik Pidsus Kejati Sumatera Barat telah melakukan penahanan terhadap para tersangka setelah pemeriksaan,\" kata Arjuna saat konferensi pers di Kantor Kejati Sumatera Barat.Menurut Arjuna, ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Anak Air Padang.\"Masa penahanan terhitung sejak 23 Juni hingga 12 Juli 2026,\" ujarnya.Arjuna menjelaskan, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang dibiayai melalui anggaran BPBD Kabupaten Padang Pariaman Rp 25,4 miliar.Dalam pelaksanaannya, para tersangka diduga mengerjakan proyek tanpa memperhatikan aspek kajian teknis yang memadai.Akibatnya, jembatan yang dibangun tersebut mengalami kerusakan dan tidak mampu bertahan saat terjadi banjir besar.\"Sebanyak 1,5 tahun setelah pembangunan selesai, segmen tiga jembatan mengalami kerusakan dan akhirnya roboh pada 7 Mei 2023,\" kata Arjuna.Berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan BPKP Perwakilan Sumatera Barat, negara mengalami kerugian Rp 7,5 miliar.Selain menetapkan dan menahan para tersangka, penyidik juga telah menyita uang Rp 96,5 juta yang berasal dari pengembalian kerugian negara yang sebelumnya telah dinikmati oleh salah seorang tersangka.Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 3 juncto Pasal 7 ayat (1) huruf a dan huruf b juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.Selain itu, penyidik juga menerapkan ketentuan Pasal 603 juncto Pasal 618 juncto Pasal 20 huruf a atau huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.\"Ancaman pidana terhadap para tersangka maksimal penjara seumur hidup,\" kata Arjuna.Ia menambahkan, seluruh proses pemeriksaan tersangka berlangsung dengan pendampingan penasihat hukum masing-masing dan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.","publishedDateTime":"2026-06-23T19:27:33+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T19:27:33+07:00","createdAt":"2026-06-23T20:00:22.809091+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Tinggi","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Jembatan Sikabu Kayu Gadang","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Jembatan Sikabu Kayu Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat","province":"Sumatera Barat","regency":"Padang Pariaman","district":"","village":""},"latitude":-0.57679809856638,"longitude":100.21721707374,"shortDescription":"Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu Kayu Gadang diduga dikerjakan tanpa memperhatikan aspek kajian teknis yang memadai, menyebabkan jembatan roboh dan menimbulkan kerugian negara.","description":"Jembatan Sikabu Kayu Gadang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang direhabilitasi dan direkonstruksi menggunakan anggaran BPBD Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp 25,4 miliar, mengalami kerusakan dan roboh pada 7 Mei 2023, sekitar 1,5 tahun setelah pembangunan selesai. Kerusakan ini diduga akibat pengerjaan proyek yang tidak memperhatikan aspek kajian teknis yang memadai, sehingga jembatan tidak mampu bertahan saat terjadi banjir besar. Akibat kejadian ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 7,5 miliar.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13527,"sourceId":"bf61cbb2dbe5a15d651a6ea74b39aac0","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/192220478/276-bencana-terjadi-dalam-6-bulan-bpbd-jember-andalkan-btt-jika-kurang","title":"276 Bencana Terjadi dalam 6 Bulan, BPBD Jember Andalkan BTT jika Kurang Anggaran","author":"Mega Silvia, Novianti Setuningsih","publisherName":"kompas.com","content":"JEMBER, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat telah menangani 276 kejadian bencana dan nonbencana sepanjang Januari hingga Juni 2026.Jumlah tersebut mencerminkan tingginya beban kerja penanganan di tengah dinamika kebencanaan di Kabupaten Jember.Dalam kondisi tersebut, anggaran BPBD Jember tahun 2026 turun Rp 8,55 miliar, dari Rp 14 miliar pada tahun sebelumnya. Sehingga, anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 7,59 miliar.Namun, BPBD Jember masih menilai bahwa pemangkasan anggaran tersebut tidak memberatkan. Sebab, masih ada anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga peluang meminta bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika anggaran BPBD tak cukup sampai akhir 2026.Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa penanganan kedaruratan di lapangan tetap berjalan normal meski anggaran dipangkas.Edy menyebut, seluruh kejadian tetap ditindaklanjuti melalui mekanisme respons cepat dan asesmen lapangan.“Terkait anggaran itu kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kami tetap melaksanakan tugas sesuai perencanaan dan sejauh ini masih bisa berjalan,” kata Edy, Senin (22/6/2026).Dia menambahkan, meski terjadi penyesuaian anggaran, pemerintah daerah masih memiliki ruang fiskal untuk kondisi darurat melalui BTT sebesar Rp 15 miliar.Dana tersebut, menurut dia, sebagai penopang utama penanganan kondisi darurat. Sehingga bisa digunakan ketika terjadi situasi kebencanaan yang membutuhkan penanganan segera.“Kalau memang diperlukan, ada BTT yang bisa digunakan untuk kondisi darurat,” ujar Edy.Selain BTT, BPBD Jember juga menegaskan bahwa sistem penanganan bencana tidak hanya bergantung pada anggaran daerah.Dalam kondisi tertentu, dukungan juga dapat datang dari BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) maupun BNPB, terutama jika status tanggap darurat ditetapkan.Lebih lanjut, Edy memaparkan bahwa dari total 276 kejadian kebencanaan, sebanyak 243 merupakan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.Sementara itu, 33 kejadian lainnya merupakan bencana non alam, termasuk kebakaran, kecelakaan laut, dan kecelakaan sungai.Memasuki pertengahan tahun, dia menyebut, BPBD mulai mencatat tren peningkatan kebakaran, baik di permukiman warga maupun yang dipicu aktivitas rumah tangga seperti penggunaan kompor gas dan tungku tradisional.Data tersebut menunjukkan bahwa intensitas kejadian bencana di Jember masih relatif tinggi, bahkan sebelum puncak musim kemarau sepenuhnya berlangsung.Sebelumnya, DPRD Jember menyoroti penurunan anggaran BPBD pada 2026 yang dinilai berpotensi memengaruhi kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan kekeringan seperti Kecamatan Patrang, Sumbersari, Kalisat, Rambipuji, Mayang, hingga Tempurejo.Meski begitu, BPBD memastikan koordinasi lintas sektor tetap diperkuat, mulai dari pemerintah kecamatan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga relawan di lapangan untuk mempercepat respons saat terjadi bencana.","publishedDateTime":"2026-06-23T19:22:20+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T19:22:20+07:00","createdAt":"2026-06-23T20:00:22.809091+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Others","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"Bencana alam dan non-alam","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Jember","district":"","village":""},"latitude":-8.19493591602285,"longitude":113.655594311655,"shortDescription":"BPBD Jember mencatat 276 kejadian bencana dan nonbencana dalam enam bulan pertama tahun 2026, yang meliputi berbagai jenis bencana alam dan non-alam.","description":"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat telah menangani 276 kejadian bencana dan nonbencana sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kejadian tersebut meliputi 243 bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta 33 bencana non alam termasuk kebakaran, kecelakaan laut, dan kecelakaan sungai. Meskipun anggaran BPBD Jember tahun 2026 mengalami penurunan, penanganan kedaruratan di lapangan tetap berjalan normal dengan mengandalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan potensi bantuan dari BNPB jika diperlukan.","affectedPaths":[],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]},{"id":13528,"sourceId":"e0dfb6cfa5ac8ac25d941eb4169883b6","url":"https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/23/200426278/2-hari-banjir-landa-surabaya-eri-cahyadi-minta-maaf","title":"2 Hari Banjir Landa Surabaya, Eri Cahyadi Minta Maaf","author":"Andhi Dwi Setiawan, Andi Hartik","publisherName":"kompas.com","content":"SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta maaf kepada masyarakat karena banjir melanda sejumlah wilayah di Surabaya selama dua hari pada Senin (22/6/2026) dan Selasa (23/6/2026).Eri mengatakan, pihaknya tengah menangani banjir yang merendam sejumlah wilayah Surabaya dalam dua hari ini. Eri berharap aktivitas warga bisa kembali normal.\"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan,\" kata Eri melalui siaran persnya, Selasa.Kata Eri, ada sejumlah langkah telah dilakukan supaya banjir cepat surut. Seperti menerjunkan mobil pemadam kebakaran dan mobil dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyedot air.\"Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran serta sekitar 10 kendaraan DLH dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.“Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan,\" tambahnya.Eri menyebut, salah satu penyebab banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, pengerjaan pembangunan dan normalisasi saluran drainase juga turut memengaruhinya.Pengerjaan drainase itu meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert hingga perbaikan rumah pompa di Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol dan Rungkut.Dengan demikian, sebagian saluran ditutup sementara untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur itu. Dampaknya, aliran air tidak berjalan optimal saat hujan deras mengguyur.“Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan,” ujarnya.Kemudian, lanjut dia, pasang laut juga turut memperberat proses penanganan banjir. Akhirnya, dalam beberapa kondisi, air yang telah dipompa kembali terdorong ke daratan.“Sebagai langkah antisipasi, kami memaksimalkan fungsi boezem atau kolam tampungan sementara, sebagai penyangga debit air sebelum dialirkan kembali saat kondisi memungkinkan,” ucapnya.“Sejumlah lahan juga dioptimalkan sebagai tampungan tambahan untuk mengurangi beban saluran utama,” tutupnya.Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Surabaya kembali terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga berat pada Selasa (23/6/2026).“Ada empat kejadian pohon tumbang, genangan di 16 lokasi dan satu rumah rusak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti, saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026). ","publishedDateTime":"2026-06-23T20:04:26+07:00","eventDateTime":"2026-06-23T20:04:26+07:00","createdAt":"2026-06-23T21:30:11.169238+07:00","category":"Bencana Alam","subcategory":"Banjir","severity":"Sedang","eventStatus":"selesai","damagedObject":"sejumlah wilayah di Surabaya, 16 lokasi genangan, 4 pohon tumbang, 1 rumah rusak","victim":"tidak ada korban","location":{"full_address":"Surabaya, Jawa Timur","province":"Jawa Timur","regency":"Kota Surabaya","district":"","village":""},"latitude":-7.2703725262982,"longitude":112.736118756235,"shortDescription":"Banjir di Surabaya disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, pengerjaan pembangunan dan normalisasi saluran drainase yang menyebabkan penutupan sementara saluran, serta pasang laut.","description":"Banjir melanda sejumlah wilayah di Surabaya selama dua hari, yaitu pada Senin (22/6/2026) dan Selasa (23/6/2026). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menyatakan bahwa pihaknya tengah bekerja maksimal di lapangan untuk menangani banjir dengan menerjunkan mobil pemadam kebakaran dan kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk menyedot air. Penanganan banjir diperberat oleh pasang laut dan penutupan sementara saluran drainase akibat pengerjaan pembangunan dan normalisasi.","affectedPaths":["Jalan Ahmad Yani","Tanjungsari","Simo","MERR","Imam Bonjol","Rungkut"],"affectedPublicTransport":[],"alternativeRoutes":[]}]}}
